Minggu , 18 Februari 2018
Home / LINTAS GEMSTONE / Pertama di Indonesia: Terobosan “S.O.P” Kontes Batu Pandan
Acara sosialisasi SOP Penilaian Kontes Batu Pandan. Dari kiri ke kanan: Tosa, Yani Sobirin, Andika (moderator), Sigit Tri (Ketua Komunitas Batu Pandan), dan Rief. (Foto: Istimewa - IGS Berita).*

Pertama di Indonesia: Terobosan “S.O.P” Kontes Batu Pandan

BEKASI (IGS BERITA) – Bertempat di food court pasar moderen Perumahan Taman Harapan Indah, Cakung, Bekasi (Jawa Barat), para pengurus dan anggota komunitas pecinta Batu Akik Pandan yang datang dari daerah Jabodetabek, Karawang, dan perwakilan Bandung, Sabtu (21/1), melakukan sosialisasi SOP (Standard Operational Procedure) atau ketentuan standar penilaian kontes Batu Pandan.

Sebetulnya, di tempat yang sama, kerangka atau draft SOP penilaian kontes Batu Pandan tersebut sudah dibuat, beberapa waktu lalu. Namun, guna menjadikannya sebagai standar yang baku dan seragam, Ketua Komunitas Pecinta Batu Akik Pandan, Sigit Tri Mulyantoro, membentuk suatu tim tersendiri yang dinamakan caretaker.

“Tim caretaker ini berjumlah tujuh orang, termasuk saya,” kata Abah Sigit, panggilan akrab sang Ketua Umum Pandan Lovers. “Tim ini terdiri dari Andika M., Kemal Ghany, Rio Bonang, Hendra Loanda, Richard, Yani Sobirin, dan saya sendiri. Penunjukan caretaker ini sepenuhnya wewenang saya dalam kapasitas sebagai ketua.”

Menurut Abah Sigit, seluruh anggota tim itu adalah orang-orang yang memiliki kredibilitas dan integritas di bidang masing-masing, sehingga boleh dibilang mewakili profesinya berdasarkan keahlian.

Namun demikian, lanjut Abah, dalam menyusun SOP kontes Batu Pandan ini, para caretaker harus menanggalkan asal golongan, kelompok, ego, dan kepentingannya masing-masing. Karena, yang dibahas dan dibuat adalah aturan main yang jelas dan tegas untuk kepentingan orang banyak.

Caretaker bertanggung jawab penuh serta memiliki kedudukan yang sama pada saat pembuatan dan penyusunan SOP kontes ini. Apalagi yang dibuat adalah aturan dan standar kontes yang baku, bukan pakem yang mungkin berbeda-beda di tiap wilayah maupun daerah. Namun demikian, SOP ini pun sama sekali tidak melupakan pakem serta sejarah Batu Pandan itu sendiri secara keseluruhan,” kata Abah.

Beberapa tokoh Batu Pandan dari Bekasi: Berkah Kumbara (berkaus merah), Singgih, dan Almahera. (Foto: Istimewa – IGS Berita).*

Acara sosialisasi itu dihadiri juga oleh beberapa tokoh Batu Pandan, seperti Berkah Kumbara, Singgih, sejumlah penyelenggaran pameran atau kontes batu (event organizer), kolektor, serta para pemain kontes dan simpatisan pandan lovers.

Menurut Abah Sigit, latar belakang dibuatnya SOP penilaian kontes ini adalah untuk menstandarisasi aturan main penilaian kontes, dan menerapkannya secara nasional, baik pada setiap event yang diselenggarakan semua komunitas Batu Pandan maupun event organizer.

Hal tersebut, sambung Abah Sigit, demi meminimalisasi kesalahpahaman serta adanya pemahaman yang sama dari para peserta kontes tentang sistem penilaian kontes itu sendiri.

“Sangat boleh jadi, baru kali inilah di Indonesia seluruh komunitas Batu Pandan bersatu menyelaraskan standar dan ketentuan kontesnya. Semoga dengan dikeluarkan dan ditetapkannya SOP Penilaian Kontes Batu Pandan ini dapat memberikan manfaat, dan mempererat silaturahmi di antara para pecinta Batu Pandan khususnya, maupun pecinta batu lain umumnya,” kata Abah Sigit.

Langkah selanjutnya, menurut Abah, akan dibentuk satu komite penjurian, yang terdiri dari beberapa orang yang bertugas memantau juri kontes agar mengimplementasikan SOP yang sudah ditetapkan. Para anggota komite dapat mengubah atau merevisi SOP bila dianggap perlu.

“Sebab, SOP kontes bersifat dinamis, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi. Anggota komite penjurian ini akan diambil dari pandan lovers yang ada dalam komunitas atau para penggemar Batu Pandan yang memiliki kapasitas untuk menjabat di posisi tersebut,” kata Abah Sigit, menutup pembicaraan dengan IGS Berita. (pys).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Batuan Istimewa Tanah Gayo

PADA umumnya masyarakat Indonesia pasti sering mendengar nama “Dataran Tinggi Gayo“, salah satu tempat di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *