Sabtu , 15 Desember 2018
Home / DAERAH / Sinta Melyati vs Ridho Ficardo: Dari Pesawaran Hingga Bandung (5)

Sinta Melyati vs Ridho Ficardo: Dari Pesawaran Hingga Bandung (5)

Ringkasan episode sebelumnya: Setelah resmi berikat janji di Plaza Senayan Jakarta, Sinta Melyati dan Ridho Ficardo kian sering bertemu dan jalan bersama. Menurut Sinta, di setiap pertemuan, Ridho selalu memintanya untuk bercinta secara dewasa. Namun, dengan alasan “takut hamil” dan “belum siap”, Sinta masih berhasil menampiknya. Tanpa terasa, kalender waktu sudah menunjuk di bulan Maret 2014. Saat itu, Sinta berlibur ke Singapura. Kemudian, Ridho meminta agar Sinta tak langsung pulang ke Lampung, melainkan bermalam dulu di Jakarta. Maka, terjadilah tragika yang mengubah masa depan Sinta Melyati —di kamar Hotel Amarrosa Cosmo, Jalan Pangeran Antasari, Kemang, Jakarta Selatan. Apa yang sebetulnya terjadi di sana? Apa yang membuat Sinta kemudian merasa bahwa itu adalah sebuah kesalahan yang seharusnya tidak terjadi? (red).*

 

KESUCIAN, tiba-tiba saja, menjadi sesuatu yang terasa begitu menakutkan di hati Sinta Melyati. Padahal, sebelumnya, ia begitu kagum, bangga, dan hormat terhadap “kata” tersebut. Kini, semua itu hilang, tersapu buaian mimpi semu Ridho Ficardo yang mengatasnamakan cinta.

Sejak pergumulan cinta di kamar Hotel Amarrosa Cosmo itu, yang telah sekaligus merenggut kesucian dari diri Sinta Melyati, hubungan mereka seolah tak lagi berbatas. Keduanya menjalani masa pacaran bergaya dewasa itu seakan tanpa peduli lagi pada fakta-fakta terkait keberadaan anak dan istri Ridho Ficardo.

Bahkan, posisi Ridho sendiri, yang terhitung sejak tanggal 2 Juni 2014 sudah resmi menjabat sebagai Gubernur Provinsi Lampung, tak dijadikan penghalang. Keduanya tetap rutin memadu kasih secara sangat intim, di banyak waktu, di banyak tempat, atas nama cinta yang katanya tak lagi mungkin terbelah.

Meski demikian, janji Ridho untuk menikahi Sinta, sebagaimana iming-iming indah yang tersembur dari mulutnya ketika memohon kesucian cinta sang wanita, tetaplah bertahan menjadi cerita kosong penuh dalih.

 

Akun Shinta Hilton

Berbagai kegiatan Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung, suka tidak suka, memang mulai menggerus kebersamaannya bersama Sinta Melyati. Kesempatan untuk berjumpa dan memadu kasih pun terasa kian menyempit, tak seleluasa sebelumnya.

Sinta sendiri mengaku sangat memahami situasi tersebut. Bahkan, pada tanggal 2 Oktober 2014, lewat akun Facebook-nya yang bernama Shinta Hilton, ia mengunggah foto-foto dari tiga momen, yang dilengkapi dengan untaian kalimat penuh rasa rindu pada caption-nya: “Sangking sibukny dg urusan jg ga ad wktu lagi latihan nembak bareng pak Gub .kangen bang edy kangen jg dg bang umar marinir umar bup @piabung”.

Buncahan rasa rindu, yang tak berjalan seiring dengan kesempatan untuk bisa berjumpa, mulai kerap memicu api-api persengketaan di antara Sinta dan Ridho.

Menurut Sinta, pertengkaran-pertengkaran itu biasanya memang bersumber dari rasa rindu yang tak tertuntaskan akibat kian jarangnya kesempatan untuk bertemu. Sehingga, setiap kali ada kesempatan, yang dibahas kemudian adalah soal pewujudnyataan pertanggungjawaban Ridho untuk menikahinya.

Percakapan ke arah itulah yang menurut Sinta akhirnya justru meletupkan perselisihan. Pasalnya, setiap kali membahas hal itu, Ridho selalu berdalih dan merangkai ratusan kalimat menghindar. Alasan yang paling sering meluncur dari mulutnya, lanjut Sinta, adalah masalah waktu yang belum tepat, diikuti lontaran janji-janji baru.

Namun, karena dasarnya memang ada rasa cinta dalam hubungan itu, setiap pertengkaran pun selalu bisa dituntaskan secara mesra. Mereka selalu menutup setiap persengketaan pandangan itu dengan percumbuan yang sungguh melenakan.

Berkali-kali Sinta berniat memutus perjalanan cintanya bersama Ridho. Tapi, berkali-kali pula ia gagal mewujudkannya. Rasa cinta itu begitu kuat membalut. Apalagi, setiap kali muncul momen seperti itu, Ridho sendiri selalu memperlihatkan kedegilannya, mengejar sang kekasih untuk berdamai.

 

Trans Luxury Hotel Bandung

Tak terasa, hubungan sarat risiko dan penuh bara itu pun sudah berjalan lebih dari tiga tahun.

September 2016, Ridho Ficardo meminta Sinta Melyanti menemaninya di Bandung, bersamaan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Ibukota Provinsi Jawa Barat itu.

Sinta diminta datang menemui Ridho. Kamar nomor 611 di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Nomor 289, Kota Bandung, yang dipesan atas nama Marlyn, sudah disiapkan sebagai tempat untuk bermalam.

Tempat inilah yang kemudian menjadi salah satu titik paling penting dari pergumulan Sinta Melyati vs Ridho Ficardo hingga sekarang. Kenapa bisa begitu? Ada apa yang terjadi di kamar nomor 611 dari Trans Luxury Hotel Bandung itu? Ikuti terus kisahnya… (Bersambung/yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Waspada Puting Beliung, Ini Tanda-tandanya

JAKARTA | IGS BERITA | Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: