Minggu , 18 Februari 2018
Home / DAERAH / Meledak 8-10 Kali, Serpihan Roket Milik RRT Jatuh di Sumbar
Lempengan besi, yang diduga kuat serpihan roket Longmach/Chang-Zheng 3 milik RRT, yang diamankan di Mapolsek Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Foto: Dok. IGS Berita).*

Meledak 8-10 Kali, Serpihan Roket Milik RRT Jatuh di Sumbar

LIMAPULUH KOTA (IGS BERITA) — Lempengan besi berukuran sekitar 180 x 40 cm, yang diduga kuat serpihan dari roket Longmach atau Chang-Zheng 3 milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT), jatuh ke areal sawah warga di Kampung PDRI Padangtih, Jorong Lakuang, Nagari Koto Tinggi, Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (18/7) pagi, diiringi ledakan di udara sebanyak 8-10 kali.

Dugaan bahwa lempengan besi itu merupakan serpihan dari roket Chang-Zheng 3 milik RRT disampaikan Syafrijon, Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Kabupaten Agam, Sumbar, saat menjemput benda tersebut di Mapolsek Suliki, Resor Limapuluh Kota, Kamis (20/7).

Roket Longmach atau Chang-Zheng 3, menurut Syafrijon, merupakan perangkat antariksa milik RRT yang digunakan untuk meluncurkan satelit navigasi Beidou M1 pada 13 April 2007.

Sebelum jatuh ke areal sawah warga, lempengan roket itu sempat meledak di udara sebanyak 8-10 kali.

“Iya, meledak dia,” kata Syafri dan Eli, petani yang menjadi saksi mata jatuhnya lempengan besi itu, kepada IGS Berita di Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (20/7).

Pada saat kejadian, Selasa (18/7), Syafri dan Eli tengah berada di kebun miliknya di Kampung PDRI Padangtih, Lokuang, Koto Tinggi, Gunuang Omeh.

Sekira pukul 09.00 WIB, mereka mendengar ledakan di udara sebanyak 8 sampai 10 kali.

Kurang lebih satu jam sejak suara ledakan tersebut, Syafri dan Eli melihat dengan mata telanjang sebuah lempengan sebesar 3 jari melayang di udara, diiringi suara desingan. Semakin lama, benda tersebut terlihat makin besar.

Setelah melayang-layang di udara sekitar 15 menit, benda misterius itu jatuh ke areal persawahan milik seorang warga bernama Loli.

Syafri dan Eli segera melaporkan kejadian tersebut ke warga yang lain. Mereka pun kemudian secara bersama-sama membawa dan mengamankan benda berupa lempengan besi itu ke rumah Mus, salah seorang warga setempat.

Akhirnya, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis, didampingi Kapolsek Suliki, AKP Feri Arjoni, datang menjemput benda itu.

Haris Hadis memutuskan untuk mengamankan lempengan besi itu di Mapolsek Suliki.

“Proses pemindahan benda itu dari kediaman warga di Jorong Lokuang bernama Upik, yang merupakan keponakan saksi mata Syafri, dilakukan Rabu (19/7), sekitar pukul 16.00 WIB, dan diamankan di Mapolsek Suliki,” kata Haris Hadis, alumnus Akpol Angkatan 1997, kepada IGS Berita.

Pihak kepolisian pun lalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk LAPAN.

Dan, akhirnya, Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN Agam, Syafrijon, datang menjemput lempengan tersebut, seraya menyampaikan kajiannya terkait identitas benda itu yang diduga kuat merupakan serpihan dari roket Chang-Zheng 3 milik RRT. (ryo).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Sejumlah Pedagang HP di Mal ITC Depok Resah, Kasus Dugaan Pembobolan Brankas Tak Kunjung Terungkap

KOTA DEPOK (IGS BERITA) — Sejumlah pemilik counter HP (handphone) di Mal ITC Depok mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *