Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk berhasil menunjukkan kinerja yang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Kinerja positif ini terlihat dari pertumbuhan aset serta pendanaan yang solid, memberikan angin segar bagi masa depan bank ini.
Dalam analisis terbaru, manajemen bank mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah dan langkah-langkah Bank Indonesia mendukung penguatan daya saing bank. Fokus utama yang diambil adalah efisiensi biaya, yang diharapkan akan memberikan dampak signifikan pada kuartal IV-2025 serta kinerja di tahun berikutnya.
“Kami juga gencar dalam mengumpulkan dana dari nasabah ritel dan menjalin kerja sama untuk pengelolaan payroll,” ujar manajemen bank. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur pendanaan yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta optimalisasi margin melalui pengelolaan harga kredit yang peka terhadap dinamika pasar.
Selain itu, potensi pertumbuhan bank terlihat jelas dengan fokus pada rantai nilai ekosistem daerah dan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Secara keseluruhan, total aset bank mengalami peningkatan sebesar 2,8% menjadi Rp215,9 triliun hingga akhir kuartal III-2025.
Di periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp160,2 triliun, sedangkan penyaluran kredit, termasuk pembiayaan, juga meningkat sebesar 3,5% menjadi Rp142,9 triliun. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pun terjaga di angka 85,3%, memperlihatkan keseimbangan antara likuiditas dan kredit yang diberikan.
Berdasarkan laporan laba rugi, bank telah melakukan pengelolaan aset dan liabilitas yang lebih prudent. Hasilnya, laba konsolidasi sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,37 triliun, berkat efisiensi dalam operasional dan optimalisasi potensi pendapatan berbasis biaya.
Dalam hal digitalisasi, bank meluncurkan produk KGB Pisan (Pinjaman ASN) yang memberikan pinjaman kepada lebih dari 5.800 debitur dalam setahun. Produk ini menawarkan kredit tanpa interaksi fisik, membuat proses lebih cepat dan efisien.
Bank ini juga sedang memperkuat sinergi antar entitas di dalam grupnya, yang melibatkan tiga anak perusahaan dan dua lembaga keuangan non-bank. Melalui kolaborasi produk dan skema berbagi biaya, bank berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas secara berkelanjutan.
Dengan komitmen terhadap keberlanjutan, bank telah mengembangkan portofolio pembiayaan hijau yang mencapai Rp15,2 triliun. Fokus utama diarahkan pada sektor-sektor yang mendukung lingkungan, UMKM hijau, dan transportasi rendah emisi, sehingga berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Menggali Potensi Pertumbuhan Melalui Pengelolaan Sumber Daya
Pihak manajemen juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif, bank berharap dapat menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.
Inisiatif dalam pengembangan produk baru pun menjadi salah satu strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui inovasi dan adaptasi terhadap permintaan pasar, bank mampu menawarkan solusi keuangan yang relevan.
Bank juga berencana mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Upaya ini diyakini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sektor keuangan serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Strategi Digital untuk Meningkatkan Layanan Pelanggan
Dalam era digital yang semakin berkembang, bank bjb memahami pentingnya transformasi digital. Komitmen terhadap inovasi teknologi menjadi prioritas untuk meningkatkan layanan kepada nasabah.
Peluncuran aplikasi mobile dan layanan online banking merupakan langkah penting yang diambil. Layanan ini tidak hanya membuat transaksi lebih mudah, tetapi juga meningkatkan pengalaman nasabah dalam berinteraksi dengan bank.
Ke depan, bank akan terus melakukan pembaruan di bidang teknologi. Dengan mengadopsi teknologi terbaru, diharapkan bank bisa memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berubah sejalan dengan perkembangan zaman.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, bank terus berupaya mengimplementasikan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pembiayaan hijau, bank berkomitmen untuk mendukung proyek-proyek yang ramah lingkungan.
Partisipasi dalam program-program sosial juga menjadi fokus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi reputasi bank itu sendiri di masyarakat.
Lebih jauh, pengembangan masyarakat lokal melalui program pelatihan dan peningkatan kemampuan menjadi salah satu cara bank berkontribusi. Dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, bank tidak hanya membantu individu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
