Jumat , 16 November 2018
Home / DAERAH / Rimso Maruli Sinaga: “Pilkada Dairi Harus Independen!”
St. DR. Rimso Maruli Sinaga, SH., MH. (Foto: Dok. Grafis IGS Berita).*

Rimso Maruli Sinaga: “Pilkada Dairi Harus Independen!”

JAKARTA (IGS BERITA) — Panggung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, yang akan digelar secara serentak bersama sejumlah daerah lainnya di Indonesia pada tahun 2018, harus betul-betul independen, terbebas dari segala bentuk intervensi kekuasaan maupun kekuatan uang.

Pernyataan tersebut disampaikan putra Dairi asal Desa Perrik Mbue (Tanjung Saluksuk), Kecamatan Pegagan Hilir, St. DR. Rimso Maruli Sinaga, SH., MH., saat berbincang-bincang dengan IGS Berita di Jakarta, Kamis (9/11).

“Pilkada Dairi, juga pilkada-pilkada lainnya, harus mulai memaknai arti independen secara serius di setiap pelaksanaannya. Karena, apapun namanya, pilkada merupakan ujud konkret dari pelaksanaan demokrasi, demos cratos, kekuasaan rakyat. Kalau pelaksanaannya sudah tak lagi independen, diintervensi kekuasaan dan kekuatan uang yang dimiliki pihak atau kelompok tertentu, tentu bukan lagi demokrasi namanya,” kata Rimso.

Terkait hak setiap warga negara untuk menaiki panggung pilkada, Rimso menilai kondisi saat ini sudah semakin memungkinkan terwujudnya kesamaan kesempatan tersebut.

“Regulasi yang mengatur kemunculan calon-calon independen, calon-calon non-parpol (partai politik), semakin mengerucutkan makna demokrasi sebagai kekuasaan rakyat. Jalur parpol dan independen memiliki derajat yang sama di mata UU Pilkada. Yang menentukan pemenang adalah rakyat. Vox populi vox dei. Suara rakyat (adalah) suara Tuhan,” kata Rimso.

Melalui jalur independen, lanjut Rimso, seorang calon kepala daerah betul-betul harus mendapatkan dukungan rakyat. Sehingga, pengabdiannya total kepada rakyat. Dan, dalam sebuah pesta demokrasi, kemenangan itu ditentukan oleh rakyat, bukan parpol.

Maka, tidaklah mengherankan kalau kemudian Rimso pun kini menjadi salah satu kandidat atau bakal calon (balon) Bupati Dairi periode 2018-2023 yang lebih memilih untuk menggunakan jalur independen.

“Soal itu, semata-mata karena saya ingin fokus ke rakyat, dan berjuang bersama rakyat. Saya ingin sepenuhnya mengabdi kepada rakyat, tanpa intervensi dari pihak atau kelompok manapun. Hanya kepada rakyat Dairilah saya berutang dan harus berbuat sesuatu,” kata Rimso.

 

Saatnya Independen

Pandangan Rimso soal independensi itu disambut positif sejumlah pihak. Mereka sepakat, sudah saatnya Pemerintahan Kabupaten Dairi dipimpin seorang independen yang tidak terkontaminasi kepentingan-kepentingan terselubung.

“Modal awal seorang independen, bagaimanapun, akan jauh lebih murah. Karena, ia tak perlu mempersiapkan mahar atau apapun namanya. Maka, potensinya untuk mengeruk kekayaan daerah demi mengembalikan modal perjuangan pun relatif menjadi lebih kecil, bahkan nyaris tidak ada,” kata Arnol Sinaga, SE., SH., advokat yang juga pengurus Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila DKI Jakarta, kepada IGS Berita.

Menurut Arnol, perkembangan demokrasi itu sebenarnya mengarah kepada independensi. Karena, di hampir semua negara penganut demokrasi, mayoritas rakyat tidak bergabung secara formal kepada parpol.

“Padahal, merekalah, rakyat itulah, pemilik demokrasi yang sesungguhnya,” kata Arnol.

Senada dengan Arnol, salah seorang anak rantau asal Parongil, Dairi, Gudmen Marpaung, yang dikenal sebagai putra bungsu dari Guru D. Marpaung, menaruh harapan besar terhadap tegaknya independensi di tanah kelahirannya.

“Setahu saya, kekayaan daerah itu kerap menjadi ajang bancakan para pelaku politik, melalui mekanisme terstruktur di lembaga-lembaga yang memiliki akses terhadap anggaran. Maka, mereka berlomba mendorong figur-figur tertentu untuk menduduki kursi pelaksana pemerintahan, melalui kekuatan politik yang dimilikinya. Berbeda dengan seorang calon independen. Ia menuju kursi pemerintahan dengan terlebih dahulu mengumpulkan dukungan rakyat. Bukan dukungan para pelaku politik,” kata Gudmen Marpaung kepada IGS Berita.

Di mata Gudmen, kehadiran Rimso Maruli Sinaga, sebagai tokoh independen yang ingin berjuang membangun Kabupaten Dairi, merupakan angin segar yang harus diapresiasi secara positif.

“Bila independensi adalah masa depan dari perkembangan teori demokrasi, maka Ini adalah awal dari sebuah masa depan bagi demokrasi di Kabupaten Dairi. Saya kira, kita semua harus mulai serius memikirkan hal itu, agar kelak tidak mengidap gapdem, gagap demokrasi,” kata Gudmen.

Dukungan terhadap perjuangan Rimso Maruli Sinaga menegakkan independensi di Kabupaten Dairi itu muncul juga dari Elida Tobing, anak rantau asli Dairi yang kini menjadi karyawan di salah satu bank.

“Kami, anak rantau, siap mendukung perjuangan Pak Rimso Sinaga. Semoga, di tangan Pak Rimso, (Kabupaten) Dairi akan semakin maju dan sejahtera!” kata Elida Tobing. (yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

TMMD di Pacitan Resmi Ditutup

PACITAN (IGS BERITA) — Komandan Landasan Udara Iswahyudi, Marsma TNI Widyargo Ekoputra, resmi menutup kegiatan …

2 comments

  1. Bicara independensi, tp merusak makna indenpendensi itu sendiri. Bagaimana tidak, Bapak ini bicara independen tapi balihonya menampilkan sosok partai tukang nangis yang ambisi Gubsu. -___- Pakk.. Pakkk

  2. Kalo orang SAMOSIR menyebut Rimso ini adalah doktor ABALABAL/PAJAUT JAUT yang tujuanya hanya uang mundur dari kandidat yg lain dengan menjual suara masyarakat yang mendukungnya.Kalo masyarakat HUMBAHAS menyebutnya PARUBATUBAT di onan…Masak masyarakat DAIRI mau kena LAGATLAGAT NI SIPATU,jangan mau terkecoh dengan sepak terjang RIMSO MARULI SINAGA..Dalam pilkada SAMOSIR dan HUMBAHAS itu sudah terbukti.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: