Senin , 18 Juni 2018
Home / DAERAH / Sinta Melyati vs Ridho Ficardo: Dari Pesawaran Hingga Bandung (6)

Sinta Melyati vs Ridho Ficardo: Dari Pesawaran Hingga Bandung (6)

Ringkasan episode sebelumnya: Sejak pergumulan cinta di kamar Hotel Amarrosa Cosmo, yang telah sekaligus merenggut kesucian dari diri Sinta Melyati, hubungannya dengan Ridho Ficardo seolah tak lagi berbatas. Bahkan, posisi Ridho sendiri, yang terhitung sejak tanggal 2 Juni 2014 sudah resmi menjabat sebagai Gubernur Provinsi Lampung, tak dijadikan penghalang. Meski demikian, janji Ridho untuk menikahi Sinta, tetaplah bertahan menjadi cerita kosong penuh dalih. Percakapan ke arah itulah yang menurut Sinta akhirnya sering meletupkan perselisihan. Pasalnya, setiap kali membahas hal itu, Ridho selalu berdalih dan merangkai ratusan kalimat menghindar. September 2016, Ridho Ficardo meminta Sinta Melyanti menemaninya di Bandung. Kamar nomor 611 di Trans Luxury Hotel, yang dipesan atas nama Marlyn, sudah disiapkan sebagai tempat untuk bermalam. Tempat inilah yang kemudian menjadi salah satu titik paling penting dari pergumulan Sinta Melyati vs Ridho Ficardo hingga sekarang. Apa yang terjadi di kamar nomor 611 dari Trans Luxury Hotel Bandung itu? (red).*

 

DI Bandung, di tengah-tengah suasana sportif dalam balutan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, September 2016, Gubernur Ridho Ficardo —yang juga Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Lampung— secara sembunyi-sembunyi bermalam bersama Sinta Melyati di kamar 611 Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Nomor 289, yang dipesan atas nama Marlyn.

Dari Singapura, selepas mengisi masa liburan pendeknya, Sinta Melyati melakoni perjalanan lumayan panjang yang sungguh melelahkan, hingga akhirnya tiba di Kota Kembang Bandung ketika langit sudah sangat larut.

Sinta pun, dalam lelahnya yang tak terperikan, segera memasuki kamar 611 Trans Luxury Hotel, yang sudah disiapkan Ridho dengan dipesan atas nama Marlyn. Tak lama kemudian, sang Gubernur yang juga Ketua KONI Lampung itu pun datang bergabung bersamanya.

Malam itu, menurut pengakuan Sinta, acara lepas kangen sempat diwarnai percekcokan. Pasalnya, di antara rasa lelah yang belum pulih, Sinta diminta Ridho melayani hasrat cintanya, sebagaimana biasa mereka lakukan setiap kali bertemu.

Sinta sempat menyampaikan penolakannya, karena memang sedang kedatangan tamu rutin bulanan. Ridho tidak percaya pada alasan penolakan Sinta itu. Ujung-ujungnya, mereka tetap melakukan proses “pembuktian cinta” itu.

Setelah tuntas, barulah Ridho percaya bahwa perangkat Sinta memang sedang “dalam kunjungan”. Tapi, rupanya, tingkat kerinduan Ridho kepada Sinta belum sepenuhnya terobati.

Setelah rehat beberapa jenak, sambil berbaringan di atas ranjang empuk kamar 611 Trans Luxury Hotel, dialog-dialog pengantar tidur pun bermunculan. Tiba-tiba, Ridho kembali mengajak Sinta untuk memadu cinta melepas kangen.

Perdebatan sempat meletup lagi. Ridho menumpahkan kekesalannya. Mulai dari soal lampu kamar yang dianggap terlalu terang, sampai perkara “perabot” Sinta yang (seharusnya) dibiarkan reses dulu. Namun, apa daya, segala kondisi kurang menyamankan itu ternyata masih kalah dengan bara api yang membakar syahwat.

Perlahan tapi pasti, seraya melemaskan otot-otot yang tegang, keduanya kemudian mencoba saling menyatukan hati, rasa, dan raga. Namun, entah kenapa, meski sudah berusaha, Sinta mengaku kurang bisa menikmati kemesraan yang mereka jalani malam itu.

Dan, ternyata, malam itu pun akhirnya menjadi puncak emosi kekesalan Sinta kepada Ridho. Tak jelas, apa yang sebetulnya menjadi pemicu utama. Apakah soal uang yang diberikan Ridho kepada Sinta? Ataukah masalah perlakuan lainnya?

Yang pasti, Sinta memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Ridho, dinihari itu juga. Kamar 611 Trans Luxury Hotel Bandung pun, secara tidak terduga, berujung dengan menjadi titik awal perseteruan panas Sinta Melyati vs Ridho Ficardo, hingga hari ini.

 

Kembalikan Uang

Melalui komunikasi pesan-pesan singkat, Sinta Melyati melampiaskan amarah dan kekesalannya kepada Ridho Ficardo. Di antara kemarahannya itu, tercurah salah satu maksud Sinta yang ingin mengembalikan uang pemberian Ridho.

Bahkan, bila Ridho tak memberikan nomor rekening untuk pengembalian uang tersebut, Sinta menyatakan akan membuang rupiah-rupiah itu.

Lantas, langkah apa yang kemudian diambil Sinta? Bagaimana pula reaksi Ridho terhadap langkah Sinta itu? Ikuti terus kisahnya, hanya di IGS Berita(Bersambung/yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Riwayat Para “Predator” Layanan Kesehatan Masyarakat di Jakarta

Oleh YUKIE H. RUSHDIE   PROYEK raksasa bernilai ratusan miliar, yang dikucurkan Pemerintah Provinsi DKI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *