Kamis , 26 April 2018
Home / INVESTIGASI / Sepasang Oknum Perwira Polda Lampung Digerebek di Hotel
Oknum Perwira Polda Lampung
Dua oknum perwira Polda Lampung, Ipda AN (kiri) dan AKBP FIF (kiri), yang diduga melakukan perselingkuhan dan perzinahan di "POP! Hotel" Bandar Lampung. (Foto: Dok - IGS Berita).*

Sepasang Oknum Perwira Polda Lampung Digerebek di Hotel

BANDAR LAMPUNG (IGS BERITA) – Sepasang oknum perwira di jajaran Polda Lampung, yang diduga telah melakukan perselingkuhan dan perzinahan, digerebek di kamar 612 POP! Hotel, Jalan WR. Monginsidi Nomor 56, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (30/1), sekitar pukul 11.30 WIB.

Di dalam kamar 612 itu, didapati perwira menengah Polda Lampung berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dengan inisial FIF tengah bertelanjang dada di balik balutan selimut. Ia bersama seorang oknum perwira polwan Polda Lampung, Ipda AN, yang mengenakan baju kaus tanpa bra.

FIF dikenal sebagai salah seorang petinggi di jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditserse Krimsus) Polda Lampung yang berstatus lajang. Sementara AN merupakan salah satu perwira unit di Sub-Direktorat Kekerasan Anak dan Wanita Kriminal Umum (Subdit Renakta Krimum) Polda Lampung yang sudah bersuami dan memiliki anak.

Pengerebekan tersebut dilakukan Provos Polda Lampung bersama suami AN, Iptu Dn, yang juga seorang perwira polisi dan bertugas di Polres Way Kanan, Lampung.

 

Kecurigaan Suami

Kejadian itu berawal dari kecurigaan sang suami, Dn, terhadap perilaku istrinya, AN, yang kerap keluar malam dan menelepon seseorang dengan panggilan mesra. Menurut Dn, AN pun kerap meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, dengan alasan mendapat tugas dari pimpinan.

Minggu, 29 Januari 2017, terjadi perselisihan paham antara Dn dan AN. Ujung-ujungnya, AN pergi meninggalkan rumah, dengan alasan akan menginap di kediaman orangtuanya, di seputaran Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Namun, setelah melakukan pengecekan hingga Senin (30/1) pagi, Dn mengetahui bahwa AN tidak berada di rumah orangtuanya tersebut. Akhirnya, setelah mencari tahu ke sana ke mari, Dn pun mendapati istrinya berada di kamar 612 POP! Hotel, Bandar Lampung.

Modusnya, AN menyimpan, atau lebih tepatnya menyembunyikan, mobilnya di RS Bumi Waras, Bandar Lampung, yang lokasinya memang berdekatan dengan POP! Hotel.

 

Lapor Provos

Demi menghindari hal yang tak diinginkan, juga untuk dijadikan sebagai saksi dari instansi kepolisian, Dn menindaklanjuti kecurigaannya itu dengan melapor kepada pihak Provos Polda Lampung. Maka, terjadilah peristiwa penggerebekan di kamar 612 POP! Hotel tersebut pada Senin (30/1) siang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari hasil “interogasi”-nya, Dn pun mengetahui, pasangan oknum perwira Polda Lampung itu sudah bermalam di POP! Hotel sejak Minggu (29/1) malam, selepas Isya. Dn juga menyampaikan, istrinya itu diduga telah cukup lama menjalin hubungan pribadi dengan FIF.

Saat itu juga, tepatnya Senin (30/1) sore, Dn telah membuat pengaduan kepada pihak Polda Lampung, baik secara pidana maupun etik. Namun, dengan melihat pada latar belakang kedua terduga tindak perselingkuhan dan perzinahan itu, ada kekhawatiran dari pihak keluarga besar Dn bahwa kasus tersebut takkan diproses secara tuntas.

“Maka, kalau persoalan ini tidak diselesaikan secara tuntas oleh Polda Lampung, pihak keluarga besar sepakat untuk melanjutkan perkara ini ke Mabes Polri, Ombudsman, Kompolnas, bahkan hingga Presiden. Perbuatan tak senonoh kedua oknum perwira Polda Lampung itu telah membuat suami dan anak-anaknya menjadi korban dan mengalami penderitaan psikologis yang sungguh luar biasa,” kata salah seorang di antara keluarga besar Dn.

 

Keluarga Polisi

Diperoleh informasi, baik FIF maupun AN berasal dari keluarga polisi. Bahkan, dikabarkan, FIF adalah putra dari salah seorang perwira tinggi berbintang dua di jajaran Mabes Polri. Sementara ayah AN, juga dua saudara lelakinya, semua berkarir di kepolisian.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, IGS Berita belum mendapatkan konfirmasi terkait kebenaran dari kabar tersebut.

Yang jelas, track record FIF sendiri, yang alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000, memang “kurang mulus” dalam konteks perbuatan asusila. Ia pernah menjalani sidang disiplin dan kode etik untuk perbuatannya tersebut pada saat masih berpangkat AKP dan bertugas di Direktorat Kriminal Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2011. Tapi tetap lolos Sespimen untuk mendapatkan pangkat Kompol, dan ditugaskan di Polda Lampung.

Ia pun tercatat sebagai salah satu perwira yang terlibat dalam penangkapan penyanyi Hesty Klepek-Klepek Aryatura, yang terjerat kasus dugaan prostitusi online, beberapa waktu lalu.

Sementara AN sendiri tercatat sebagai perwira polwan di jajaran Subdit Renakta, yang tugas dan fungsinya antara lain justru menangani kasus-kasus perzinahan. (yhr/wip).*

Baca Perkembangannya: Kapolda Lampung Mutasi Dua Oknum “Perwira Mesum”

About Yukie Rushdie

Check Also

Kasus Mal Transmart Tajur: Kasatpol PP Kota Bogor Tidak Mau Kecolongan

KOTA BOGOR (IGS BERITA) — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Herry …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *