Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / NASIONAL / Sidang Ahok: JPU Hadirkan 5 Saksi, Polisi Tutup Jalan MR Harsono

Sidang Ahok: JPU Hadirkan 5 Saksi, Polisi Tutup Jalan MR Harsono

JAKARTA (IGS BERITA) – Rencananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan lima orang saksi lagi dalam sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1). Dan, demi pengamanan, Polda Metro Jaya menutup Jalan MR. Harsono dengan mengerahkan sekitar 2.500 personil gabungan TNI-Polri.

Menurut agendanya, saksi pertama yang akan dihadirkan JPU pada sidang kelima ini adalah Hj. Irena Handono, seorang ustadzah kelahiran Surabaya, 30 Juli 1954. Semasa kecil, Irena adalah calon biarawati Katolik.

“Nama kecil Han Hoo Lie, dan lembaga Katolik yang pernah digelutinya adalah biarawati,” tulis Irena Handono dalam blognya.

Ia kerap mengecam Ahok terkait pernyataannya soal Surat Al Maidah ayat 51. Perempuan itu memiliki latarbelakang panjang hingga akhirnya masuk Islam, dan akhirnya mengucap syahadat pada tahun 1983, disaksikan ulama Nahdlatul Ulama, KH. Misbach.

Irema pun tercatat aktif di sejumlah lembaga Islam. Antara lain, ICMI, PITI, Al Ma’wa Surabaya, Pengasuh Majelis Ta’lim Muhtadin, hingga Forum Komunikasi Lembaga Muallaf. Sampai detik ini, ia masih aktif mengisi ceramah di berbagai acara.

Saksi kedua adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, salah satu tokoh yang melaporkan Ahok ke polisi atas kasus yang sama. Pedri melaporkan Ahok pada 7 Oktober 2016.

Sejak saat itu, Pedri getol bersuara di media massa untuk memperkarakan kasus tersebut. Ahok sempat meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menistakan agama. Namun, Pedri menganggap bahwa kasus Ahok akan jalan terus.

Saksi ketiga adalah Ibnu Baskoro, seorang pengurus Masjid Darissalam Kota Wisata, Cibubur. Sebelumnya, ia pun bersama jamaah masjid sempat melaporkan Ahok ke polisi atas kasus penistaan agama.

Saksi keempat, Muhammad Burhanuddin, seorang pengacara yang juga sering mengkritik kasus Ahok. Ia pun pernah menjadi pengacara Farhat Abbas.

Sedangkan saksi kelima, Willyudin Abdul Rasyid Dhani, Sekretaris Forum Umat Islam Bogor, pernah tercatat menjadi anggota MUI Kota Bogor.

 

Blokade Jalan MR. Harsono

Demi mengamankan jalannya persidangan, Polda Metro Jaya memblokade sepanjang jalan MR. Harsono, Jakarta Selatan, dengan mengerahkan sedikitnya 2.500 personil gabungan TNI-Polri.

“Kami alihkan arus lalulintas yang melalui MR. Harsono,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Iwan Kurniawan, kepada wartawan, Selasa (10/1) dinihari.

Iwan mengatakan, pihaknya mengerahkan berbagai perlengkapan penghalau massa. Mulai dari water canon, baracuda, truk, dan bus pengangkut polisi. Kepolisian juga mulai disiagakan sejak Selasa (10/1) pagi, pukul 04.00 WIB.

Polisi pun melarang semua kendaraan melintas di sepanjang Jalan MR. Harsono. Mereka membentangkan kawat berduri di sepanjang badan jalan. Bus Transjakarta juga dilarang melintas. Akibatnya, satu Halte Busway Kementerian Pertanian dilarang beroperasi.

“Kalau kami operasikan, takutnya nanti ada blokade yang bolong. Makanya kami tutup,” ujar Iwan.

Lewat pantuan di lokasi, sepanjang jalan itu sudah dipenuhi ratusan polisi dari berbagai kesatuan. Mereka berseragam lengkap, menggunakan senjata laras panjang, dan perlengkapan lain.

Pada sidang kali ini, kepolisian juga memisahkan antara massa pendukung Ahok dengan massa dari GNPF MUI. Massa pendukung Ahok diminta berkumpul dan berorasi di sisi utara Jalan MR. Harsono, sementara massa GNPF MUI berkumpul di sisi selatan atau tepatnya sisi kiri Kementerian Pertanian. (yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Puji Suhartono, Terperiksa Kasus Suap RAPBN-P 2018

Kasus Suap RAPBN-P 2018 Seret Wabendum PPP

JAKARTA (IGS BERITA) — Penyidik KPK memeriksa Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Suhartono, terkait kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *