Jumat , 19 Oktober 2018
Home / INVESTIGASI / Proyek RSUD Porsea | Diduga Dikerjakan Tanpa Tenaga Ahli
RSUD Porsea
Proyek pembangunan di RSUD Porsea ini diduga berjalan tanpa didampingi secara langsung oleh tenaga ahli (Foto: Mampe Sirait - IGS Berita).*

Proyek RSUD Porsea | Diduga Dikerjakan Tanpa Tenaga Ahli

TOBASA (IGSBERITA) – Proyek pembangunan gedung rawat inap kelas III di RSUD Porsea, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, diduga dikerjakan tanpa tenaga ahli.

Hal itu terungkap setelah pantauan IGS Berita pada Sabtu (22/9/2018) ke lokasi proyek. Seorang pekerja yang ditanyakan menyebut pimpinannya sedang di proyek Polres.

“Tadi sih sudah kesini, tapi pergi lagi ke polres,” kata salah seorang tukang kepada IGS Berita.

Saat dikonfirmasi kepada dr. Tihar Hasibuan, Direktur RSUD Porsea, dia mengarahkan untuk menghubungi Danred Simajuntak, Kepala Tata Usaha RSUD Porsea.

“Saya sedang keliling ruangan untuk akreditasi, silahkan ke Pak Dandred dulu,” kata Tihar kepada IGS Berita.

Ditemui di ruangannya, Danred Simajuntak, Kepala Tata Usaha RSUD Porsea, mengatakan, pelaksanaan proyek sepenuhnya tanggung jawab Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tobasa.

“Kami tidak terlibat sama sekali dalam pelaksanaan proyek, semuanya diserahkan ke Dinas Perkim. PPK-nya Alonso Manik,” kata Danred Simajuntak, Kepala Tata Usaha RSUD Porsea, kepada IGS Berita, Sabtu (22/9/2018).

Berdasarkan catatan IGS Berita, Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III di RSUD Porsea dilelangkan pada bulan Juni hingga Juli 2018.

Proyek ini dibiayai APBD Tobasa sebesar Rp 3 miliar dan pelelangannya dimenangkan PT. RKK dengan penawaran Rp 2.973.019.719,08.

Dalam persyaratan, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) menetapkan personil inti yang terdiri dari tenaga ahli dan tenaga terampil sebagai syarat gugur. Artinya, jika peserta lelang tidak mampu melengkapi personil inti, akan digugurkan dan kalah lelang.

Tidak Wajib Hadir

Diwawancarai melalui telepon selulernya, Alonso Manik, ST., PPK Pembangunan Gedung Rawat Inap kelas III di RSUD Porsea Tahun 2018, mengatakan, tenaga ahli tidak harus selalu hadir dilapangan.

“Tenaga ahli kan tidak selalu hadir di lapangan,” kata Alonso Manik melalui pesan WhatsApp, kepada IGS Berita, Sabtu (22/9/2018).

Alonso menjelaskan, kebutuhan pada tenaga ahli hanyalah keahliannya. Namun akan dihadirkan di lapangan saat dibutuhkan.

“Saat dibutuhkan. Kan keahliannya yang dibutuhkan,” kata Alonso, menjawab pertanyaan IGS Berita soal kapan tenaga ahli akan dihadirkan dalam pelaksanaan proyek.

Mengenai syarat menggugurkan personil inti, dia mengatakan penyedia jasa harus memiliki personil yang memiliki keahlian.

“Harus dipastikan perusahaan memiliki personil yang memiliki keahlian yang dipersyaratkan,” kata Alonso.

Dia membantah anggapan bahwa personil inti yang dilampirkan dalam pelelangan dan kontrak harus hadir di lapangan saat pelaksanaan proyek.

“Dalam semua dokumen tidak ada bukti mereka harus hadir…misalnya di laporan dsb. Kalau wajib kan dibuktikan dengan absen?” kata Alonso, menjelaskan.

Selanjutnya Alonso meminta agar wawancara dapat dilanjutkan kemudian karena mengingat jam kerja sudah lewat.

Alai tahatai pe muse lebih lanjut ate. Ala nga mulak karejo dabah [tapi nanti kita bahas lebih lanjut ya, karena sudah pulang kerja],” kata Alonso mengakhiri.

Syarat “Banci”

Saat dimintai pendapatnya, Jansen Sibuea, Ketua Perhimpunan Kontraktor Indonesia (Perkorindo), menganalisa, persyaratan personil inti adalah syarat “banci”.

Karena, menurutnya, di sana tidak dijelaskan secara rinci kewajiban tenaga ahli atau tenaga terampil dalam pelaksanaan pekerjaan. Tetapi seolah-olah hasil pekerjaan yang diterima adalah output personil inti.

“Analisa saya, kontrak itu tidak menjelaskan secara rinci tugas, wewenang, hak, dan kewajiban seorang tenaga ahli atau tenaga terampil. Hanya saja pengguna anggaran menghendaki pekerjaan yang diterima adalah hasil kerja ahli. Kalau tidak ada di lapangan, bagaimana bisa disebut hasil kerja ahli? Berarti syarat itu ‘banci’. Karena tidak ada sanksi kepada ahli kalau tidak turun langsung ke lapangan,” kata Jansen Sibuea, saat dihubungi IGS Berita, Kamis (27/9/2018). (mps).*

About Mampe Sirait

Check Also

Rumah Pompa Waduk Bojong

TERUNGKAP | Rumah Pompa Waduk Bojong Ternyata untuk Pengembang

JAKARTA (IGS BERITA) — Akhirnya, misteri di balik pembangunan (kembali) Rumah Pompa Waduk Bojong di …

Tinggalkan Balasan