Rabu , 16 Januari 2019
Home / DAERAH / Petani Pusing, Material Proyek JLS Timbun Saluran Air
Saluran air lenyap tertimbun material sisa proyek JLS | Foto SULUH APRIYANTO | IGS BERITA |

Petani Pusing, Material Proyek JLS Timbun Saluran Air

PACITAN | IGS BERITA | Para petani di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, makin pusing dan resah. Saluran air di sebelah selatan dan timur jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) dipenuhi material.

Menurut para petani, material yang memenuhi saluran air sepanjang ruas jalan Desa Kembang itu adalah sisa-sisa dari proyek JLS di tahun 2017, seperti pasir dan batu.

Akibatnya, sekitar 22 hektar sawah terendam air yang meluap dari saluran, apalagi saat hujan turun.

Wajarlah kalau kemudian para petani pun cemas memikirkan nasib sawahnya.

Suyatno (50), warga Desa Kembang, pemilik sawah yang juga selalu menjadi langganan tetap luapan air dari saluran tersebut, berkisah kepada IGS Berita, Jumat (21/12/2018).

“Sebenarnya, saluran ini untuk irigasi sawah. Tapi, berhubung isinya pasir, koral, dan batu, jadi saat hujan airnya langsung meluap ke sawah. Apalagi saat musim tanam seperti ini, kita kaum petani merasa waswas, karena sawah kita terendam. Bagaimana mau menanam,” ucapnya.

Sementara Nurhidayat (45), Kepala Dusun Karang yang juga Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), menuturkan, situasi itu memang membuat warga bingung.

Sebab, lanjut Nurhidayat, persoalan pada saluran air itu tidak mungkin diselesaikan dengan kerja bakti warga. Materialnya terlalu banyak.

“Material itu kan awalnya dari proyek jalan JLS. Dulu, harusnya pihak proyek yang membersihkan. Warga sendiri, kalau mau ngerukin material, gak berani waktu itu. Karena takut kalau menyalahi pihak proyek,” tegas Nurhidayat.

Menurutnya, kondisi itu telah mengganggu sekaligus menimbulkan kerugian bagi sumber utama kehidupan para petani di daerahnya.

“Kita petani sumber utamanya pangan. Tapi, kalau baru musim tanam saja sudah terancam luapan air dari saluran yang membludak dan merendam tanaman, mau bagaimana? Tanaman itu pun akhirnya busuk, mati, dan kita harus tanam lagi. Saat ini, yang kita harapkan adanya pengerukan di saluran air itu, supaya kaum petani bisa hidup dan semangat lagi,” kata Nurhidayat. |APR|

Pemerintah Kabupaten Pacitan

About Yukie Rushdie

Check Also

Sutrisno | Sang ‘Pahlawan Infrastruktur’ Tanpa Bintang

PACITAN | IGS BERITA | Sutrisno, warga Dusun Karang, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: