Senin , 19 November 2018
Home / MEGAPOLITAN / Maruli Silaban (Ketua Umum PPGI): “Pembubaran Kegiatan Ibadah Termasuk Kejahatan Serius!”
Foto pelaku aksi pembubaran Sekolah Minggu di Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, yang diunggah netizen (Foto: Dok. IGS Berita).*

Maruli Silaban (Ketua Umum PPGI): “Pembubaran Kegiatan Ibadah Termasuk Kejahatan Serius!”

JAKARTA (IGS BERITA) — Aksi seorang pria yang mencoba membubarkan kegiatan ibadah anak-anak dengan menghunus gergaji dan kapak di Rusun Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (23/9), yang tayangan videonya menjadi viral setelah tersebar luas di berbagai jejaring media sosial, dinilai termasuk kejahatan serius.

“Siapapun, yang mencoba mengganggu —apalagi membubarkan secara tidak berhak— kegiatan ibadah dari sebuah agama, harus dianggap telah melakukan tindak kejahatan serius. Apalagi bila di dalamnya terdapat anak-anak yang menjadi korban. Selain bertindak pidana, pelakunya pun telah melanggar ketentuan HAM (Hak Asasi Manusia) dan UU Perlindungan Anak (PA),” kata Maruli Tua Silaban, SH., Ketua Umum Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI), kepada IGS Berita di Jakarta, Senin (25/9).

Melalui siaran pers yang ditandatanganinya bersama Mascot Siregar, SE selaku Sekretaris Umum PPGI, Maruli Tua Silaban mendesak agar negara hadir secara serius menangani perkara di Rusun Pulogebang tersebut, demi mencegah munculnya benturan horisontal di masyarakat.

“Banyak regulasi yang bisa digunakan negara untuk mencegah terulangnya kejadian yang berpotensi merusak mental anak-anak dan memecah belah kerukunan antar-pemeluk agama semacam itu. Antara lain, Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, lalu Pasal 167 ayat (1), Pasal 335 ayat (1) butir 1, Pasal 175, dan Pasal 176 KUHPidana, serta Pasal 6, 9, dan 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Negara harus menciptakan efek jera terhadap para pelaku kejahatan semacam demikian,” kata Maruli Tua Silaban.

Ia juga mengingatkan lagi tentang kemajemukan bangsa Indonesia, baik dari segi agama, suku, maupun bahasa.

“Setiap Kepala Negara wajib menjaga keutuhan situasi majemuk tersebut, karena hal itu sesungguhnya merupakan kekayaan dari bangsa Indonesia,” katanya.

Sebagaimana ramai diberitakan, Sabtu (23/9), seorang pria —dengan menghunus gergaji dan kapak— berupaya membubarkan kegiatan ibadah anak-anak “Sekolah Minggu” yang dilaksanakan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sidang Jemaat Daniel di Lantai 3 Blok A Rusun Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Pria tersebut tertangkap kamera melakukan intimidasi terhadap kaum ibu dan anak-anak yang sedang melakukan ibadah “Sekolah Minggu” di Rusun Unit milik KGPM.

Dalam rekaman video berdurasi dua menit dua puluh detik itu, tampak pria tersebut meminta ibu-ibu dan anak-anak untuk membubarkan diri.

“Yang namanya rusun tidak ada yang dipakai buat kebaktian. Gara-gara ibu-ibu dateng aja (makanya) dipake buat kebaktian,” kata pria tersebut di dalam video.

Tak hanya itu. Pria tersebut juga membawa-bawa nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pria bertopi itu mengumpat dan memaki dengan kata-kata kotor tentang sosok Ahok.

Video yang diunggah akun Marnama Mc Simanjuntak dan Wartabali Rakyat Sosmed itu pun menuai berbagai komentar. Rata-rata netizen yang berkomentar mengecam tindakan yang dilakukan pria di dalam video tersebut.

“Dah sakit jiwa kayak kesurupan… ibadah anak2x aja sampe dilarang… mana dateng pake gergaji sama kampak…?!?!” tulis akun bernama Lidya Likasina.

“Dilaporkan aja kasus itu kpd yang berwajib, kan sdh ada vidionya,” kata Ama Surya Buaya Buaya.

Di akun facebook Wartabali Rakyat Sosmed, video tersebut disukai sekitar 3 ribu lebih warganet, dan dibagikan kembali sebanyak 16.660 kali. Berikut tautannya: https://www.facebook.com/wartabali.net/videos/872447232905899/ atau https://www.facebook.com/groups/adijayanusantara.dukungjokowi2periode/permalink/2074046166150388/.

Kabar terakhir menyebutkan, pelaku yang belakangan diketahui bernama M. Nasoem Sulaiman itu dan beralamat di Blok F Rusun Pulogebang, telah diciduk pihak kepolisian. Ia pun sudah menulis surat permintaan maaf, yang ditandatangani sejumlah saksi, termasuk Ketua RT setempat.

Tak berapa lama kemudian, Minggu (24/9) malam, seorang netizen dengan akun @Jodi Cross Ante menayangkan foto pelaku saat terciduk dengan muka penuh lebam.

“Kemaren kau begitu gagah dan berani sperti layaknya seorg pejuang yg ikut memerdekakan negara ini.. Skrg.. Joker.. I’m sorry…” tulisnya pada caption foto-foto yang ia unggah itu.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi terkait foto penangkapan pelaku pembubaran ibadah anak Sekolah Minggu tersebut. (yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Belawan

Save Flora | Kajari Belawan Dipolisikan

JAKARTA (IGS BERITA) — Gara-gara tetap menahan seseorang yang status tersangkanya telah dinyatakan gugur lewat putusan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: