Senin , 19 November 2018
Home / DAERAH / Mediasi Gagal, Sidang PT. MTJ melawan BBPJN II Sumut Tetap Berlanjut
Berbagai sarana dan prasarana penunjang Bandara Sibisa sedang dibangun. Gambar pada foto adalah salah satu bangunan yang sudah selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah melalui BBPJN II Sumut sedang membangun Jalan Akses Ke Bandara Sibisa. (Foto: Mampe Sirait - IGS Berita).*
Berbagai sarana dan prasarana penunjang Bandara Sibisa sedang dibangun. Gambar pada foto adalah salah satu bangunan yang sudah selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah melalui BBPJN II Sumut sedang membangun Jalan Akses Ke Bandara Sibisa. (Foto: Mampe Sirait - IGS Berita).*

Mediasi Gagal, Sidang PT. MTJ melawan BBPJN II Sumut Tetap Berlanjut

MEDAN (IGSBERITA) – Mediasi antara pihak berperkara pada gugatan Perbuatan Melawan Hukum antara PT. Marudut Tua Jaya melawan BBPJN II Sumut (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Sumatera Utara) gagal. Karena itu, sidang dilanjutkan besok Kamis (18/10/2018).

Gugatan tersebut berawal pada pelelangan proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa pada Februari 2018. Dimana kelompok kerja (pokja) ULP BBPJN II Sumut disebut tidak menjawab sanggahan sesuai waktu yang ditetapkan dalam jadwal tahapan pelelangan.

Hal itu terungkap setelah sidang mediasi ke tiga di PN. Medan pada (26/9/2018) bulan lalu, yang dipimpin Hakim Deson Togatorop SH, MH diakhiri dengan menandatangani surat pernyataan gagal mediasi. PT MTJ selaku penggugat diwakili Pati Simanjuntak selaku Direktur Utama dan Wanri Rahaman Tua Turnip selaku Direktur.

Sementara itu, Pihak tergugat yakni Pokja Satker PJNW I, BBPJN II Sumut, selaku tergugat I, dan tergugat lainnya diwakili Jaksa Pengacara Negara dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Inspektur selaku turut tergugat tidak hadir pada sidang mediasi tersebut.

Hal itu dikatakan Wanri Rahaman Tua Turnip kepada IGSBerita di Balige, Tobasa pada Senin (15/10/2018). Dia mengatakan ikhwal kegagalan mediasi adalah kurangnya niat baik para tergugat menghadiri sidang.

“Hadir (pada saat sidang mediasi di pengadilan) aja enggak, bagaimana mau mediasi?. Darisana kami menilai bahwa tidak ada niat baik untuk melakukan mediasi. Jadi pada sidang mediasi ketiga, kami memutuskan tidak menunggu untuk mediasi selanjutnya. Kami meminta sidang dilanjutkan saja,” kata Wanri.

Tanggung Jawab Pokja

Kepala BBPJN II Sumatera Utara, Ir. Paul Ames Halomoan Siahaan, M. Sc, ketika berusaha dikonfirmasi mengenai kegagalan mediasi tersebut, belum memberikan jawaban. Upaya komunikasi melalui pesan dan telepon selulernya juga tidak berhasil mendapat jawaban.

Namun sebelumnya, dalam wawancara langsung dikantornya pada (13/8/2018), dia mengatakan bahwa yang bertanggungjawab mengenai pelelangan adalah pokja. Sehingga perihal sanggahan PT MTJ yang tidak dijawab sesuai waktu tidak bisa dia jawab.

“Saya tidak bisa jawab. Itu kan urusan Pokja. Tidak dijawab secara elektronik juga saya gak ngerti, nanti saya jawab malah salah. Itu tugasnya di Pokja,” kata Ir. Paul Ames Halomoan Siahaan, M.Sc, Kepala BBPJN II Sumatera Utara kepada IGSBerita (13/8/2018) bulan lalu.

Papan Nama Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa Tahun 2018. (Foto: Mampe Sirait - IGS Berita)*
Papan Nama Proyek Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa Tahun 2018. (Foto: Mampe Sirait – IGS Berita)*

Tidak Taat Hukum

Mengomentari gagalnya sidang mediasi tersebut, Ketua LSM Pendoa Ungkap Marpaung mengatakan, bahwa pihaknya sudah melihat langsung di Pengadilan Negeri Medan perihal ketidakhadiran para tergugat saat dipanggil untuk bersidang.

Hal itu menurut Ungkap Marpaung menunjukkan bahwa para pejabat di BBPJN II Sumatera Utara terindikasi tidak taat hukum.

“Dipanggil pengadilan saja tidak mau hadir. Dimana itikad baik para pejabat BBPJN II Sumut menaati aturan?” kata Ungkap Marpaung kepada kepada IGSBerita (17/10/2018).

Dia juga mengatakan bahwa keputusan PT MTJ selaku penggugat sudah tepat untuk melanjutkan persidangan.

“Menurut saya keputusan penggugat untuk tidak melanjutkan mediasi sudah tepat. Jadi mudah-mudahan terungkap dalam persidangan bagaimana sistem pengadaan barang dan jasa di BBPJN II Sumut,” ujarnya mengakhiri.

Gugatan Lain di BBPJN II Sumut akan gagal mediasi

Sementara itu saat dimintai komentarnya, Pati Simanjuntak, Direktur Utama PT Marudut Tua Jaya mengatakan bahwa gugatan lain PT MTJ melawan BBPJN II Sumut akan bernasib sama yaitu gagal mediasi.

Gugatan lain dimaksud adalah gugatan PT MTJ melawan BBPJN II Sumut pada pelelangan proyek Pembangunan Jalan Balige By Pass tahap kedua tahun 2018.

“Saya pikir gugatan tentang pelelangan proyek Balige By Pass tahap kedua tahun 2018 juga akan bernasib sama, mediasinya akan gagal,” kata Pati Simanjuntak kepada IGSBERITA (17/10/2018).

Namun dia mengatakan bahwa akan sebaik mungkin membuka fakta-fakta dugaan perbuatan melawan hukum pada persidangan selanjutnya. Harapannya pengadilan memberikan keputusan seadil-adilnya.

“Kami akan mengikuti proses persidangan ini sebaik mungkin. Di persidangan nanti diuraikan fakta-fakta sebagaimana gugatan kami. Kita tunggu saja prosesnya, dan berharap keputusan majelis hakim yang seadil-adilnya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan Menteri PUPR atau Irjen mengenai ketidakhadirannya pada sidang mediasi yang berujung gagal. Berbagai upaya wawancara termasuk korespondensi melalui surat, belum terjawab. (mps).*

Dog Hallow Fest

About Mampe Sirait

Check Also

Ini Kronologi Peringkusan 23 Preman Penguasa Lahan Kosong

JAKARTA (IGS BERITA) — Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes (Pol) Hengki Haryadi, SIK, MH., memaparkan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: