Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / INVESTIGASI / A. Nawawi (Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta): Serikat Pegawai Tidak Anti-Perubahan, Asal Sesuai Aturan
Achmad Nawawi (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan). Polemik di balik aksi unjuk rasa Serikat Pegawai PD Pasar Jaya (Foto: Dok. Grafis - IGS Berita).*

A. Nawawi (Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta): Serikat Pegawai Tidak Anti-Perubahan, Asal Sesuai Aturan

JAKARTA (IGS BERITA) — Demonstrasi Serikat Pegawai PD Pasar Jaya di Balai Kota ditanggapi Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Ia menilai keputusan pihak PD Pasar Jaya mengambil tenaga profesional sudah tepat. Pernyataan Djarot itu disikapi Achmad Nawawi, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, sebagai penilaian sepihak yang tidak objektif.

BACA JUGA:

Di mata Djarot, pengambilan tenaga profesional merupakan perubahan lebih baik. Bahkan Djarot menyuruh karyawan keluar dari PD Pasar Jaya jika merasa tidak nyaman.

“Kalau nggak kerasan (betah) ya keluar saja, kan enak. Trus mereka kerja apa? Saya bilang ya, Pak Arief (Dirut PD Pasar Jaya) ini kontribusinya bagus,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (19/9).

Pernyataan Djarot itu ditanggapi anggota Komisi B Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Drs. Achmad Nawawi, SH., M. Si., sebagai penilaian sepihak. Menurutnya, Djarot hanya mendapat informasi dari pihak PD Pasar Jaya tanpa melalui comparison of information.

“Kami Fraksi Partai Demokrat pernah menerima Serikat Pegawai (SP) PD Pasar Jaya, mereka menyampaikan keresahan mereka, terutama terkait dengan pengangkatan tenaga profesional di PD Pasar Jaya. Tidak ada sama sekali penolakan asalkan tenaga yang diangkat berasal dari kalangan profesional,” jelas Nawawi kepada IGS Berita.

Nawawi mengungkap alasan penolakan Serikat Pegawai terhadap masuknya tenaga profesional karena melanggar aturan.

“Serikat Pegawai Pasar Jaya menolak masuknya tenaga profesional yang melanggar aturan PD Pasar Jaya terkait tahapan seleksi, persyaratan yang harus dipenuhi, dan pemberian gaji,” tuturnya.

“Justru keberadaan SP adalah memberi masukan untuk kebijakan perusahaan dalam melakukan pembenahan, sebagai mitra perusahaan,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IV DPD Partai Demokrat DKI Jakarta itu.

Bahkan, lanjut Nawawi, SP sangat terbuka menerima perubahan, tetapi perubahan tersebut sesuai aturan yang ada.

“Perubahan menjadi lebih baik bila dilakukan tanpa menumbuhkan benih-benih kesenjangan diantara pegawai,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Nawawi meminta Gubernur Djarot mendengar aspirasi yang disampaikan SP PD Pasar Jaya.

“Kita minta agar Gubernur dapat mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, mendapat informasi secara berimbang” tandas Nawawi. (yhr/tom).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Spanduk Asian Games 2018

Lurah Kartini Akui Salah Ketik Spanduk Asian Games 2018

JAKARTA (IGS BERITA) — Jagat maya dihebohkan para warganet yang mempersoalkan kesalahan penulisan pada sejumlah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *