Jumat , 19 Oktober 2018
Home / DAERAH / Nelayan Pacitan, Riwayatmu Kini
Nelayan Pacitan
Nasib nelayan Pacitan kini terombang-ambing di tengah gelombang ketidakpastian cuaca laut (Foto: Suluh Apriyanto - IGS Berita).*

Nelayan Pacitan, Riwayatmu Kini

PACITAN (IGS BERITA) — Plesetan dari petikan lagu Bengawan Solo itu, dalam skala tersendiri, menjadi sebuah ironi yang sangat boleh jadi tengah viral di kalangan nelayan Pacitan menyusul penyusutan pendapatan yang sedang mereka hadapi saat ini.

Betapa tidak? Hasil tangkapan ikan laut para nelayan dari kabupaten di ujung sebelah barat provinsi Jawa Timur ini sekarang mengalami penurunan sekitar 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pemicunya, antara lain, faktor cuaca laut yang cenderung tidak menentu di sepanjang tahun ini.

Adakalanya nelayan Pacitan melaut hingga seminggu lamanya. Hasilnya tetap nihil, akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Bahkan, ada sejumlah nelayan Pacitan yang sampai menyimpulkan kalau di tahun ini ikan-ikan laut jenis tuna dan cakalang pun tampaknya sedang mengalami masa “hijrah”.

“Ya, tahun ini, ikan laut jenis tuna dan cakalang sepertinya pindah lokasi. Ini sudah biasa bagi kami. Tahun depan, kami perkirakan bakal ada peningkatan,” kata seorang nelayan kepada kontributor IGS Berita di Pacitan, Suluh Apriyanto.

Tangkapan Kapal Sekoci

Berdasarkan data yang dihimpun Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT P2SKP) Kabupaten Pacitan, hasil tangkapan ikan kapal jenis sekoci kini hanya mencapai 5-8 ton setiap kali berlayar, dari sebelumnya sekitar 15 ton.

“Kita hanya mendapatkan laporan dari nelayan kelas sedang dan besar. Mereka juga mengeluh, karena antara modal berangkat dengan hasil tangkapan nyaris tidak pernah sesuai,” kata Salim, Kepala Seksi Operasional UPT P2SKP Kabupaten Pacitan, saat ditemui awak media, Senin (8/10/2018).

Soal harga, ikan jenis tuna kini hanya berkisar Rp 15-20 ribu per kilogram. Bahkan, harga ikan cakalang sudah mencapai titik terendahnya, yakni Rp 11-12 ribu saja per kilogramnya.

“Harga ikan di Pacitan ini kurang menarik, karena sistemnya tidak lelang. Jadi tidak sama dengan, misalnya, di Pangandaran (Jawa Barat) dan Sendang Biru (Jawa Timur). Maka, penghasilan nelayan di Pacitan ini pun ya jadi kurang maksimal,” kata Salim.

Sementara itu, Kepala UPT P2SKP Tamperan, Kabupaten Pacitan, Ninik Setyorini, meminta agar para nelayan selalu memperhatikan info dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

“Kita hanya berharap supaya nelayan jangan menyepelekan info dari BMKG. Karena, efeknya berbahaya, mengingat sudah banyaknya korban dan kerusakan akibat kurangnya memperhatikan info tersebut,” kata Ninik. (sap).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Kondisi Gedung Olahraga di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur, 17/10/2018. (Foto: Suluh Apriyanto/IGSBERITA).*

Tidak Terawat, Begini Kondisi Fasilitas Olahraga Di Pacitan

PACITAN (IGSBERITA) – Dua fasilitas olahraga di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa timur kondisinya kian parah …

Tinggalkan Balasan