Selasa , 18 September 2018
Home / NASIONAL / Ungkap Marpaung: “Gerakan Anti-Korupsi Takkan Pernah Berhenti!”

Ungkap Marpaung: “Gerakan Anti-Korupsi Takkan Pernah Berhenti!”

MEDAN (IGS BERITA) – Selama “tikus-tikus” yang menggerogoti keuangan negara masih gentayangan mencari mangsa, berbagai gerakan anti-korupsi takkan pernah berhenti. Bahkan, di negara dengan indeks korupsi terendah sedunia pun, seperti Denmark, gerakan anti-korupsi – lewat Folketingets Ombudsmand atau Danish Parliamentary Ombudsman yang didirikan pada tahun 1955 – tetap dibutuhkan, sebagai kontrol.

ungkap-marpaung-2-oke“Kalau Denmark dan Selandia Baru saja, yang sudah diakui sebagai negara terbersih di dunia, masih melengkapi diri dengan gerakan anti-korupsi, apalagi di Indonesia, yang hingga detik ini masih masuk kategori negara terkorup dalam indeks korupsi versi Transparency International (TI),” kata Ungkap Marpaung, salah seorang aktivis anti-korupsi dan tokoh lembaga swadaya masyarakat Indonesia, kepada IGS Berita di Medan, Sumatera Utara, Minggu (6/11).

Salah satu sumber korupsi terbesar, lanjut suami dari Hinsa Br. Gurning ini, adalah dana APBD dan APBN. Ini wajar, karena tindak pidana korupsi memang baru “sah” bila memenuhi unsur keuangan negara atau daerah.

Maka, menurut Ungkap, 47, mekanisme pengawasan terhadap penggunaan APBD dan APBN mutlak harus menjadi prioritas.

“Selama ini, kasus-kasus yang terbongkar sebagian besar berujud tindak pidana penyuapan, gratifikasi, atau pelanggaran administratif seperti penyalahgunaan jabatan, yang kerap hanya melahirkan kebijakan mutasi atau degradasi. Betul, semua itu dalam konteks pencegahan terhadap terjadinya tindak pidana korupsi. Tapi, bagaimana dengan aksi pemberantasan terhadap tindakan murni korupsinya sendiri yang sudah melahirkan kerugian keuangan negara?” kata Ketua LSM Pendoa Indonesia ini lagi, yang namanya sempat meroket ketika menjungkalkan Bupati Toba Samosir (Sumut), Pandapotan Kasmin Simanjuntak, dan turut berperan aktif membongkar korupsi berjamaah perjalanan dinas para anggota DPRD Kabupaten Langkat.

Dalam pandangan ayah dari tiga anak ini, yang juga merupakan Ketua Aliansi Anak Rantau Siantar Narumonda (AARSN), gerakan anti-korupsi di Indonesia masih berbenturan dan berhimpitan dengan berbagai kepentingan.

Ia melihat, perebutan jabatan-jabatan strategis di lembaga-lembaga yang berkompeten dengan pemberantasan tindak pidana korupsi selalu menimbulkan kegaduhan yang luar biasa. Hal itu, menurutnya, tak lepas dari pergulatan kepentingan para orang besar yang selama ini menjadi “sutradara” di balik berbagai kasus korupsi berskala mega-skandal.

“Adalah bohong besar kalau di balik kasus-kasus mega-korupsi itu tidak ada keterlibatan tokoh-tokoh penting di negeri ini. Kalau tidak percaya, tanyakanlah kepada pion-pion yang kini mendekam di bui, seperti Nazaruddin, Gayus Tambunan, Angelina Sondakh, Andi Malarangeng, dan sebagainya. Nyanyian merdu para pion itu bukannya tak terdengar atau didengar, tapi kerap dinyatakan fals atau salah nada,” kata Ungkap lagi, satir. (yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Antikorupsi

Aplikasi Antikorupsi Kang Emil Pincut Hati KPK

JAKARTA (IGS BERITA) — Aplikasi antikorupsi buatan Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil, ternyata sukses …

Tinggalkan Balasan