Israel, meskipun selalu berada dalam ketegangan akibat konflik berkepanjangan, tetap memiliki sejumlah individu kaya yang terus mengalami pertumbuhan kekayaan. Laporan menunjukkan bahwa negara ini menduduki peringkat tertinggi dalam serangan terhadap negara lain selama tahun 2025, termasuk Palestina, Iran, dan Suriah.
Ironisnya, di tengah tekanan global untuk menghentikan agresi tersebut, konglomerat-konglomerat Israel semakin mendulang kekayaan. Data Forbes menunjukkan bahwa ada 37 orang terkaya dari Israel, dengan total kekayaan yang mencengangkan mencapai puluhan miliar dolar, dan beberapa di antaranya dikenal luas di pasar internasional.
Dalam artikel ini, kita akan mengungkap sepuluh individu terkaya di Israel, mengeksplorasi sumber kekayaan mereka dan dampak yang mungkin dihasilkan dalam konteks ekonomi global. Segmen ini memberikan wawasan menarik tentang bagaimana individu kaya ini berperan dalam ekonomi negara yang terpengaruh oleh konflik.
Dampak Konflik Terhadap Ekonomi Israel dan Kekayaan Individu
Konflik berkepanjangan dan ketegangan politik seringkali mempengaruhi stabilitas ekonomi sebuah negara. Namun, dalam kasus Israel, banyak analis berpendapat bahwa beberapa individu justru semakin kaya di tengah kesulitan tersebut.
Ada beberapa faktor yang memungkinkan mereka untuk tetap bertahan dan bahkan berkembang, termasuk aktivisme di sektor teknologi dan real estat. Sektor-sektor ini sering kali tidak terpengaruh langsung oleh perubahan politik, memberikan peluang bagi individu kaya untuk terus mengembangkan portofolio mereka.
Investasi dalam bidang teknologi semakin melesat, terutama dengan banyaknya perusahaan rintisan yang muncul di Israel. Dalam era digital, banyak miliarder dapat mengambil keuntungan dari inovasi yang tak terhitung jumlahnya, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal meskipun di tengah gelombang ketegangan politik.
Profil Terkaya di Israel dan Aset Mereka
Mari kita lihat beberapa individu terkaya di Israel dan sumber kekayaan yang menyokong status ekonomi mereka. Urutan ini mencerminkan perkembangan kekayaan yang signifikan, faktor yang memengaruhi kekayaan mereka, serta peran mereka di pasar global.
Eyal Ofer, berada di puncak daftar dengan kekayaan mencapai US$25,8 miliar, adalah contoh yang mencolok. Bisnisnya mencakup sektor real estat, pelayaran, dan investasi lainnya. Hal ini menunjukkan diversifikasi yang kuat dalam portofolionya, memungkinkan untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, Idan Ofer, dengan kekayaan sebesar US$17 miliar, mengoperasikan lebih dari 210 kapal di bawah perusahaan pelayaran. Investasi di sektor olahraga, termasuk saham di tim sepak bola, juga memberikan dimensi berbeda pada portofolionya.
Ekspansi Bisnis dan Dampak Internasional
Selain fokus pada kekayaan domestik, banyak miliarder Israel mengeksplorasi pasar internasional. Mereka menciptakan peluang kerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, memungkinkan mereka untuk mempertahankan kekayaan mereka dalam konteks ekonomi global.
Perusahaan seperti Playrix, yang didirikan oleh Igor dan Dmitri Bukhman, tidak hanya mengubah peta industri game, tetapi juga menggambarkan bagaimana inovasi bisa menjadi jembatan untuk menghasilkan kekayaan. Dengan pendapatan tahunan mencapai lebih dari US$2,5 miliar, mereka telah menggeser fokus pasar ke platform digital.
Yuri Milner, seorang investor yang telah berkontribusi pada perkembangan teknologi melalui investasi di perusahaan-perusahaan besar, termasuk Facebook, menunjukkan bagaimana kekayaan dapat digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Dengan strategi investasi yang berfokus pada teknologi, ia merepresentasikan kekayaan yang berdasarkan inovasi visual dan digital.
Pendidikan dan Filantropi di Tengah Ketidakpastian
Dari daftar orang terkaya ini, terlihat bagaimana banyak di antara mereka tidak hanya fokus pada akumulasi harta, tetapi juga terlibat dalam berbagai inisiatif pendidikan dan filantropi. Shari Arison, misalnya, bukan hanya berkutat dalam bisnis, tetapi juga menciptakan model kebaikan sosial.
Dengan mendirikan The Doing Good Model, Arison menunjukkan bahwa bisnis dapat beroperasi sambil tetap mendukung kesejahteraan masyarakat. Kehadirannya di sektor real estat dan proyek energi menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, banyak miliarder lain juga mengalokasikan sebagian dari kekayaan mereka untuk mendukung pendidikan dan penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sadar akan tanggung jawab sosial yang melekat dan berusaha untuk memberikan kontribusi positif meskipun dalam situasi sulit.
