Senin , 10 Desember 2018
Home / DAERAH / Syarat “Aneh” Tender Proyek di Pemkab Taput
Gambar Three Wheel Roller. Jenis Alat yang akan digunakan Pemkab Taput melaksanakan proyek pembangunan jalan dengan lapisan penetrasi, Tahun Anggaran 2018. (Foto: Ilustrasi/IGSBERITA).*
Gambar Three Wheel Roller. Jenis Alat yang akan digunakan Pemkab Taput melaksanakan proyek pembangunan jalan dengan lapisan penetrasi, Tahun Anggaran 2018. (Foto: Ilustrasi/IGSBERITA).*

Syarat “Aneh” Tender Proyek di Pemkab Taput

MEDAN (IGSBERITA) – LSM Pendoa mengungkap adanya persyaratan aneh pada  tender proyek di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Tender proyek dimaksud adalah 12 paket proyek peningkatan jalan dengan lapisan penetrasi (lapen) Tahun 2018 senilai Rp 5,7 miliar.

Ungkap Marpaung, Ketua LSM Pendoa mengatakan, keanehan berawal dari dokumen pengadaan yang menentukan syarat bahwa seorang personil inti harus memiliki dua keahlian sekaligus.

“Ada persyaratan seorang personil inti wajib memiliki dua sertifikat keahlian sekaligus. Harus satu orang. Kalau keterampilan personil inti yang ditawarkan dimiliki dua orang, maka digugurkan. Apa bedanya kalau personil intinya ada dua, kan harusnya yang diperlukan adalah keahliannya? Aneh!,” kata Ungkap Marpaung.

Kejadian itu diakui peserta lelang Leonardo Sitorus, SE., Direktur CV TB. Dikatakannya, karena syarat tersebut, perusahaannya tidak mampu mengikuti tender.

“Perusahaan saya sudah mendaftar sebagai peserta lelang awal bulan lalu. Tapi setelah mencermati persyaratan dalam dokumen, kami tidak mampu memenuhi syarat personil inti, karena itu syarat baru. Menurutku sih aneh syaratnya,” kata Leonardo Sitorus kepada IGSBERITA di Medan, Jumat (5/10/2018).

Leonardo Sitorus menambahkan bahwa personil inti tersebut harus dihadirkan saat pembuktian kualifikasi. Dia menilai seharusnya yang membuktikan kehadiran personil inti adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK.

“Lebih aneh lagi, personil inti wajib dihadirkan. Padahal yang berwenang mengawasi kehadiran tenaga ahli kan PPK, bukan pokja. Dan itu dibuktikan saat pelaksanaan proyek, bukan saat pelelangan,” tambah Leonardo.

Keberatan dengan hasil lelang

Martin Fernando ButarButar, Direktur CV Oloba, yang digugurkan dalam pelelangan menyampaikan keberatan tentang jalannya pelelangan melalui sanggahan kepada Pokja 5 Jasa Konstruksi Pemkab Taput.

Dalam sanggahan disampaikan bahwa penetapan syarat personil inti dan kepemilikan aspal tidak berdasar hukum. Namun sanggahan CV Oloba dinyatakan tidak benar oleh pokja dalam jawaban sanggahan.

“Iya benar kami keberatan dan menyanggah hasil pelelangan. Tapi jawaban pokja mengatakan semua syarat sudah sesuai prosedur dan sanggahan kami dianggap tidak benar,” ujar Martin Fernando ButarButar.

Akan Menggugat di Pengadilan

Meski sanggahannya ditolak, Martin mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk membawa permasalahan tender di Pemkab Taput ke Pengadilan.

Alasannya, dia mengaku bahwa perusahaannya telah beberapa kali mengikuti pelelangan di Pemkab Taput tetapi selalu dikalahkan.

“Kejadian ini sudah berulang-ulang sehingga kami merasa dijolimi. Jadi kami akan mempertimbangkan untuk menggugat pokja di pengadilan,” kata Martin saat dihubungi IGSBERITA, Jumat (5/10/2018).

Kejadian Terkordinir

Menanggapi hal itu, Ungkap Marpaung, Ketua LSM Pendoa mengatakan, bahwa kejadian seperti pelelangan di Pemkab. Tapanuli Utara adalah kejadian terkordinir. Hal itu disimpulkan setelah berbagai kejadian pelelangan yang kerap mempersulit peserta lelang.

“Kalau memperhatikan kejadian-kejadian terkait persoalan pelelangan di (Pemkab) Taput yang kerap mempersulit peserta lelang, menjadi indikasi bahwa kejadian seperti ini (syarat “aneh”) adalah kejadian terkordinir yang mungkin dikendalikan oleh pihak tertentu,” kata Ungkap Marpaung.

Lebih lanjut, Ungkap menghimbau agar pihak berwenang memeriksa pejabat terkait pengadaan barang/jasa di Pemkab Taput sesuai laporan-laporan masyarakat.

“Diperiksa saja sesuai laporan-laporan masyarakat dan kontraktor. Kan ada inspektorat, TP4D dan Kepolisian,” lanjut Ungkap.

Kejadian ini telah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapanuli Utara, tetapi hingga berita ini ditayangkan, tidak menjawab. (mps).*

Dog Hallow Fest

About Mampe Sirait

Check Also

Lagi Cari Orangtua, Bocah Difabel Tersambar KA

YOGYAKARTA | IGS BERITA | Seorang bocah difabel berinisial TGR (14) tewas tersambar kereta api …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: