Minggu , 23 September 2018
Home / DAERAH / Tim Gabungan Dinsos-Polres-Satpol PP Kota Bogor Tertibkan Lokasi “Jajan Seks”
Para petugas Dinas Sosial Kota Bogor mengidentifikasi para terduga Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjading dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Foto: Fikri Jaka Irmana _ IGS Berita).*

Tim Gabungan Dinsos-Polres-Satpol PP Kota Bogor Tertibkan Lokasi “Jajan Seks”

KOTA BOGOR (IGS BERITA) — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, bekerjasama dengan anggota kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menggelar operasi penertiban di beberapa lokasi yang diduga kerap menjadi arena “jajan seks” para pria hidung belang, wanita-wanita Pekerja Seks Komersial (PSK), maupun kaum waria, Selasa (27/2/2018) malam.

Dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan Dinsos, Satpol PP, dan anggota Polres Kota Bogor itu, terdapat sekitar 6 orang PSK dan 7 waria yang berhasil diamankan.

Menurut Sekretaris Dinsos Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, SE., MM., kegiatan itu merupakan program tetap tahunan yang tertera dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Bukan hanya terhadap PSK, tapi juga waria, gelandangan, pengemis, dan sebagainya, sebagai bagian dari program rehabilitasi sosial.

“Kegiatan rehabilitasi sosial yang ada di Dinsos Kota Bogor mencakup penanganan terhadap 26 PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Salah satunya diujudkan dalam kegiatan seperti ini,” kata Juniarti Estiningsih di lokasi, Selasa (27/2/2018) malam, didampingi Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakperda) Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendar.

Ia menuturkan, sasaran dari kegiatan itu adalah para PSK yang memang menjajakan dirinya di jalanan. Setelah didapatkan sasaran dari aksi penjaringan ini, barulah dilakukan pembinaan.

“Sasaran dari pembinaan kita berbeda dengan Satpol PP, yang ketika seorang pelanggar Perda sudah membayar denda bisa langsung bebas. Sementara di kami, bila dari para PSK ini memang teridentifikasi menjurus ke arah sana, maka mereka akan kami bawa ke panti yang berlokasi di Cibadak untuk dilakukan rehabilitasi. Di sana mereka diberikan pembinaan yang sesuai dengan keterampilan serta keinginannya masing-masing,” kata wanita yang akrab disapa Esti ini.

Biasanya, lanjut Esti, mereka yang terjaring adalah orang-orang yang termasuk dalam kriteria 26 PMKS, berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan secara ekonomi, dan tidak memiliki keterampilan. (fji).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Training Center UNJ

Diduga Menyimpang, KPK Diminta Periksa Proyek Training Center UNJ

JAKARTA (IGS BERITA) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta turun tangan memeriksa dugaan penyimpangan dan …

Tinggalkan Balasan