Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / INVESTIGASI / Soal Upah Satpam di Bawah UMP, Dirut PD Pasar Jaya Undang LSM PAN
Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin (Foto: Dok. IGS Berita).*

Soal Upah Satpam di Bawah UMP, Dirut PD Pasar Jaya Undang LSM PAN

JAKARTA (IGS BERITA) — Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, hari ini, Selasa (23/5), mengundang Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Anggaran Negara (LSM PAN) untuk melakukan audiensi terkait masalah pembayaran upah tenaga satuan pengamanan (satpam) pasar-pasar di DKI Jakarta yang masih berada di bawah standar Upah Minimum Propinsi (UMP).

BACA JUGA:

Menurut rencana, acara audiensi itu akan diselenggarakan di Ruang Rapat Serbaguna PD Pasar Jaya, Jalan Cikini Raya Nomor 90, Jakarta Pusat, mulai pukul 10.30 WIB.

Undangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat LSM PAN Nomor 106/LSM-PAN/IV/2017 tanggal 26 April 2017, perihal Permohonan Audiensi dalam Konteks Peran Serta Masyarakat terhadap Pengawasan Jasa Pengawai Satpam di Pasar-pasar di DKI Jakarta.

“Kami sudah menerima dan menyambut baik undangan dari Dirut PD Pasar Jaya itu. Setidaknya, hal itu menunjukkan adanya iktikad dari pihak PD Pasar Jaya untuk menyikapi masalah upah para tenaga satpam tersebut secara serius. Ini tentu merupakan hal yang sangat positif,” kata Thomson Sirait, Ketua Umum LSM PAN, yang selama ini gigih memperjuangkan nasib para petugas satpam di lingkungan pasar se-DKI Jakarta, kepada IGS Berita, Senin (22/5).

Menurut Thomson, masalah ini menjadi sangat krusial untuk segera dicari jalan keluarnya karena menyangkut hak hidup, hak bekerja, dan hak mendapat upah yang layak bagi ribuan tenaga satpam di bawah tanggung jawab PD Pasar Jaya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PD Pasar Jaya melakukan metoda pemihak-ketigaan (outsourcing) dalam penyediaan tenaga satpam. Mekanisme pengupahannya dilakukan melalui perusahaan-perusahaan penyedia jasa tenaga satpam tersebut.

Berdasarkan penelusuran LSM PAN, ditemukan fakta-fakta miris, di mana para tenaga satpam tersebut menerima upah jauh di bawah standar UMP DKI Jakarta (kini tercatat Rp 3,35 juta per bulan). Rata-rata hanya menerima sekitar Rp 2 jutaan per bulan, bahkan ada yang Rp 1,2 juta.

Para tenaga satpam itu pun tidak menerima upahnya melalui sistem transfer melalui rekening Bank DKI.

Persoalan tersebut diduga sudah berjalan bertahun-tahun. Faktanya, pada tahun 2015, Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Veri Younevil, menyatakan adanya pengaduan dari para petugas satpam di lingkungan PD Pasar Jaya yang hanya menerima upah Rp 1,8 juta per bulan. Padahal, UMP DKI Jakarta pada saat itu adalah Rp 2,7 juta per bulan. (jfm/yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Dua 'Jenderal Kardus'

Dua ‘Jenderal Kardus’ Agendakan Pertemuan Darurat

JAKARTA (IGS BERITA) — Dua pucuk pimpinan partai politik, Prabowo Subianto (Gerindra) dan Susilo Bambang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *