Rabu , 16 Januari 2019
Home / DAERAH / Sutrisno | Sang ‘Pahlawan Infrastruktur’ Tanpa Bintang
Sendirian, Sutrisno menambali lubang-lubang jalan dengan batu dan tanah | Foto SULUH APRIYANTO | IGS BERITA |

Sutrisno | Sang ‘Pahlawan Infrastruktur’ Tanpa Bintang

PACITAN | IGS BERITA | Sutrisno, warga Dusun Karang, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pantas mendapat julukan “Pahlawan Infrastruktur Tanpa Bintang”.

Pria berusia 40 tahun ini, yang keseharianya bekerja sebagai petani dan buruh bangunan, ikhlas menambali jalan penghubung Desa Kembang ke Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Ia menambali lubang-lubang itu dengan batu dan tanah.

“Niat saya menambali jalan ini supaya pengendara, baik roda dua maupun roda empat, bisa melintasinya dengan nyaman dan lancar. Lebih penting lagi, supaya para pengguna kendaraan roda dua tidak terjatuh,” ucap lelaki yang akrab disapa Sutris ini kepada IGS Berita, Selasa (11/12/2018).

Jalanan yang menanjak dan berkelok itu kian rusak dan berlubang akibat gerusan air saat hujan deras mengguyurnya beberapa hari lalu.

Lubang sedalam kurang lebih 50 cm tersebut tentunya bisa membahayakan para pengendara, khususnya roda dua.

 Apalagi, ruas jalan itu sendiri memang sudah dikenal rawan menimbulkan kecelakaan sepeda motor.

Lubang bertumbuhan di sana sini, sementara perawatan, baik dari pemerintah maupun swadaya masyarakat, sangatlah minimal.

Setiap pagi Sutris mengonsumsi jalan itu, mengantar istrinya yang menjadi buruh di pasar. Dan, setiap kali melintas di situ, ia selalu dihinggapi rasa kurang nyaman dan waswas, apalagi kalau berpapasan dengan pengendara lain.

Akhirnya, ia mengambil inisiatif, menambali lubang-lubang pada jalan itu dengan batu yang didapatinya di sekitar sana.

“Ya, siapa yang tidak takut dengan kondisi jalan seperti ini. Tanjakan, berkelok, dan berlubang. Apalagi jalan ini tidak ada (pagar) pengamannya. Talut di tengah-tengah tanjakan juga jebol dari tahun lalu, belum ada perbaikan sampai sekarang. Kalau jatuh, terus masuk ke bawah jalan, ya bisa mati, atau paling tidak setengah mati,” jelas Sutris.

Ironisnya, niat ikhlas Sutris itu masih saja melahirkan pihak yang nyinyir. Bahkan, menurutnya, ada yang sampai tega mengatainya sudah tidak waras.

“Orang bilang gitu, ya biarin ajalah. Toh dia juga masih make jalan ini. Harusnya dia itu mikirlah. Terus terang, saya sendiri tidak mengharapkan imbalan atau pujian,” tegas Sutris.

Salah seorang warga sekitar, Eko (35), mengakui, bukan satu-dua kali Sutris membenahi jalan yang rusak dan berlubang itu.

“Dari dulu, setiap kali jalan ini rusak, Pak Sutris juga yang membenahi. Saya sebenarnya merasa malu. Seharusnya kan masyarakat pengguna jalan ini juga ikut membantu. Ya, paling tidak kerja baktilah. Apalagi jalan ini memang milik Desa Kembang, meski yang paling sering menggunakannya justru warga Desa Plumbungan,” ungkap Eko. |APR|

Pemerintah Kabupaten Pacitan

About Mega Puspita

Check Also

Petani Pusing, Material Proyek JLS Timbun Saluran Air

PACITAN | IGS BERITA | Para petani di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: