Senin , 19 November 2018
Home / NASIONAL / Rumah Pompa Waduk Bojong | ‘Raib’ Sebelum Dihapus
Rumah Pompa Waduk Bojong
Proyek pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong dinilai sarat persoalan, bahkan kegiatannya pun sempat terhenti selama sekitar dua bulan (Foto: Markus Marpaung - IGS Berita).*

Rumah Pompa Waduk Bojong | ‘Raib’ Sebelum Dihapus

JAKARTA (IGS BERITA) — Proses pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong senilai Rp 10,2 miliar di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, melahirkan sederet persoalan. Antara lain, soal penghapusan aset dari bangunan sebelumnya yang kini telah “raib”.

BACA JUGA:

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (As-Ekbang) Jakarta Barat, Fredy Setiawan, mengakui, masalah penghapusan aset dari bangunan lama Rumah Pompa Waduk Bojong beserta 6 unit mesin pompanya itu masih dalam proses.

Pengakuan Fredy itu berdasarkan pada penjelasan Kepala Suku Dinas (Kasudis) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Imron, dalam rapat pimpinan dengan Walikota Rustam Effendi.

Menurut Fredy, Imron menyatakan bahwa Sudis SDA Jakarta Barat sedang memohonkan penghapusan ke Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.

“Kondisi 6 unit pompa itu sudah rusak. Sekarang bikin lagi yang baru, ada 3 pompa. Aset yang rusak itu harus dihapus (dulu), kalau memang mau dihapuskan. Kemarin, dalam penjelasan Imron kepada Pak Wali, sedang bermohon penghapusan,” kata Fredy kepada IGS Berita di ruang kerjanya, Senin (5/11/2018).

Hanya saja, lanjut Fredy, Imron menyampaikan bahwa catatan soal pompa yang diserahterimakan pada tahun 2007 itu kemungkinan besar masih di BPAD DKI Jakarta, belum ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Penggunaan ke pihak Kantor Dinas.

“Jadi, KIB atau Kartu Inventaris Barangnya masih ada di BPAD DKI Jakarta, bukan di KIB Dinas atau Sudis. Tapi, betul itu aset? Betul! Dan tidak boleh dihilangkan. Dia (Imron –red) bilang tidak tercatat di KIB kami, karena serah terima tahun 2007 itu bukan ke Dinas SDA, tetapi ke BPAD (dulu Biro Perlengkapan). Nah, sekarang cek ke BPAD DKI Jakarta, apakah betul aset itu tercatat dalam KIB,” kata Fredy.

Ia juga menuturkan, dalam rapim itu Imron menyatakan bahwa tercatat dalam KIB di Dinas SDA dan Sudis adalah Rumah Pompa PHB Waduk Bojong, yang dibangun tahun 2014. Sementara pompa yang diserahkan pengembang tadi tidak tercatat dalam KIB Dinas SDA dan Sudis.

Selanjutnya, Fredy menolak menjawab pertanyaan soal regulasi terkait aset yang sudah “hilang” terlebih dulu ketika proses dalam mekanisme penghapusannya belum tuntas.

“Silakan tanya mekanismenya di BPAD, Pak. Karena, kapasitas (mereka) yang bisa menjawabnya,” kata Fredy.

Terkait pernyataan Imron yang akan menyerahkan Rumah Pompa Waduk Bojong kepada pengembang di media Warta Kota (http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/18/suku-dinas-sumber-daya-air-jakarta-barat-siapkan-anggaran-rp-36-miliar), Fredy mengaku sudah mengklarifikasinya juga kepada Kasudis SDA Jakarta Barat tersebut.

“Imron bilang, pernyataannya akan menyerahkan sarana prasarana (pompa) ke pengembang di media digital itu adalah ngarang. Bahkan wartawan yang menulis berita itu tidak pernah ketemu dan wawancara dengan Imron. Begitu jawaban Imron,” ujar Fredy.

Rugikan Pemprov DKI Jakarta

Secara terpisah, Kepala Subdit Pengendalian Aset pada Suku Badan Pengelola Aset Daerah (Suban PAD) Jakarta Barat, Deddy, mengakui, Rumah Pompa PHB Bojong telah tercatat dalam KIB tahun 2014.

“Ada tercatat, Pak, lokasi Rumah Pompa PHB Waduk Bojong tertanggal 31 Desember 2014,” kata Deddy kepada IGS Berita di kantornya, Senin (5/11/2018).

Sedangkan tentang rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya yang terletak di Waduk Bojong, Deddy mengatakan memang tidak ditemukan dalam data KIB di Suban PAD Jakarta Barat, sebagaimana disebutkan sebelumnya oleh Kasudis SDA, Imron.

“Jika tidak ada tercatat dalam KIB, mungkin belum dilaporkan atau dimohonkan ke BPAD. Perlu dipertanyakan dan ditelusuri, SKPD/UKPD mana yang menjadi pengguna aset itu sesuai penetapannya dalam SK Gubernur. Karena, di dalam SK itu, ada hak dan kewajiban untuk mengamankan, menggunakan, memelihara, dan dapat mengusulkan (memperoleh) anggaran sesuai kebutuhan bagi aset tersebut,” ujar Deddy.

Menurutnya, apabila rumah pompa itu telah terdaftar dalam KIB, maka pada saat hendak dilakukan rehab total atau pembangunan baru harus diusulkan dulu untuk penghapusannya ke BPAD Provinsi.

“Harus diusulkan dan diproses di BPAD, sesuai dengan mekanisme dan tata cara penghapusan aset milik daerah. Biasanya melibatkan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) untuk dilaksanakan pelelangan umum pengadaan barang/jasa dalam penghapusan asetnya,” ujar Deddy.

Namun, lanjutnya, kalaupun Rumah Pompa Waduk Bojong itu belum terdaftar dalam KIB, jika dilakukan pembongkaran atau penggantian, tetap harus diajukan permohonan penghapusan asetnya oleh Sudis SDA Jakarta Barat ke BPAD Provinsi DKI Jakarta.

“Itu harus tetap diajukan. Kalau pembongkaran bangunan Rumah Pompa Waduk Bojong Indah tidak dilakukan sesuai dengan mekanisme penghapusan barang milik daerah, maka hal itu akan mengakibatkan kerugian bagi Pemprov DKI Jakarta,” ujar Deddy.

Ia juga menyampaikan agar semua SKPD/UKPD yang mengelola, menggunakan, dan memelihara aset milik daerah segera melaporkan ke BPAD untuk dicatatkan dalam daftar KIB-nya.

“Kami terus berupaya meminta dan melakukan sosialisasi. Sebetulnya, fungsi kami hanyalah penatausahaan dan pencatatan barang/aset dalam KIB SKPD/UKPD berdasarkan laporan mereka atas barang yang dikelola, digunakan, dan dipeliharanya,” kata Deddy.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proses pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong beserta kelengkapannya di Tahun Anggaran 2018 ini dinilai berjalan tidak wajar dan menyalahi prosedur.

Pasalnya, bangunan lama rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya telah dibongkar tanpa  menuntaskan dulu proses dari mekanisme penghapusan asetnya. (kus).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Pemuda Pancasila

Presiden Jokowi Terima Pemuda Pancasila di Istana

JAKARTA (IGS BERITA) — Presiden Joko Widodo menerima pengurus Pemuda Pancasila di Istana Merdeka, Jakarta, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: