Sabtu , 15 Desember 2018
Home / PENDIDIKAN / Ririh Enggar Murwati | Pejuang Anak Putus Sekolah
Ririh Enggar Murwati
Ririh Enggar Murwati, Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pacitan, Jawa Timur (Foto: Suluh Apriyanto - IGS Berita).*

Ririh Enggar Murwati | Pejuang Anak Putus Sekolah

PACITAN (IGS BERITA) — Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pacitan, Jawa Timur, Ririh Enggar Murwati, mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam acara Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional Tahun 2018, yang dilaksanakan bulan lalu di Medan, Sumatera Utara.

Ririh Enggar Murwati dinyatakan layak mendapat penghargaan karena mampu mencerdaskan anak didik bangsa yang tidak mampu dan putus sekolah di SKB Pacitan, Jawa Timur.

Penghargaan tersebut ia peroleh atas perjuangannya selama delapan tahun sebagai Kepala SKB Pacitan.

Selama 8 tahun itu, banyak suka duka yang dialaminya dalam memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak yang tidak mampu dan putus sekolah yang berasal dari pelosok-pelosok desa di Pacitan.

Ririh Enggar Murwati mengatakan, pihaknya terus bersosialisasi dengan masyarakat bersama anak-anak yang tidak mampu dan putus sekolah kemudian merangkul supaya mau melanjutkan pendidikan kesetaraan di SKB.

“Ya, kami sering mengadakan sosialisasi ke desa-desa dengan tujuan mengajak supaya yang mengalami putus sekolah karena ekonomi, karena lokasi sekolahnya terlalu jauh. Mereka, kita rangkul untuk dibina dan di didik di SKB ini dengan harapan mereka bisa merasakan pendidikan dan meraih cita-cita,” ujar Ririh kepada IGS Berita di SKB Pacitan, Senin (12/11/2018).

Terus Melayani

Ririh mengatakan dirinya akan terus melayani anak-anak yang belum terlayani oleh pendidikan formal dan juga akan memberikan pendidikan ketrampilan kepada ibu-ibu rumah tangga sehingga mereka juga bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

“Itu secara menyeluruh dan usianya masih produktif. Untuk ke depan, program-program yang berkaitan dengan pendidikan kesetaraan, pendidikan perempuan dan pendidikan anak usia dini telah kami siapkan,” ujarnya.

Sementara mengenai dana, lanjut Ririh, akan mengusulkan ke (pemerintah) pusat.

“Itu pun harus melalui kompetisi dengan daerah-daerah lain,” katanya.

Perjuangan Ririh selama delapan tahun memberikan pendidikan dan mengabdi di SKB Pacitan membuahkan hasil yang sangat baik dengan telah meraih penghargaan baik di tingkat daerah dan tingkat Nasional.

Keakraban antara murid dan guru yang selalu dibina dan diajarkan Ririh selalu tetap harmonis untuk menggambarkan rasa sayang antara anak didik dan guru.

“Ibu Ririh itu baik, orangnya terbuka dan selalu memberikan semangat kepada anak-anak didiknya. Kiranya beliau selalu sehat dan sukses, ” ujar salah seorang murid. (apr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Museum Nasional

Lahap Rp 19,2 Miliar, Gedung Arsip Museum Nasional Tidak Berfungsi

JAKARTA (IGS BERITA) — Hingga detik ini, Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna milik Museum …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: