Pasar saham Indonesia menghadapi dinamika yang menarik pada akhir tahun 2025, dengan perubahan dan ketidakpastian yang terus mengemuka. Pada tanggal 30 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mencatatkan kenaikan tipis, mencerminkan fluktuasi yang terjadi di pasar.
Meskipun hanya naik 2,68 poin atau 0,03%, nilai transaksi harian mencapai lebih dari Rp20 triliun. Hal ini mencakup banyak aktivitas di bursa, di mana saham-saham tertentu menunjukkan pergerakan signifikan.
Secara keseluruhan, terdapat 346 saham yang mengalami penguatan, sementara 317 saham mengalami penurunan. Data ini menunjukkan adanya sentimen beragam di kalangan investor.
Analisis Pergerakan IHSG dan Nilai Transaksi
Pada akhir tahun, investor asing terpantau melakukan penjualan bersih yang cukup signifikan, dengan total mencapai Rp937,79 miliar. Investasi asing adalah indikator penting yang seringkali mencerminkan kepercayaan terhadap pasar domestik.
Pembagian dari nilai penjualan tersebut menunjukkan Rp888,53 miliar di pasar reguler. Sedangkan sisanya, Rp49,26 miliar terjadi di pasar negosiasi dan tunai, menunjukkan aktivitas yang tersebar di berbagai segmen.
Keseluruhan data ini mencerminkan situasi pasar yang tidak sepenuhnya memberikan kepastian, sehingga analisis mendetail diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.
Saham-Saham Teratas dengan Net Foreign Buy
Di antara banyaknya saham yang diperdagangkan, MD Entertainment (FILM) muncul sebagai favorit di kalangan investor asing. Dengan net buy mencapai Rp137,63 miliar, saham ini menunjukkan daya tarik yang kuat.
Setelah FILM, terdapat beberapa saham lain yang juga mengalami net buy signifikan, seperti United Tractors (UNTR) yang mencatat Rp82,41 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor yang tepat dapat menarik perhatian investor lebih banyak.
Petrosea (PTRO) juga tak kalah menarik dengan net buy mencapai Rp68,79 miliar. Ini menunjukkan betapa pentingnya sektor energi dan hiburan dalam menarik investasi asing selama periode ini.
Daftar Saham Terfavorit di Akhir Tahun 2025
Sebagai catatan, berikut adalah 10 besar saham yang menjadi sorotan dalam hal net foreign buy pada akhir 2025. Hal ini memberikan gambaran yang jelas tentang pilihan investor di akhir tahun ini.
- PT MD Entertainment Tbk. (FILM) – Rp137,63 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) – Rp82,41 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) – Rp68,79 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp53,16 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp52,78 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp43,07 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) – Rp36,38 miliar
- PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) – Rp30,05 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) – Rp29,68 miliar
- PT RMK Energy Tbk. (RMKE) – Rp27,45 miliar
Pilihan saham ini mencerminkan keinginan investor untuk berinvestasi di sektor-sektor yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan di masa depan. Dengan perkembangan yang dinamis di berbagai bidang, hal ini seharusnya membuka peluang untuk strategi investasi yang lebih baik.
Melihat data yang ada, jelas bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, termasuk berita ekonomi dan situasi global. Oleh karena itu, investor perlu terus memantau informasi terbaru untuk dapat mengambil keputusan yang tepat.
Ke depan, adanya tren dan pola yang terus berubah di pasar saham Indonesia memberikan tantangan sekaligus kesempatan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar, investor dapat memanfaatkan potensi yang ada.
