Sabtu , 23 Juni 2018
Home / IGS VIDEO / [VIDEO] Tragika Akbar yang Ditelan Bulat Ular Piton
Akbar, 25 tahun, petani kelapa sawit di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang ditemukan tewas akibat ditelan bulat-bulat oleh seekor ular piton raksasa. (Foto: Dok. Grafis - IGS Berita).*

[VIDEO] Tragika Akbar yang Ditelan Bulat Ular Piton

MAMUJU (IGS BERITA) — Akbar, 25 tahun, petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas ditelan bulat-bulat ular piton (Phytonidae) raksasa atau sanca kembang, yang biasa juga disebut sanca batik, Minggu (26/3), ternyata sedang berjuang untuk keluarganya.

Alkisah, Akbar ke kebun untuk memetik kelapa sawit, lalu berniat menjualnya demi membiayai perjalanan dari Mamuju Tengah ke Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Rencananya, Akbar akan menjemput istrinya yang bernama Muna, dan anaknya.

Menurut Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi, sekitar sebulan sebelum kejadian ini, Akbar mengantar Muna ke kampung halamannya di Luwu untuk melahirkan anak kedua mereka. “Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo (Luwu) kembali jemput istrinya. Kasihan,” tutur Junaedi.

Hingga jasad Akbar dikebumikan, Selasa (28/3), kejadian ini belum diketahui istrinya, Muna. “Saat ini istrinya ada di Palopo, dan tidak bisa dikonfirmasi karena susah jaringan di tempatnya,” kata Junaedi lagi kepada wartawan, Selasa (28/3).

Ayah almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa. “Orangtuanya juga baru sampai tadi pagi (Selasa kemarin), karena dia ada di Tinambung, Polewali Mandar,” kata Junaedi. Polewali Mandar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Barat.

Warga Dengar Teriakan

Warga Desa Salubiro sempat mendengar teriakan dari kebun sawit sebelum Akbar ditemukan tewas di dalam perut ular piton raksasa. “Awalnya ini Akbar, berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.00 WITA, menuju kebun sawitnya membawa alat panen,” kata Junaedi.

Lalu, lanjut Junaedi, sekitar pukul 13.00 WITA, warga sekitar mendengar ada teriakan orang. Tapi, mereka menduga hanyalah para pemburu babi. Apalagi kemudian tak terdengar suara minta tolong, makanya tak dihiraukan.

Akbar dicurigai hilang oleh tetangganya karena tidak pulang seharian. Biasanya, Akbar kembali dari kebun di siang hari.

Saat dilakukan pencarian, Senin (27/3), sekitar pukul 22.00 WITA, warga menemukan seekor ular piton raksasa sepanjang tujuh meter di pinggir kebun milik korban.

“Pas ditangkap ini ular, sepatu laras yang dipakai Akbar terlihat jelas di perutnya ini ular. Pas dibelah perutnya ini ular, alhasil Akbar ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam perut ular itu,” kata Junaedi.

Ia menuturkan, di tubuh ular yang menerkam Akbar itu ditemukan kurang lebih sepuluh bekas sabetan parang.

 

Dimangsa Saat Panen

Berdasarkan keterangan, Akbar diduga dimangsa ular piton raksasa itu saat ia tengah memanen kelapa sawitnya. “Hasil panen sawitnya terhambur. Mungkin ini diserang dari belakang,” kata warga Mamuju Tengah, Satriawan, Selasa (28/3).

Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular yang ditangkap warga di kebun sawit korban, Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27/3).

Ular memangsa mulai kepala hingga kaki Akbar. Posisi kaki korban di lambung ular lebih dekat ke rongga mulut. Sebaliknya, kepala mayat sejurus dengan kloaka ular atau searah ekor. Celana pendek dan kaos yang dikenakan Akbar juga masih utuh saat ditelan ular. Kondisi mayat terlihat demikian setelah warga membelah ular piton tersebut.

Korban meninggalkan rumah menuju kebun sawitnya, Minggu (26/3), sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, tak kunjung kembali hingga keesokan harinya, Senin (27/3). Keluarga dan warga pun mencari keberadaan Akbar.

Saat pencarian, sekitar pukul 22.00 WITA, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik korban. Heran melihat ular berperut buncit, warga kemudian menangkap ular tersebut.

Setelah perut ular dibelah, warga kaget bukan main. Ternyata ada Akbar di perut ular itu, dan sudah meninggal dunia. “Ditemukan di lokasi kebunnya. Kasihan,” kata Satriawan, pemuda yang turut mencari Akbar.

 

Mimpi Jumpa Almarhumah Ibu

Tiga hari sebelum ditemukan tewas ditelan ular piton raksasa, Akbar bermimpi bertemu almarhumah ibunya. Akbar mengungkapkan mimpinya itu kepada Nurjaya, adik kandungnya.

“Waktu malam Jumat, menelepon ke saya, nabilang (dia berkata) mimpika (saya mimpi) ketemu ibu,” kisah Nurjaya kepada wartawan, Selasa (28/3) malam.

Nurjaya menirukan isi mimpi Akbar bahwa ibunda mereka memanggil Akbar dan rindu sama anak-anak serta cucu-cucunya.

Napanggilka ibu, dia rindu, jadi saya bilang kita mi (lah) ke sini ibu, sama cucumu di sini, karena kita selalu ini di sini (di rumah Akbar) berkumpul,” kata Nurjaya, menirukan cerita mimpi Akbar.

Nurjaya, ketika itu, tak begitu hirau akan mimpi sang kakak. “Saya tidak terlalu respon itu hari, karena saya bilang biasa memang orang mimpi,” katanya.

 

Tujuh Fakta

Berikut fakta-fakta yang dihimpun IGS Berita tentang kematian tragis ayah dua anak ini:

Pergi tak Pulang-pulang: Minggu (26/3), sekitar pukul 09.00 WITA, Akbar meninggalkan rumah menuju kebun kelapa sawitnya. Namun, tak kembali-kembali hingga keesokan harinya, Senin (27/3). Keluarga dan warga pun mencari keberadaan Akbar. Saat pencarian, sekitar pukul 22.00 WITA, warga setempat menemukan seekor ular piton di kebun milik korban. Heran melihat ular berperut buncit, warga kemudian menangkap ular tersebut. Setelah perut ular itu dibelah, warga menemukan jasad Akbar.

Hasil Panen Sawitnya Berhamburan: Warga meyakini, Akbar diterkam ular raksasa saat tengah memanen kelapa sawit. Diperkirakan Akbar sempat melakukan upaya perlawanan. “Hasil panen sawitnya terhambur, mungkin ini diserang dari belakang,” kata warga Mamuju Tengah, Satriawan, Selasa (28/3).

Belum Diketahui Istri: Hingga jasad Akbar dikebumikan, Selasa (28/3), ternyata kejadian ini belum diketahui istrinya, Muna. “Saat ini istrinya ada di Palopo dan tidak bisa dikonfirmasi karena susah jaringan di tempatnya,” kata Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi, Selasa (28/3). Menurut Junaedi, sebelum meninggal atau sekitar sebulan lalu, Akbar mengantar istrinya Muna ke kampung halamannya di Palopo (sekitar 300 km dari Polman) untuk melahirkan anak kedua mereka. “Saat (istri) selesai melahirkan, Akbar kembali ke sini. Jadi, rencananya ini, Akbar pergi panen sawitnya karena mau ke Palopo kembali jemput istrinya,” tutur Junaedi. Orangtua almarhum juga tidak berada di Mamuju Tengah saat kejadian maut itu menimpa. “Bapaknya juga baru sampai tadi pagi, karena dia ada di Tinambung Polewali Mandar,” kata Junaedi.

Mimpi Ketemu Almarhumah Ibunya: Tiga hari sebelum ditemukan tewas ditelan ular piton raksasa, Akbar mimpi bertemu almarhumah ibunya. Akbar mengungkapkan mimpinya kepada Nurjaya, adik kandung almarhum Akbar. “Waktu malam Jumat, menelpon ke saya, nabilang (dia berkata) mimpika (saya mimpi) ketemu ibu,” cerita Nurjaya, Selasa (28/3) malam.

Teriakan Minta Tolong: Warga Desa Salubiro sempat mendengar teriakan dari kebun sawit sebelum Akbar ditemukan di perut ular piton. Hal itu disampaikan Sekretaris Desa Salubiro Junaedi saat menceritakan kronologi sebelum dan setelah Akbar diterkam ular raksasa itu. “Awalnya ini Akbar, berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.00 WITA, menuju kebun sawitnya membawa alat panen,” kata Junaedi, Selasa (28/3). “Warga di sini dengar orang teriak sekitar pukul 13.00 WITA, tapi dikiranya orang pemburu babi,” tambahnya.

Jasad Utuh: Jasad Akbar ditemukan utuh di perut ular. Ular memangsa mulai kepala hingga kaki Akbar. Baju, celana, hingga sepatu boot Akbar juga ditemukan utuh di perut ular.

Ular 7 meter: Akbar ditemukan tewas di dalam perut ular Piton sepanjang tujuh meter.

Di tempat terpisah, seorang keluarga Akbar, Mursalim, mengungkapkan, ular raksasa memang kerap ditemukan di kawasan kebun sawit tersebut.

“Di sini memang sering ditemukan ular piton raksasa. Tapi baru ini pernah kejadian telan orang,” kata Mursalim.

Pada tahun 1990-an, lanjut Mursalim, warga setempat pernah menemukan ular serupa di daerah tersebut. Ketika itu, lahan sawit baru dibuka.

“Sekitar tahun 1990, saat warga sekitar mulai membuka lahan sawit, pernah juga ditemukan ular piton raksasa di sini,” katanya. “Berikutnya, pada tahun 2001, juga ditemukan ular piton raksasa sepajang sembilan meter lebih,” cerita Murslim. (red).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Tender Jasa Kamtib Pasar Kenari (Jakpus) Gagal, Syarat Janggal akan Dievaluasi Ulang

JAKARTA (IGS BERITA) — Proses lelang Pengadaan Jasa Keamanan dan Ketertiban Pasar Kenari Jakarta Pusat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *