Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Rumah Pompa Waduk Bojong:
Pengembang Perumahan Bojong Indah Sudah Bangkrut
Waduk Bojong
Kegiatan pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong kembali berjalan setelah sempat mangkrak selama sekitar dua bulan (Foto: Markus Marpaung - IGS Berita).*

Rumah Pompa Waduk Bojong:
Pengembang Perumahan Bojong Indah Sudah Bangkrut

JAKARTA (IGS BERITA) — PT Bojong Permai, pengembang Perumahan Bojong Indah di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, yang disebut-sebut akan menjadi penerima Rumah Pompa Waduk Bojong yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan APBD 2018 senilai Rp 10,2 miliar, ternyata sudah almarhum alias bangkrut.

BACA JUGA:

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan laporan tertulis Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, Tamo Sijabat, bernomor 1906/-1.751.21 tertanggal 3 Agustus 2016.

Dalam laporan yang ditujukan kepada Walikota Jakarta Barat itu, Tamo Sijabat menyatakan, usaha PT Bojong Permai sudah collapse.

“Berdasarkan keterangan Lurah Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, perusahaan PT Bojong Permai usahanya sudah bangkrut/collapse,” kata Tamo Sijabat dalam laporan tertulisnya tersebut.

Kabar itu tentu menjadi mengejutkan. Karena, Kepala Suku Dinas (Kasudis) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Imron, menyatakan, Rumah Pompa Waduk Bojong yang pembangunannya kini tengah berlangsung akan serahkan kepada pengembang Perumahan Bojong Indah bila sudah selesai.

“Prasarana dan sarana (Rumah Pompa Waduk Bojong) itu nantinya diserahkan ke pengembangnya Perumahan Bojong Indah (PT Bojong Permai). Rumah pompanya sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki. Kemudian kondisi di empat dari enam unit pompa yang telah terpasang di Waduk Bojong tak berfungsi. Kapasitas pompa nantinya ditingkatkan dua kali lipat dari semula 600 liter jadi 1.250 liter per detik,” kata Imron kepada media, Jumat (18/5/2018).

Seperti diketahui, proyek pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong senilai Rp 10,2 miliar itu, yang didanai APBD DKI Jakarta tahun 2018 (dengan “melenyapkan” dulu bangunan sebelumnya senilai Rp 11,48 miliar dari APBD tahun 2014), saat ini tengah berjalan.

Aneh dan Mencurigakan

Kabar sudah bangkrutnya PT Bojong Permai tadi semakin melahirkan rasa aneh dan kecurigaan bagi sejumlah pihak, termasuk Ketua Umum LSM P5AB, Posma Sihite.

“Pelenyapan aset senilai Rp 11,48 miliar, yang diduga tanpa melalui mekanisme penghapusan barang negara, sudah cukup aneh. Sekarang, pembangunan kembalinya yang menyedot uang negara sebesar Rp 10,2 miliar akan diberikan kepada perusahaan yang sudah bangkrut. Situasinya tentu menjadi semakin aneh dan mencurigakan,” kata Posma, Rabu (17/10/2018).

Ia menegaskan, sudah saatnya untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap proyek Rumah Pompa Waduk Bojong itu.

“Sudah pada tempatnya bila pihak-pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap proyek Rumah Pompa Waduk Bojong, mulai dari perencanaan, penganggaran, peruntukkan, hingga pencatatan asetnya,” kata Posma.

Aktivis anti-korupsi itu mencurigai adanya “permainan” di balik proyek pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong itu.

“Bangunan itu, secara total, sudah menyita APBD DKI Jakarta sekitar Rp 21,68 miliar, dengan kondisi aktualnya yang tidak dapat difungsikan, dan tidak dicatatkan sebagai aset milik negara, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, direncanakan bakal diberikan kepada pihak swasta yang ternyata sudah bangkrut alias tidak ada lagi. Ini pasti ada sesuatu yang tidak beres,” duga Posma.

Berjalan Lagi

Fakta terbaru di lapangan, kegiatan pembangunan Rumah Pompa Waduk Bojong, yang sempat terhenti selama sekitar dua bulan, kini terpantau mulai berjalan lagi.

Pantauan IGS Berita di lokasi, Rabu (17/10/2018), puluhan tiang pancang beton spun pile telah terpasang dengan menggunakan alat berat.

Menurut salah seorang pekerja, kegiatan proyek itu baru berjalan (lagi) tiga hari.

“Baru tiga hari ini dimulai lagi, Pak. Memang sempat distop, karena alatnya tidak memadai. Itulah makanya tiga tiang yang terpasang secara keliru harus dicabut lagi,” kata pekerja itu.

Ia mengaku tidak mengetahui alasan di balik mangkraknya proyek tersebut selama dua bulan. Yang pasti, dalam tiga hari terakhir ini, sudah ada 12 tiang pancang yang terpasang.

“Jika tidak ada halangan, sampai sore nanti bisa 15 tiang yang terpasang. Total tiang pancang yang harus dipasang semuanya ada 28 atau 38 titik. Jelasnya, bisa ditanya ke Pak Wawan, mandor proyek,” kata pekerja itu lagi, Rabu (17/10/2018).

Saat hendak dikonfirmasi, Wawan tidak mau memberikan penjelasan.

“Maaf, saya mau pergi, pesan alat dan material. Silakan sama beliau-beliau ini saja bicaranya,” kataWawan, mandor proyek, sembari menunjuk kepada dua orang temannya, lalu beranjak pergi.

Salah seorang yang ditunjuk Wawan itu, yang terlihat memegang buku gambar proyek, ternyata menghindar juga dari pertanyaan soal alasan terhentinya kegiatan selama sekitar dua bulan serta keberadaan tenaga ahli pada kegiatan bernilai Rp 10,2 miliar tersebut.

“Tidak tahu. Saya hanya pekerja di sini,” katanya, lalu pergi menghindar.

Sementara rekannya yang satu lagi malah mengarahkan IGS Berita untuk meminta segala informasi terkait proyek itu ke pihak Sudis SDA Jakarta Barat.

“Saya tidak tahu. Informasi proyek, silakan ditanya ke Sudin. Saya hanya melihat-lihat saja di sini,” katanya, tanpa mau menyebutkan nama.

Saat ditanya apakah dirinya adalah petugas dari PT Batel Indonesia, yang telah ditetapkan sebagai konsultan pengawas pada proyek Rumah Pompa Waduk Bojong, dia mengelak.

“Bukan. Saya pengawas dari perseorangan,” katanya. (kus).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Rumah Pompa

Rumah Pompa Waduk Bojong | Ini Reaksi Walkot Jakbar

JAKARTA (IGS BERITA) — Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: