Jumat , 25 Mei 2018
Home / DAERAH / PTTUN Kabulkan Gugatan Rimso Sinaga, KPUD Dairi Harus Terbitkan SK Baru
Rimso Maruli Sinaga, Calon Bupati Dairi dari jalur independen (Foto: Dok. IGS Berita).*

PTTUN Kabulkan Gugatan Rimso Sinaga, KPUD Dairi Harus Terbitkan SK Baru

MEDAN (IGS BERITA) — Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, dalam putusannya pada sidang hari Senin (26/3/2018), mengabulkan gugatan pasangan bakal calon (balon) Bupati Dairi, Rimso Sinaga – Bilker Purba, dan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Dairi untuk menetapkan duet dari jalur perseorangan (independen) tersebut menjadi kandidat ketiga, bersaing dengan dua pasangan calon lainnya, Depriwanto Sitohang – Azhar Bintang dan Eddy Kelleng Ate Berutu – Jimmy Andrea Lukita Sihombing.

BACA JUGA:

Usai sidang putusan, pengacara Rimso-Bilker, Sabrudin, mengatakan, proses persidangan yang berjalan selama delapan kali ini berjalan lancar, tertib, dan melahirkan hasil yang sangat sesuai dengan harapannya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dari pihak KPUD, yang memiliki waktu lima hari sejak putusan untuk melakukan upaya hukum lanjutan, Sabrudin tetap optimis.

“Saya merasa, hakim di MA tetap akan berpedoman terhadap putusan ini. Jadi, kita yakin akan mengikuti dan masuk dalam Pilkada Dairi,” kata Sabrudin.

Seperti diketahui, sebelumnya KPUD Dairi menyatakan pasangan dari jalur independen ini “Tidak Memenuhi Syarat” (TMS) setelah melewati tahap verifikasi faktual kedua. Pasangan ini dianggap gagal mengumpulkan sisa minimal jumlah dukungan.

Duet Rimso-Bilker pun sontak melayangkan gugatan ke Panwas dan PTTUN, dengan materi adanya kesalahan mekanisme yang dilakukan KPUD Dairi saat melakukan verifikasi.

 

Koordinasi dengan KPU Pusat

Dihubungi terpisah, Komisioner KPUD Dairi Bidang Teknis, Freddy Sinaga, menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Sumatera Utara dan KPU Pusat di Jakarta.

“Hakim PTTUN memberi waktu lima hari kepada KPUD Dairi untuk melakukan kasasi. Kita masih koordinasi dulu dengan KPU Provinsi dan Pusat. Setelah itu, kita putuskan, apakah akan melakukan kasasi atau tidak,” kata Freddy.

Ia mengakui, sidang di PTTUN Medan itu berjalan lancar dan tertib. Sidang yang berjalan selama delapan kali di PTTUN Medan itu merupakan lanjutan setelah Rimso-Bilker kalah pada tahap musyawarah di tingkat Panitia Pengawas (Panwas) Dairi.

Soal adanya perintah untuk mencabut SK Penetapan yang lama terhadap pasangan Rimso-Bilker, dan menggantinya dengan menetapkan duet tersebut menjadi Calon Bupati Dairi Nomor Urut 3, Freddy menyatakan pihaknya siap mematuhi apapun yang telah menjadi ketetapan hukum.

 

Kemenangan Rakyat

Sementara itu, dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/3/2018), Rimso Sinaga mengatakan telah menemukan keadilan, dan menyatakan putusan PTTUN tersebut sebagai kemenangan rakyat.

Dalam pandangannya, persidangan itu sesungguhnya bukanlah kesalahan KPUD Dairi, melainkan adanya satu pasal dalam PKPU yang semula dianggap sebagai penyebab kegagalannya maju ke arena Pilkada Dairi.

“Ketika semuanya dibuka, keputusan tersebut mengabulkan permohonan kita untuk membatalkan SK tanggal 12 (Januari 2018) itu dan menetapkan kita sebagai Paslon,” kata Rimso Sinaga.

Menurutnya, ini merupakan kemenangan rakyat.

“Saya datang membawa perdamaian. Ini bukti bahwa suara independen itu suara rakyat,” kata Rimso.

Dalam wawancara sebelumnya dengan IGS Berita, beberapa waktu lalu, Rimso Maruli Sinaga sudah menyampaikan hakikat terdalam dari makna independen.

“Regulasi yang mengatur kemunculan calon-calon independen, calon-calon non-parpol (partai politik), semakin mengerucutkan makna demokrasi sebagai kekuasaan rakyat. Jalur parpol dan independen memiliki derajat yang sama di mata UU Pilkada. Yang menentukan pemenang adalah rakyat. Vox populi vox dei. Suara rakyat (adalah) suara Tuhan,” kata Rimso.

Melalui jalur independen, lanjut Rimso, seorang calon kepala daerah betul-betul harus mendapatkan dukungan rakyat. Sehingga, pengabdiannya total kepada rakyat. Dan, dalam sebuah pesta demokrasi, kemenangan itu ditentukan oleh rakyat, bukan parpol. (mps/yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Tragedi Sacramento Uji Keadilan Hukum “Paman Sam”

Oleh YUKIE H. RUSHDIE   SORE itu, Minggu, 18 Maret 2018, seorang pemuda kulit hitam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *