Jelang musim libur Natal dan Tahun Baru 2026, diminati oleh para pembeli mobil bekas. Peningkatan ini terlihat dari tren positif yang mengarah pada penjualan di tahun-tahun sebelumnya, khususnya menjelang akhir tahun yang sering dijadikan momen berbelanja keluarga.
Di antara jenis mobil yang tersedia, beberapa model tetap menjadi favorit di kalangan konsumen. Dalam konteks ini, data menunjukkan adanya preferensi tertentu, menjadikan pasar mobil bekas semakin menarik untuk diteliti.
Dalam perbandingan tahun lalu dengan tahun ini, jenis-jenis mobil yang dicari oleh masyarakat menunjukan pola yang konsisten. Sebagian besar pembeli tampaknya tetap memilih dari merek dan model yang telah terbukti kualitasnya.
Pembeli mobil bekas tentu memperhatikan berbagai faktor, termasuk harga dan kapasitas. Kombinasi antara anggaran dan kebutuhan keluarga menjadi pertimbangan utama saat memilih kendaraan.
Peningkatan Permintaan Mobil Bekas Menjelang Libur Tahun Baru
Dari analisis pasar, terlihat bahwa permintaan mobil bekas sering melonjak menjelang musim liburan. Pada bulan Desember, fenomena ini biasanya dipicu oleh perayaan Natal dan Tahun Baru, ketika keluarga berencana untuk melakukan perjalanan bersama.
Data menunjukkan bahwa, pada bulan November sebelumnya, penjualan mobil bekas mengalami kenaikan signifikan. Tren ini seharusnya terus berlanjut, dengan harapan terjadi respons positif dari konsumen di bulan Desember mendatang.
Konsumen biasanya akan mencari jenis mobil yang dapat mengakomodasi perjalanan keluarga. Dalam hal ini, mobil dengan ruang kabin yang luas menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan perjalanan selama liburan.
Favorit Konsumen di Segmen Mobil Bekas
Melihat data dari tahun ini, Toyota masih menduduki posisi teratas dalam hal popularitas di kalangan pembeli mobil bekas. Model-model seperti Kijang Innova, Avanza, dan Fortuner menjadi pilihan utama, mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.
Selain Toyota, merek Honda juga menunjukkan daya tarik tersendiri dengan model seperti HR-V dan Brio. Ini menandakan bahwa preferensi konsumen tidak hanya terbatas pada satu merek saja, tetapi juga terbuka untuk variasi lain.
Persaingan antara merek-merek mobil di segmen ini cukup ketat, dengan Suzuki dan Mitsubishi juga memiliki penggemar setia. Namun, dominasi Toyota tetap tidak tergoyahkan, menciptakan tantangan bagi merek lain untuk menarik perhatian konsumen.
Harga dan Anggaran Mobil Bekas yang Diminati
Harga yang ideal menjadi faktor kunci dalam pemilihan mobil bekas. Kebanyakan konsumen lebih memilih mobil di kisaran harga antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta, di mana investasi dianggap paling seimbang dengan kualitas.
Anggaran ini memungkinkan pembeli mendapatkan kendaraan yang tidak hanya cukup untuk transportasi sehari-hari, tetapi juga untuk kegiatan keluarga saat liburan. Ketersediaan berbagai model dalam rentang harga ini semakin memudahkan proses pengambilan keputusan.
Tren harga mobil bekas menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang lebih matang dalam menghadapi keputusan pembelian. Mereka cenderung memperhitungkan bukan hanya harga tetapi juga nilai jangka panjang dari kendaraan yang dibeli.
