Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / TERUNGKAP | Rumah Pompa Waduk Bojong Ternyata untuk Pengembang
Rumah Pompa Waduk Bojong
Lewat plang yang sudah tergolek ini, terdapat tanda-tanda bahwa Rumah Pompa Waduk Bojong adalah aset milik Pemprov DKI Jakarta (Foto: Markus Marpaung - IGS Berita).*

TERUNGKAP | Rumah Pompa Waduk Bojong Ternyata untuk Pengembang

JAKARTA (IGS BERITA) — Akhirnya, misteri di balik pembangunan (kembali) Rumah Pompa Waduk Bojong di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), sedikit demi sedikit mulai terungkap.

BACA JUGA:

Proyek bernilai Rp 10,2 miliar itu, yang didanai APBD DKI Jakarta tahun 2018 (dengan “melenyapkan” dulu bangunan sebelumnya senilai Rp 11,48 miliar dari APBD tahun 2014), ternyata dilakukan semata-mata untuk kepentingan PT Bojong Permai, pengembang Perumahan Bojong Indah.

Hal itu terungkap melalui “jejak digital” dari pernyataan Kepala Suku Dinas (Kasudis) Sumber Daya Air (SDA) Jakbar, Imron, kepada wartawan di bulan Mei 2018.

Kala itu, Imron mengatakan, Sudis SDA Jakbar menyiapkan anggaran hingga Rp 36 miliar untuk pengadaan tiga pompa air baru di wilayah Wijayakusuma (Grogol Petamburan), Waduk Bojong Rawa Buaya, dan Kompleks KFT (Cengkareng).

Khusus soal Rumah Pompa Waduk Bojong, kala itu Imron menyatakan, aset tersebut memang sudah seharusnya direvitalisasi, dan akan diserahkan kepada pengembang di Perumahan Bojong Indah.

“Prasarana dan sarana itu nantinya diserahkan ke pengembangnya Perumahan Bojong Indah. Rumah pompanya sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki. Kemudian kondisi di empat dari enam unit pompa yang telah terpasang di Waduk Bojong tak berfungsi. Kapasitas pompa nantinya ditingkatkan dua kali lipat dari semula 600 liter jadi 1.250 liter per detik,” kata Imron kepada wartawan, Jumat (18/5/2018).

Menutupi Fakta

Sementara, dalam jawaban tertulisnya kepada redaksi IGS Berita tertanggal 28 September 2018, Imron terkesan menutupi fakta dari pernyataannya di bulan Mei 2018 tadi.

Memang, dalam jawaban tertulis itu, Imron pun menyatakan, pembangunan (kembali) Rumah Pompa Waduk Bojong dilakukan karena kondisi bangunan sarana pengendali banjir tersebut sudah tidak layak, sementara pompanya sendiri tidak mampu lagi beroperasi maksimal.

Padahal, lanjutnya, keberadaan Rumah Pompa Waduk Bojong memiliki peran strategis untuk mendukung kinerja pompa saluran PHB Bojong (di hilir).

“Maka upaya peningkatan kualitas pompa dan rumah pompa adalah suatu keharusan. Di samping itu permintaan masyarakat melalui surat Kepala Lurah Rawa Buaya, menurut kami perlu untuk ditindaklanjuti,” kata Imron dalam jawaban tertulisnya itu.

Misteri dari dua pernyataan Imron di dua kesempatan berbeda itu dinilai sebagai lelucon yang sangat menggelitik oleh Ketua LSM P5AB, Posma Sihite.

“Ini jelas lucu. Pasalnya, PT Bojong Permai sendiri, selaku pengembang Perumahan Bojong Indah, sudah menyerahkan rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya itu untuk dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Posma.

Ia juga menyatakan keanehannya bila Imron sampai tidak tahu bahwa rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya itu telah diserahkan PT Bojong Permai kepada pihak Pemprov DKI Jakarta.

Kok tiba-tiba sekarang, setelah menghabiskan dana APBD DKI Jakarta hingga puluhan miliar rupiah, Imron mau menyerahkan lagi rumah pompa itu kepada PT Bojong Indah. Aneh ‘gak tuh?” kata Posma.

Aset Waduk Bojong

Berdasarkan data, Waduk Bojong yang berlokasi di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakbar, itu telah terdaftar sebagai aset milik Pemprov DKI Jakarta, dengan Nomor Barang 3.1.00.00.03.05.000.03.01.01.06 yang dikeluarkan Bagian Perlengkapan Setkodya Jakbar.

Hal itu terpampang dengan jelas dalam plang yang terdapat di depan Rumah Pompa Waduk Bojong.

Selain itu, berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST), telah dilakukan penyerahan berupa sarana pendidikan dan waduk yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dari PT Bojong Permai kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 19 Mei 2006.

Hal itu tertuang dalam BAST yang ditandatangani Ismail Sofyan (Direktur PT Bojong Permai) dan Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 13 Agustus 2007.

Dalam Pasal 1 BAST tersebut ditegaskan, pihak pertama (PT Bojong Permai) menyerahkan kepada pihak kedua (Pemprov DKI Jakarta) sebagaimana pihak kedua menerima untuk dimiliki dari pihak pertama tanah dan bangunan, jalan, bangunan saluran, duiker, waduk, rumah pompa dan pompa yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Nilai aset yang diserahkan selain rumah pompa + pompa itu disebutkan sebesar Rp 160.484.002.000,00.

Sementara untuk nilai rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya ditetapkan sebesar Rp 200.000.000,00.

Selanjutnya, penyerahan aset itu pun telah disertai dengan dokumen dan surat berupa BAP No. 8740/077.73 tanggal 2 Agustus 2005, dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi DKI Jakarta, yang dinyatakan sebagai bagian tidak terpisahkan dari BAST tadi. (kus).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Rumah Pompa

Rumah Pompa Waduk Bojong | Ini Reaksi Walkot Jakbar

JAKARTA (IGS BERITA) — Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: