Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Plt. Kadisdik Kota Bogor Sudah Larang Penggunaan LKS Buatan Pihak Ketiga
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, H. Fahrudin, S. Pd. (Foto: Istimewa - IGS Berita).*

Plt. Kadisdik Kota Bogor Sudah Larang Penggunaan LKS Buatan Pihak Ketiga

BOGOR (IGS BERITA) – Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, H. Fahrudin, S. Pd., yang akrab disapa Fahmi, mengaku sudah sejak lama menyampaikan “surat larangan” penggunaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) buatan pihak ketiga kepada seluruh kepala sekolah SD. Bukan cuma LKS, ia pun melarang acara perpisahan di tempat mewah dan study tour.

Maraknya penjualan buku LKS buatan pihak ketiga, yang belum tentu sudah melewati proses verifikasi dan uji kelayakan di Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, menjadi dasar dari Disdik Kota Bogor menyampaikan larangan tersebut.

Fahmi mengakui, ada persaingan di antara para pihak ketiga tersebut, baik penerbit maupun penyedia buku LKS.

“Maka, saya selalu mengingatkan kepada para guru dan kepala sekolah, kade… kade… kade… (awas… awas… awas…), gitu. Jangan sampai terlibat. Jangan sampai terjebak. Kita ini terikat aturan. Kita ini kan yang menjalankan aturan. Kalau sampai terjadi sesuatu, diperiksa, ketahuan sama Dinas Pendidikan, ya… wayahna, urang mah pan PNS (ya… mohon maklum, kita ini kan PNS). Ada aturannya,” kata Fahmi, saat dijumpai IGS Berita di Kantor Disdik Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran Nomor 11, Rabu (18/1) sore.

Menurutnya, LKS yang paling tepat untuk digunakan itu adalah yang dibuat oleh para guru sendiri. Dan Fahmi mengaku bahwa pihak Disdik Kota Bogor sudah menginstruksikan pembuatan LKS tersebut.

“Kita sedang mempersiapkan para guru untuk bisa membuat LKS. Pelatihannya sudah, bulan Desember kemarin, yang dipersiapkan untuk tahun ajaran baru. Jadi, (guru) tidak boleh lagi menggunakan LKS buatan pihak ketiga, melainkan harus membuatnya sendiri,” kata Fahmi.

Meski begitu, Fahmi mengakui, masih harus dilakukan perubahan dulu pada nomenklatur atau nama mata anggarannya. Jangan sampai nantinya para guru membuat LKS tapi untuk pengadaannya sendiri tidak ada mata anggarannya.

“Nama mata anggarannya jangan lagi berbunyi pembelian LKS, tapi pengadaan untuk pembuatan LKS,” kata Fahmi, yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Bogor, Maman Suherman.

Tegasnya, lanjut Fahmi, segala strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan dan kemampuan peserta didik harus diupayakan jangan sampai melahirkan beban yang memberatkan dan menyulitkan para orangtua siswa. Itu sudah menjadi komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Seperti diketahui, temuan IGS Berita soal masih digunakannya buku-buku LKS buatan pihak ketiga di Kota Bogor tersebut berawal dari keluhan para orangtua murid di SDN Purbasari, SDN Gunung Batu 1, dan SDN Gunung Batu 2.

Baca:

Berdasarkan penelusuran IGS Berita ke berbagai pihak, terdapat indikasi pemanfaatan dari kelompok-kelompok tertentu yang hanya ingin meraup keuntungan “musiman” lewat penjualan buku-buku LKS buatan pihak ketiga. (fji/ars).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Rumah Pompa

Rumah Pompa Waduk Bojong | Ini Reaksi Walkot Jakbar

JAKARTA (IGS BERITA) — Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: