Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / MEGAPOLITAN / Puluhan Kilogram Sampah Styrofoam Penuhi Bantaran Ciliwung
Sampah Styrofoam
Tumpukan sampah styrofoam yang memenuhi bantaran Sungai Ciliwung di daerah Kota Bogor. (Foto: Lenny - IGS Berita).*

Puluhan Kilogram Sampah Styrofoam Penuhi Bantaran Ciliwung

BOGOR (IGS BERITA) – Sejumlah masyarakat dari berbagai golongan, yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), mendapati puluhan kilogram jenis sampah styrofoam yang memenuhi bantaran Sungai Ciliwung, tepatnya di area Kampung Rambutan, Sempur, Kota Bogor, Sabtu (28/1).

“Sebenarnya untuk jenis sampah yang kita temui sangat bervariasi. Sebagian besar sampah yang kita jumpai adalah plastik dan bahan styrofoam,” ujar volunteer KPC, Lenny Romauli Marpaung, kepada IGS Berita, Sabtu (28/1).

Menurutnya, styrofoam sebaiknya tidak digunakan untuk wadah makanan dan minuman.

“Sudah menjadi pemahaman bersama, styrofoam itu adalah plastik dengan bahan dasar pembentuk styren yang bersifat racun, apalagi bila digunakan untuk makanan atau minuman bersuhu tinggi,” tuturnya.

Larangan penggunaan styrofoam untuk makanan dan minuman sendiri sudah dilakukan di Kota Bandung sejak November 2016. Namun, jika hal serupa diterapkan di Bogor, Lenny mengaku harus ada pemahaman dan edukasi terlebih dahulu terlepas dari ditetapkan atau tidaknya larangan tersebut.

Selain styrofoam, sambung Lenny, banyak juga sampah rumah tangga (organik dan anorganik), sampah alas kaki, potongan kayu dan triplek, serta yang paling parah adalah plastik berisi jeroan ternak dan beberapa potongan kepala ayam yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Sebagai gambaran, kegiatan mulung yang dilakukan di dua titik tersebut menyiapkan 30 karung plastik ukuran 25 kg dan 50 kg, dan semuanya terisi penuh oleh sampah,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya yang ia lakukan, Lenny berharap ke depannya Sungai Ciliwung dari hulu sampai hilir bisa kembali menjadi sumber kehidupan manusia.

KPC sendiri adalah sebuah organisasi tanpa bentuk (OTB), yang tidak membatasi siapa dan berapa jumlah anggota komunitasnya.

Para anggotanya datang dari berbagai lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, masyarakat biasa, organisasi lain, dosen, sampai pegawai pemerintahan.

Salah satu kegiatan rutin KPC adalah “mulung” sampah yang dilakukan di bantaran Sungai Ciliwung. Kegiatannya dilakukan setiap hari Sabtu, jam 08.00 WIB, dan jika ada tambahan atau perubahan jadwal biasanya dilakukan pada hari Minggu. (ars).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Setengah Miliar Rupiah untuk Aib Kali Item

JAKARTA (IGS BERITA) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan anggaran penutup Kali Item yang berada dekat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *