Jumat , 25 Mei 2018
Home / DAERAH / Ribuan Pegawai ASN Pandeglang Belum Terima Gaji Januari
Bupati Pandeglang
Bupati Pandeglang, Irna Narulita (Foto: Dok Grafis - IGS Berita).*

Ribuan Pegawai ASN Pandeglang Belum Terima Gaji Januari

PANDEGLANG (IGS BERITA) – Diperkirakan, hingga hari ini, Jumat (3/2), sekitar 8.000 dari 12.000-an pegawai Administrasi Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pandeglang belum terima gaji bulan Januari 2017. Akibatnya, banyak pegawai ASN merasa kelimpungan mengatasi persoalan kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagian besar mengaku terpaksa mengutang ke warung, bahkan harus menjual perhiasan yang dimilikinya.

Pemberlakuan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru tahun 2017 ini, ternyata membawa dampak ikutan dengan terlambatnya pembayaran gaji. Beberapa pihak yang dihubungi IGS Berita mengatakan, tidak menyangka lambatnya gaji ini berjalan sampai akhir bulan. Mereka umumnya memperkirakan keterlambatan gaji hanya sampai tanggal 20-an. Nyatanya, beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Dinas) atau instansi yang “gemuk pegawai”, belum gajian sampai hari ini.

“Rasanya, sejak saya jadi pegawai, baru kali ini gajian telat sampai akhir bulan. Bahkan sekarang sudah masuk bulan Februari,” kata Ruli Purnama, Kepala SMPN 1 Cibitung, Pandeglang.

“Benar-benar kewalahan. Setelah libur tahun baru, gajian telat sampai sebulan, ada apa sih? Belum ada uangnya, tah? Bupati tahu nda, ya?” kata Icah Aisyah, guru SMPN Banjar, seakan memberondong pertanyaan.

“Istri saya sampai jual perhiasan emas untuk nutupi kebutuhan,” ucap AcoJasra, Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Kroncong, pada kesempatan lain.

“Sampai tanggal 2 Februari ini, saya belum gajian. Saya tidak tahu apa penyebabnya,” kata Azis Saparudin, Kepala UPT Disdikbud Kecamatan Jiput.

 

Kurang Koordinasi

Hasil penelusuran IGS Berita, keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang molor hingga sebulan ini ditenggarai dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari terlambat terbitnya SK Pengguna Anggaran pasca-pelantikan 3 Januari 2017 lalu, perubahan tata cara dan format pengisian Rencana Kebutuhan Anggaran, pembuatan Anggaran Kas, DPA, minimnya jumlah pegawai yang membidangi hal tersebut, hingga kurangnya koordinasi antara BPKD dengan SKPD.

Kepala BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah), Ramadani, mengatakan, sejak pertengahan Januari lalu sebenarnya SKPD sudah bisa mengajukan permohonan pembayaran gaji jika semua syarat yang diperlukan terpenuhi. Menurutnya, hingga akhir Januari saja masih banyak SKPD yang belum menyelesaikan Angkas dan DPA.

“Dari tanggal 17 Januari lalu sebenarnya sudah bisa gajian jika SKPD membereskan Angkas dan DPA-nya. Kalau tidak beres, ya sampai kapan pun tidak bisa gajian,” kata Ramadani, saat dihubungi IGS Berita.

Meskipun begitu,  lanjut Ramadani, hingga hari ini sudah ada beberapa instansi seperti kecamatan dan SKPD yang gajian.

“Walau telat, kami sudah gajian tanggal 27 Januari kemarin,” kata Yuddy, pegawai di Kecamatan Majasari.

Namun, banyak pihak merasa tidak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan Kepala BPKD tadi, yang seolah menimpakan kesalahan telatnya gaji hanya kepada SKPD.

“Sudah di-input dengan aplikasi, mendadak dirubah minta manual. Padahal kita sudah kerja super-ekstra dan lembur. Kurang koordinasi tuh BPKD,” ungkap pegawai Bidang PEP di salah satu SKPD, yang meminta namanya tidak disebutkan.

 

Bupati Harus Berbenah

Habibi, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pandeglang, meminta Bupati Irna Narulita dan Sekda untuk mencari akar masalah, mengevaluasi dan membenahinya secara tuntas, agar keterlambatan gaji tidak terulang lagi.

“Pasti ada kekeliruan dan kelemahan sampai gaji telat sebulan. Kasihan pegawai kecil yang betul-betul berharap dari gajinya,” kata Habibi.

Keluhan pegawai yang terekam atas keterlambatan pembayaran gaji, merupakan gambaran kecil yang harus dibenahi oleh semua pihak, agar tidak kembali terulang. Sebab, bagi pegawai bergolongan rendah, betapapun kecilnya sisa gaji, mereka jelas sangat bergantung dengan itu. Kebutuhan dapur, kebutuhan biaya sekolah, kebutuhan ongkos kerja dan tetek bengek, tidak kenal dengan kata telat. Jadi, jangan sampai “Bu Telat Amat Bu” menjadi viral di medsos. (kar).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Blunder KPU

Oleh YUKIE H. RUSHDIE   DALAM sepakbola, ada pepatah: “Berbeda dengan striker, penjaga gawang sama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *