Jumat , 19 Oktober 2018
Home / SOSIAL & POLITIK / Relawan Martabat | Jokowi, Ini Pilihan Paling Rasional
Relawan Martabat
Puluhan ribu massa komunitas Batak Bersatu mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Jokowi - Ma'ruf (Foto: Dok. Grafis IGS Berita).*

Relawan Martabat | Jokowi, Ini Pilihan Paling Rasional

JAKARTA (IGS BERITA) — Keputusan Relawan Martabat untuk mensedekahkan dukungan politik di Pilpres 2019 kepada pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin merupakan pilihan yang paling rasional.

Pernyataan itu meluncur secara lugas dari Arnol Sinaga, Koordinator Relawan Martabat untuk Jokowi – Ma’ruf, di sela-sela acara Deklarasi Komunitas Batak Bersatu Dukung Jokowi – Ma’ruf di Gedung Mulia, Jalan Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018) malam.

“Jokowi manusia biasa, yang sarat ketidaksempurnaan. Jokowi bukan Tuhan, yang bisa mengatur alam semesta ini sesuai keinginan semua orang. Tapi, ia sudah bekerja dengan tulus untuk rakyat Indonesia. Ia sudah mengabdi kepada warganya, sejak menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga akhirnya Presiden RI. Itu fakta rasional yang tidak terpungkiri,” kata Arnol Sinaga kepada IGS Berita, di antara puluhan ribu Komunitas Batak Bersatu yang menghadiri acara deklarasi tersebut.

Menurut Arnol, seperti juga Jokowi, Prabowo Subianto pun adalah putra terbaik yang dimiliki bangsa ini. Namun, tentu saja, dalam konteks pemilihan kepemimpinan nasional ini, pihaknya harus memilih salah satu dari dua anak bangsa yang terbaik ini.

“Dan, Relawan Martabat menjatuhkan pilihan pada Jokowi. Boleh saja orang bilang ini bukan pilihan terbaik. Tapi, inilah pilihan paling rasional untuk kondisi dan situasi negara saat ini,” tandas Arnol.

Selepas Pilpres 2014, lanjut Arnol, muncul dua fenomena unik di negeri ini. Di satu sisi, ada yang selama 4 tahun itu sibuk bekerja untuk dikritik. Di sisi lain, ada yang selama 4 tahun itu sibuk mengkritik, sehingga lupa bekerja.

“Tapi, kedua fenomena itu sama-sama dibutuhkan untuk membuat negeri makin maju. Kedua fenomena itu pun dibutuhkan untuk mendongkrak tingkat kedewasaan demokrasi di Indonesia,” kata Arnol, yang juga seorang advokat dari Arnol Sinaga & Associates (ASA).

Tahan Banting

Di tempat yang sama, Tohom Purba, penggagas Relawan Martabat untuk Jokowi – Ma’ruf, menyatakan kekagumannya kepada Jokowi yang ia nilai sangat “tahan banting” menghadapi segala hambatan yang menghadangnya.

“Ia tetap fokus bekerja. Tidak banyak mengeluh. Tidak banyak mengeluarkan pernyataan politik yang kurang produktif. Karena, memang itulah tujuannya menjadi seorang presiden,” kata Tohom Purba.

Kondisi dan situasi kekinian Indonesia, lanjut Tohom, membutuhkan figur pemimpin yang tegar, tidak cengeng, dan sekadar berpolitik.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang kreatif. Bukan sekadar memperbaiki yang sudah ada, tapi juga menciptakan yang belum ada menjadi ada. Itulah sebetulnya hakikat dari modern. Menciptakan yang belum ada menjadi ada,” kata Tohom.

Relawan Martabat
Arnol Sinaga (paling kiri) dan Tohom Purba (paling kanan) berfoto bersama Rolas Sitinjak (berkemeja putih), Ketua Panitia Deklarasi Batak Bersatu Dukung Jokowi – Ma’ruf (Foto: Yukie H. Rushdie – IGS Berita).*

Dalam kajian Tohom, adalah sangat wajar bila kelompok oposisi senantiasa bersikap kritis terhadap kinerja Jokowi selama ini. Karena, memang begitulah seharusnya dalam beroposisi.

“Namun, ada kecenderungan yang mengesankan mereka seolah tidak senang atau bangga melihat negaranya maju. Karena, kalau senang, mereka merasa tidak bisa mengkritik lagi. Sehingga, mereka selalu melihat kemajuan Indonesia dari sudut pandang yang nyinyir. Saya kira itu kurang sehat. Karena, beroposisi pun haruslah dengan cara-cara yang sehat,” kata Tohom.

Ia menilai, kinerja Jokowi pada periode pertamanya sebagai presiden memang belum sempurna, tapi angkanya tidaklah negatif.

“Kalau dunia internasional saja mengakui integritas Jokowi sebagai seorang pemimpin negara, kenapa kami tidak?” pungkas Tohom.

Puluhan Ribu Massa

Acara Deklarasi Komunitas Batak Bersatu Dukung Jokowi – Ma’ruf sendiri semalam berlangsung sangat meriah dengan hadirnya puluhan ribu massa di sana.

Dari pantauan di lokasi, akibat banyaknya yang hadir massa pun bersesakan di dalam gedung. Ribuan massa juga terpantau tidak bisa masuk ke dalam Gedung Mulia tersebut.

Kemacetan parah sudah terjadi sejak di kawasan UKI Cawang akibat banyaknya kendaraan yang masuk ke lokasi acara. Meski demikian, massa tetap antusias untuk menghadiri deklarasi tersebut.

“Kita cinta Jokowi. Kami ingin Jokowi presiden untuk periode kedua. Kinerjanya sudah terbukti,” teriak massa yang hadir.

Tampak hadir di lokasi acara, politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, pengacara kondang Juniver Girsang, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, anggota DPR Marsiaman Saragih, dan masih banyak lagi.

Ketua Panitia Deklarasi, Rolas Sitinjak, mengaku tidak menyangka banyak massa yang hadir dalam acara deklarasi itu. Padahal, acara hanya dibuat sederhana dengan mendatangkan sejumlah artis Ibukota seperti Rita Butar-Butar, Edo Kondologit, dan lainnya.

Maruarar Sirait yang turut sebagai pengundang dalam deklarasi itu mengatakan, Presiden Jokowi memberikan perubahan yang sangat positif bagi Indonesia. Perubahan positif yang dimaksud Maruarar Sirait adalah Jokowi telah berbuat nyata bagi kemajuan dan masa depan bangsa.

“Kita beruntung punya pemimpin seperti Pak Jokowi. Dia pemimpin yang demokratis, dekat, dan dicintai rakyat,” kata Ara, sapaan Maruarar.

Anggota Komisi XI DPR RI itu mengatakan, masyarakat Sumatera Utara sudah merasakan pembangunan yang dilakukan Jokowi selama empat tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Danau Toba kini berlangsung pesat. (yhr/tom).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Ormas

KPU di Bawah Telunjuk Ormas

Oleh YUKIE H. RUSHDIE (Pemimpin Redaksi IGS Berita) SEBULAN silam, di forum Indonesian Lawyers Club, …

Tinggalkan Balasan