Sabtu , 15 Desember 2018
Home / DAERAH / Sungai Grindulu Gerus 4 Hektar Tanah Kena Pajak
Seorang warga masyarakat menunjukkan lokasi lahan-lahan yang lenyap tergerus Sungai Grindulu | Foto SULUH APRIYANTO | IGS Berita |

Sungai Grindulu Gerus 4 Hektar Tanah Kena Pajak

PACITAN | IGS BERITA | Perlahan tapi pasti, aliran air Sungai Grindulu terus menggerus lahan-lahan milik warga di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang selama ini sudah dikenai pajak.

Slamet Riyadi (40), Kepala Dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan, mengatakan, hingga saat ini, sudah ada sekitar 4 hektar tanah kena pajak yang “lenyap” tergerus aliran air Sungai Grindulu.

“Dulu, aliran Sungai Grindulu itu lurus. Sekarang berkelok-kelok. Akibatnya, tanah di bagian timur tergerus, dan sudah mencapai jalan menuju bakal pelabuhan niaga di Pantai Gelon,” kata Slamet, saat dijumpai IGS Berita, Senin (26/11/2018).

Tak kurang dari 4 hektar lahan, yang tercatat dalam 45 SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) dan dimiliki 30 warga, kini tak ada lagi ujudnya.

Namun, sebagian dari para pemilik tanah itu masih ada yang terus membayar pajaknya. Hal itu diungkapkan salah seorang pemilik lahan yang enggan disebutkan namanya.

“Sampai tahun lalu, 2017, saya masih bayar pajaknya. Tapi tanahnya sudah tidak ada. Tahun ini, 2018, saya sudah malas bayar. Lha buat apa lagi bayar, wong tanah saya itu hilangnya juga sudah dari beberapa tahun lalu, kok. Harusnya pemerintah itu melihatlah kondisinya (Sungai) Grindulu ini sekarang seperti apa. Kita masih butuh lahan pangan, lho,”ungkapnya.

Sungai Grindulu pun terus menggerus jalan yang melintas di tepiannya | Foto SULUH APRIYANTO | IGS Berita |

Melihat kondisi sungai yang semakin menjorok ke arah timur, banyak warga yang ketakutan. Pasalnya, bila terus berlanjut tanpa adanya normalisasi, gerusannya itu dikhawatirkan akan sampai ke area persawahan di sebelah timur Sungai Grindulu.

Dedi (55), salah seorang warga Desa Kembang yang memiliki lahan persawahan di sebelah timur Sungai Grindulu, merasa khawatir juga melihat situasi Sungai Grindulu yang terus menggerus ke arah timur. Ia takut lahan persawahannya akan berubah menjadi sungai.

“Ya, siapa yang tidak khawatir kalau melihat sungai itu terus melebar ke arah timur? Lama-lama, kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, saya yakin hamparan sawah seluas puluhan hektar ini pun bakal jadi sungai,” tuturnya.

Tembok penahan air pun dinilai masyarakat tidak terlalu bermanfaat. Karena, menurut mereka, tembok penahan itu hanyalah kesia-siaan. Faktanya, baru berapa bulan dibangun, tembok itu sudah banyak yang roboh.

Menurut penilaian warga, selama di kawasan barat tanaman kayu sengon laut tidak ditebang, maka Sungai Grindulu tidak akan aman, karena ia akan terus menggerus ke timur. |APR|

Dog Hallow Fest

About Mega Puspita

Check Also

Diduga Aniaya Anak, Habib Bahar Dipolisikan

BOGOR | IGS BERITA | Habib Bahar bin Smith diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: