Geo Energy, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, baru saja menyelesaikan akuisisi saham mayoritas pada dua perusahaan pelayaran nasional. Dengan langkah strategis ini, Geo Energy berharap dapat meningkatkan kapasitas logistik dan efisiensi operasional mereka dalam industri batu bara.
Proses akuisisi ini melibatkan Trans Maritim Pratama dan Bahari Segara Maritim, masing-masing dengan penguasaan 51% saham. Nilai transaksi untuk akuisisi ini mencapai 127,5 juta dolar AS, atau setara dengan 2,14 triliun rupiah pada kurs terkini.
Kesepakatan diumumkan pada Agustus 2025 dan disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum luar biasa pada November 2025. Dengan dukungan pemegang saham, Geo Energy menunjukkan komitmennya untuk memperkuat posisi pasar secara lebih agresif.
Akuisisi dan Rincian Transaksi yang Menguntungkan
Akuisisi ini juga mencakup pembayaran tunai sebesar 23,5 juta dolar AS, serta pengalihan piutang sekitar 18 juta dolar AS. Hal ini menunjukkan komitmen Geo Energy untuk melakukan investasi yang substansial terhadap perusahaan-perusahaan yang akan mereka kelola.
Sebagai tambahan, nilai transaksi tersebut juga mencakup penerbitan sekitar 275 juta saham biasa grup, yang setara dengan 86 juta dolar AS. Dengan harga penerbitan sebesar 0,40 dolar Singapura per saham, langkah ini dapat dilihat sebagai strategi untuk memperluas modal perusahaan.
Saham imbalan tersebut sudah berhasil diterbitkan kepada para penjual pada hari Kamis setelah kesepakatan dilakukan. Namun, para penjual tidak akan bisa menjual atau menggadaikan saham ini selama satu tahun tanpa persetujuan dari Geo Energy.
Keahlian Perusahaan Akuisisi yang Meningkatkan Eskalasi Produksi
Perusahaan-perusahaan yang diakuisisi memiliki spesialisasi dalam logistik komoditas, baik untuk batu bara maupun produk non-pertambangan. Ini termasuk pembangunan dan pengelolaan kapal tunda serta tongkang yang dapat meningkatkan efisiensi pengiriman.
Kemampuan logistik yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan bisa mendukung peningkatan produksi di tambang batu bara Triaryani. Selain itu, hal ini juga akan memperkuat operasi di dermaga Marga Bara Jaya yang menjadi kawasan kunci dalam distribusi batu bara Geo Energy.
Grup ini menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan pengiriman batu bara sembari mengurangi biaya transportasi secara signifikan. Dengan langkah ini, Geo Energy menunjukkan inovasi dan adaptasi terhadap tuntutan pasar yang semakin ketat.
Sejarah dan Pertumbuhan Geo Energy dalam Industri Batu Bara
Geo Energy didirikan pada tahun 2008 dan sejak saat itu berkembang menjadi salah satu kelompok energi yang terkemuka di Indonesia. Fokus utama perusahaan ini adalah memproduksi batu bara dengan biaya rendah, yang sangat relevan dalam konteks pasar yang kompetitif.
Geo Energy terdaftar di papan utama Bursa Efek Singapura pada tahun 2012, menandai langkah signifikan dalam pertumbuhan perusahaan. Hal ini membuka akses lebih luas terhadap dana dan memperkuat kredibilitas di mata investor dan mitra bisnis.
Meskipun mengalami berbagai tantangan, Geo Energy tetap berkomitmen untuk melanjutkan ekspansi dan inovasi dalam produksi batu bara. Stabilitas harga dan permintaan global menjadi kunci bagi keberhasilan mereka di pasar internasional.
Saham Geo Energy ditutup stagnan di S$0,41 pada hari Kamis sebelum pengumuman akuisisi. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada langkah strategis yang dilakukan, pasar merespons dengan hati-hati terhadap perkembangan terbaru.
