Sabtu , 15 Desember 2018
Home / DAERAH / Mahasiswa Desak Kejati Sulsel Tuntaskan Dugaan Suap Rp 49 Miliar
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Foto: Wahyunita Rizqiyana - IGS Berita).*

Mahasiswa Desak Kejati Sulsel Tuntaskan Dugaan Suap Rp 49 Miliar

MAKASSAR | IGS BERITA | Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulawesi Selatan, di bawah komando Ahmad Yani sebagai Koordinator Lapapangan, berunjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (21/11/2018).

Aksi itu digelar untuk menyikapi dugaan suap senilai Rp 49 miliar terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Bulukumba.

Para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian, membakar ban bekas, membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hukum, membagikan selebaran, dan membentangkan spanduk bertuliskan “Rp 49 M Tanpa Kabar, Kejati Ngondek”.

Sejumlah spanduk tuntutan pun terbentang, antara lain “Segera Tuntaskan Kasus Indikasi Suap Rp 49 M Dana Alokasi Khusus Kab. Bulukumba”, “Tangkap dan Adili Oknum ASN dan Bupati Bulukumba yang Diduga Kuat Melakukan Suap Proyek Irigasi Rp 49 M”, dan lain-lain.

“Kejati Sulselbar harus tegas dalam penanganan kasus dugaan suap Rp 49 miliar yang belum mendapat titik terang ini, serta harus menegakkan UU Nomor 28 Tahun 1999,” tegas Ahmad Yani dalam orasinya.

Aspirasi para mahasiswa itu kemudian diterima oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, yang menanggapinya dengan menyatakan, status penanganan kasus indikasi suap proyek irigasi senilai Rp 49 miliar di Kabupaten Bulukumba tersebut sudah ditingkatkan menjadi penyelidikan.

Menurutnya, sudah ada enam orang oknum yang dimintai keterangan, dan masih tersisa dua orang lagi yang akan diperiksa.

“Sementara ini, kami sedang mencari tahu alamat lengkapnya, kemudian akan disurati untuk diundang menjalani pemeriksaan,” kata Salahuddin.

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan, lanjut Salahuddin, pihak Kejati Sulsel telah mendapati adanya aliran uang, meski dibantah sejumlah oknum.

“Jadi, (temuan) itu acuan kami untuk lebih mendalami kasus ini. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan segera mengusut tuntas kasus ini. Semoga cepat selesai, dan kalian boleh datang ke sini lagi untuk mencari tahu informasinya,” kata Salahuddin di hadapan para pengunjukrasa.

Setelah itu, para mahasiswa melanjutkan aksi unjuk rasanya di Jalan Pertigaan Hertasning – Pettarani (PHP) sebagai bentuk ketidakpuasan mereka. | WNR |

Dog Hallow Fest

About Mega Puspita

Check Also

Diduga Aniaya Anak, Habib Bahar Dipolisikan

BOGOR | IGS BERITA | Habib Bahar bin Smith diduga melakukan tindakan penganiayaan terhadap dua …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: