Selasa , 18 September 2018
Home / INVESTIGASI / Manajer Pasar Senen Restui Pembangunan Kios dan Kantor Sekuriti di Kolong JPO
Pasar Senen
Bangunan permanen kios-kios baru dan kantor sekuriti berdiri di kolong JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang menghubungkan Pasar Senen Blok VI dengan Mal Atrium (Foto: Thomson Sirait - IGS Berita).*

Manajer Pasar Senen Restui Pembangunan Kios dan Kantor Sekuriti di Kolong JPO

JAKARTA (IGS BERITA) — Dalam sepekan terakhir ini, muncul kehebohan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, terkait berdirinya sejumlah kios dan sebuah kantor sekuriti berujud permanen di kolong JPO (Jembatan Penyeberangan Orang). Padahal, Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum menyatakan larangannya, kecuali mendapat izin dari Gubernur.

JPO yang beralih fungsi itu merupakan fasilitas umum milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berfungsi menghubungkan Blok VI Pasar Senen dengan Mal Atrium.

Pasal 6 Perda Nomor 8 Tahun 2007 tegas menyebutkan, setiap orang atau badan dilarang memanfaatkan ruang terbuka di bawah jembatan atau jalan layang kecuali mendapat izin dari Gubernur.

Dugaan sementara, para pedagang memberikan sejumlah uang kepada oknum manajer di Pasar Senen, sehingga mendapat izin membangun kios-kios di bawah JPO.

“Pembangunan kantor sekuriti dan kios-kios milik Pak Lian dan Pak Panjaitan itu atas persetujuan Manajer UPB (Unit Pasar Besar) Senen (M. Yamin Pane —red),” kata Sugeng Purnomo, Asisten Manajer Bidang Usaha dan Pengembangan PD Pasar Jaya, lewat pesan singkatnya kepada IGS Berita, Rabu (15/8/2018).

Ia kemudian menyarankan untuk mengkonfirmasikan hal itu kepada Riasihanto, Pelaksana Harian (Plh) Manajer UPB Senen, pengemban tugas Yamin Pane yang tengah menunaikan ibadah haji.

“Saran saya, Abang ke kantor saja, bicara dengan Pak Anto (panggilan Riasihanto) selaku Plh, agar bisa diputuskan atau dilaporkan. Mengenai perizinan bangunan, saya akan panggil Pak Ferry Tambunan (Asisten Manajer UPB Senen) untuk dilanjutkan ke Plh,” kata Sugeng Purnomo.

Gara-gara Asian Games

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Plh Manajer UPB Senen, Riasihanto, mengatakan, kegiatan Asian Games XVIII di Jakarta membuat semua trotoar dan bahu jalan di sisi Jalan Bungur harus steril, maka para pedagang di sana dialihkan ke TPS (Tempat Penampungan Sementara) Sisi Jalan Senen.

“Secara area, lokasi JPO itu masih milik PD Pasar Jaya. Mengenai perizinan, sesuai Perda, nanti kami koordinasikan dulu dengan bidang legal di Kantor Pusat PD Pasar Jaya,” kata Riasihanto, Kamis (16/8/2018).

Ia menambahkan, jumlah pedagang pemilik kios yang terdata ada sekitar 2.200 orang, sementara daya tampung TPS hanya 1.308 unit.

Terpisah, salah seorang pedagang berinisial S, menuduh pihak pengelola Pasar Senen telah berpihak kepada pedagang berinisial L dan P.

“Kedua orang ini kan sudah mendapatkan 3-4 kios di TPS Blok VI. Jika ini pengalihan bagi para pedagang dari sisi Jalan Bungur, kenapa harus L dan P lagi yang diistimewakan? Kan masih banyak pedagang lain yang belum mendapatkan haknya di TPS karena keterbatasan kapasitas,” kata S dengan nada tinggi.

Ia menambahkan, sesuai informasi yang didapatnya, kedua pedagang itu kemudian memperjualbelikan lagi kios-kios di kolong JPO itu kepada pedagang lain dengan harga puluhan juta.

“Saya sudah lama jualan di Pasar Senen. Tapi saya tidak sanggup kalau harus membayar sewa kios seharga puluhan juta per tahun. Kalau PD Pasar Jaya melakukan pengawasan untuk membina para pedagang, saya kira hal seperti ini tidak akan terjadi. Faktanya, yang kini menempati kios-kios di TPS Blok VI itu kebanyakan pedagang baru yang sanggup bayar sewa. Pedagang lama tersingkir, karena tak kuat bayar sewa antara Rp 35-40 juta per tahun,” kata S lagi.

Pasar Senen City

Pasar Senen
Kegiatan pembongkaran aset Pasar Senen Blok VI (Foto: Thomson Sirait – IGS Berita).*

Diketahui, saat ini tengah dilakukan pembongkaran dan penghapusan aset untuk Pasar Senen Blok VI, karena akan dibangun menjadi Pasar Senen City.

Proses tender untuk tahap pembongkaran dan penghapusan aset itu dilakukan melalui metoda Beauty Contest di Unit Layanan Pengadaan (ULP) PD Pasar Jaya.

Menurut Asisten Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita Dinanjar, tahapan lelang sudah melewati proses aanwijzing (penjelasan) pada 21 Juni 2018, dilanjutkan peninjauan ke lapangan dengan seluruh peserta tender.

“Setelah itu, masuk penawaran dari peserta ke Pasar Jaya, yang dilakukan secara transparan di hadapan semua peserta. Nilai penawaran mereka dilaporkan ke Direksi, lalu dipilihlah penawar tertinggi untuk kegiatan pembongkaran aset itu. Lelang ini sudah ada pemenangnya, yaitu PT Rai Rakha Utama,” kata Amanda melalui pesan WhatsApp-nya, tanpa mau menyebutkan berapa nilai penawaran pemenang lelang tersebut. (tom/yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Museum Nasional

Lahap Rp 19,2 Miliar, Gedung Arsip Museum Nasional Tidak Berfungsi

JAKARTA (IGS BERITA) — Hingga detik ini, Gedung Arsip dan Ruang Serba Guna milik Museum …

Tinggalkan Balasan