Rabu , 16 Januari 2019
Home / INVESTIGASI / Upah Petugas Pasar: Meningkat, Tapi Masih di Bawah UMP

Upah Petugas Pasar: Meningkat, Tapi Masih di Bawah UMP

JAKARTA (IGS BERITA) — Di bulan Juli 2017 ini, upah para petugas kebersihan dan keamanan pasar di wilayah Jakarta Timur sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, meski angkanya masih tetap berada di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Saat ini, standar UMP DKI Jakarta tercatat berada di angka Rp 3.355.375 per bulan.

BACA JUGA:

Berdasarkan penelusuran IGS Berita ke beberapa pasar di wilayah Jakarta Timur, diperoleh informasi adanya peningkatan upah yang diterima para petugas kebersihan.

Di Pasar Jatinegara, Pramuka, dan Palmeriam, para petugas kebersihan kini menerima upah sebesar Rp 3,1 juta —tinggal berselisih Rp 250 ribu dari standar UMP DKI Jakarta. Sebelumnya, mereka hanya menerima upah sebesar Rp 2 jutaan, atau berselisih sekitar Rp 1,35 juta dari standar UMP yang ditetapkan bagi DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, gaji yang kami terima sudah naik. Pembayarannya pun sudah dilakukan melalui transfer bank. Saya tinggal mengambilnya melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri –red),” kata salah seorang petugas kebersihan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, kepada IGS Berita, Kamis (6/7). Tapi ia mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan.

Sementara itu, Manajer Unit Pasar (UP) Palmeriam, Rosi, mengakui, masih adanya pemotongan sebesar Rp 250 ribu itu karena jumlah petugas kebersihan di lapangan belum cocok dengan volume tenaga kerja yang terdapat dalam kontrak di tangan perusahaan penyedia.

“Dalam SPK-nya 8 orang, sementara di lapangan ada 9. Jadi, potongan Rp 250 ribu dari yang 8 orang itu diberikan kepada satu rekan mereka yang tidak ter-cover dalam kontrak. Rencananya, perusahaan penyedia (PT. Provices Indonesia) akan mengalihkan tenaga yang satu orang itu ke Pasar Kampung Ambon,” kata Rosi kepada IGS Berita.

Pernyataan Rosi itu dibenarkan para petugas kebersihan di Pasar Palmeriam. “Betul, Bang. Kami menyisihkan Rp 250 ribu per orang untuk diberikan kepada seorang teman sesama petugas kebersihan di sini yang upahnya tidak teranggarkan,” katanya.

Saat ini, untuk wilayah Jakarta Timur, PT. Provices Indonesia telah mengantungi kontrak pengadaan tenaga kebersihan selama 3 tahun (2017-2020) dari PD Pasar Jaya. Perusahaan itu memenangi proses tender dengan penawaran sekitar Rp 38,27 miliar untuk periode 2017-2018.

 

Upah Tenaga Keamanan

Di lain pihak, meski sama-sama mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebagaimana rekannya di bidang kebersihan, upah para tenaga keamanan di sejumlah pasar di wilayah Jakarta Timur masih berselisih cukup jauh dengan standar UMP DKI Jakarta.

Para petugas keamanan di Pasar Cibubur, misalnya, di bulan Juli 2017 ini menerima upah sebesar Rp 2,4 juta atau masih berselisih sekitar Rp 950 ribu dari standar UMP DKI Jakarta yang telah ditetapkan.

Berdasarkan investigasi IGS Berita, upah senilai Rp 2,4 juta itu merupakan peningkatan dari angka sebelumnya yang berkisar antara Rp 1,2 – 1,6 juta.

Seperti juga di bidang kebersihan, untuk penyediaan tenaga keamanan di wilayah Jakarta Timur ini, PD Pasar Jaya telah mengikat kontrak selama tiga tahun (2017-2020) dengan sebuah perusahaan, yakni PT. RPK, melalui proses lelang.

Dalam hal pembayaran upah petugas keamanan di Pasar Cibubur yang masih Rp 2,4 juta itu, Direktur Utama PT. RPK menyatakan, hal tersebut akibat belum sesuainya antara jumlah tenaga di lapangan dengan yang terdapat pada kontrak.

“Di Pasar Cibubur, atas pertimbangan kemanusiaan, kami belum bisa melakukan pengurangan tenaga keamanan. Sehingga, upah dari para tenaga keamanan itu menjadi terbagi untuk mengatasi rekan-rekannya yang tidak teranggarkan dalam kontrak,” katanya kepada IGS Berita, Selasa (11/7).

Namun, lanjutnya, di pasar-pasar yang jumlah tenaga keamanannya sudah sesuai dengan kontrak, PT. RPK membayarkan upah mereka sesuai standar UMP DKI Jakarta, Rp. 3,35 juta.

“Sistem pembayarannya, kami menerima giro dari PD Pasar Jaya, lalu kami mentransfer upah tersebut ke rekening bank masing-masing petugas,” katanya lagi.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1691/-1.824.554 tertanggal 8 Mei 2017.

Melalui SE itu, Arief Nasrudin mendesak semua perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di lingkungan PD Pasar Jaya untuk memberikan upah sesuai standar UMP DKI Jakarta.

Bila aturan itu dilanggar, PD Pasar Jaya mengancam akan melakukan pemutusan kontrak, diikuti dengan pemberian sanksi berupa pencantuman dalam daftar hitam (blacklist) bagi perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.

Terkait masih adanya pembayaran upah di bawah standar UMP DKI Jakarta, meski relatif sudah meningkat dibanding sebelumnya, Arief Nasrudin menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu.

“Saya coba panggil management-nya segera, Mas,” kata Arief Nasruddin kepada IGS Berita, Selasa (11/7) pagi. (jfm/tom/yhr).*

Pemerintah Kabupaten Pacitan

About Yukie Rushdie

Check Also

Fase Baru Anak Krakatau Bisa Mematikan

JAKARTA | IGS BERITA | Erupsi Anak Krakatau disebut sebagai penyebab longsor bawah laut yang …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: