Jumat , 16 November 2018
Home / DAERAH / Personil Inti Proyek di Pemkab Tobasa Diragukan
Papan Nama Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Sidulang, Laguboti, Tobasa. (Foto: IGSBERITA-Mampe Sirait).*
Papan Nama Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Sidulang, Laguboti, Tobasa. (Foto: IGSBERITA-Mampe Sirait).*

Personil Inti Proyek di Pemkab Tobasa Diragukan

TOBASA (IGSBERITA) – Personil inti pada proyek-proyek yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir diragukan keberadaan dan kehadirannya di lokasi proyek. Padahal personil inti adalah syarat mutlak kontraktor (pihak ketiga) untuk ditetapkan dan ditunjuk sebagai pelaksana proyek ketika proyek-proyek itu dilelangkan.

Hal itu dikatakan Ungkap Marpaung, Ketua Umum LSM Pendoa Indonesia, kepada wartawan di Hotel Nabasa, Balige, Selasa (4/9/2018).

“Investigasi kami ke beberapa lokasi proyek yang dikelola pemkab Tobasa Tahun 2018 tidak ditemukan personil inti, baik Tenaga ahli atau tenaga terampil. Hanya mandor, tukang dan pekerja yang selalu ditemui dilapangan. Padahal saat proyek itu dilelangkan, pokja menetapkan syarat personil inti sebagai syarat gugur. Artinya anda tidak bisa menang tender tanpa ada personil inti,” kata Ungkap Marpaung kepada wartawan.

Dia menjelaskan, ketidakhadiran personil inti di lapangan menjadi gambaran bahwa persyaratan personil inti yang diwajibkan saat pelelangan adalah syarat “akal-akalan” dan tidak ada tujuannya untuk memperbaiki kualitas pekerjaan.

Lebih jauh Ungkap merinci beberapa lokasi yang dikunjungi untuk membuktikan bahwa personil inti tidak ada dilapangan. Diantaranya, proyek irigasi D.I. Parik, proyek irigasi D.I Aek Bolon, proyek pembangunan gedung Dinas Komunikasi dan Informatika Tobasa, Pembangunan Pasar Rakyat Nassau, Pembangunan Pasar Rakyat Habinsaran, dan Proyek irigasi D.I Sidulang.

“Semua proyek yang kami kunjungi tidak ada personil inti. Bohong kalau ada. Silahkan kita cek sama-sama ke lapangan. Saat ini kan semua proyek (hasil pelelangan) sedang berjalan,” kata Ungkap menegaskan.

Sudah sesuai aturan

Sementara itu, Pandapotan Tambun, Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tobasa Tahun Anggaran 2018, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Toba Samosir, ketika ditemui di lokasi proyek menyebutkan bahwa personil inti sedang keluar makan.

“Lagi keluar makan,” kata Pandapotan Tambun kepada IGSBERITA, pada Selasa (4/9/2018), pukul 14.09 WIB.

Disinggung mengenai metode pelaksanaan pekerjaan tanah timbun menggunakan tanah berbatu, Pandapotan Tambun mengatakan bahwa pekerjaan sudah sesuai.

“Sudah (sesuai metode pelaksanan). Memangnya yang anda tau bagaimana?,” kata Pandapotan Tambun sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Jonni Lubis, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Toba Samosir saat dihubungi untuk wawancara mengatakan agar mengatur waktu minggu depan.

“Jangan sekarang ya lae, minggudepan aja,” Kata Jonni Lubis melalui pesan whatsapp kepada IGSBERITA, Kamis (6/9/2018).

Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Dinas Kominfo Tobasa TA. 2018 di Jalan Tarutung, Soposurung, Balige, Tobasa. (Foto: IGS Berita-Mampe Sirait).*
Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Dinas Kominfo Tobasa TA. 2018 di Jalan Tarutung, Soposurung, Balige, Tobasa. (Foto: IGS Berita-Mampe Sirait).*

Hal lain pada pekerjaan pembangunan irigasi D.I Aek Bolon di Desa Narumonda I, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Tobasa. Pejabat Pembuat Komitmen, Piter Pangaribuan, mengatakan mengenai personil inti sudah diberikan peringatan kepada pelaksana proyek.

“Mengenai itu (personil inti) sudah dijalankan surat teguran,” kata Piter Pangaribuan melalui pesan seluler.

Papan Nama Proyek Peningkatan Irigasi D.I. Parik, Uluan, Tobasa TA. 2018 (Foto: IGS Berita - Mampe Sirait).*
Papan Nama Proyek Peningkatan Irigasi D.I. Parik, Uluan, Tobasa TA. 2018 (Foto: IGS Berita – Mampe Sirait).*

Namun pejabat lainnya di Dinas PUPR Tobasa, baik Sofian selaku pengawas, Erwin Pasaribu selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), hingga Darlin Sagala selaku Kepala Dinas tidak bersedia memberikan penjelasan.

Personil inti digunakan menggugurkan penawaran

Saat dimintai pendapatnya, Jansen Sibuea, Ketua Perhimpunan Kontaktor Indonesia (PERKORINDO) menilai bahwa memang persoalan personil inti kerap digunakan sebagai alat bagi para panitia lelang untuk menggugurkan penawaran peserta lelang. Padahal, di lapangan keberadaannya sangat diragukan.

“Itu adalah kenyataan pengadaan barang/jasa saat ini. Bisa kita perhatikan di LPSE seluruh Indonesia, penawaran peserta kerap digugurkan karena persoalan personil inti. Kenyataannya sangat berbanding terbalik di lapangan. Berapa banyak pemilik sertifikat keahlian yang aktif di proyek-proyek? Jangan-jangan Cuma dipake ijazahnya saja, atau bahkan pemilik ijazah tidak tau kalau dia itu tenaga ahli apa,” kata Jansen Sibuea kepada IGSBERITA, Kamis (6/9/2018). (mps).*

Dog Hallow Fest

About Mampe Sirait

Check Also

Pantai Pangasan

Pati TNI Awasi Kinerja Tentara di Pantai Pangasan

PACITAN (IGS BERITA) — Brigjen TNI Steverly Parengkuan, Pati Ahli Kasad, menyatroni kawasan wisata Pantai …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: