Jumat , 16 November 2018
Home / INVESTIGASI / KPK Giring Ketua PN Medan Cs ke Jakarta
Ketua PN Medan
Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan (bertopi), usai menjalani pemeriksaan oleh KPK di Gedung Kejaksaan Tinggi Sumut (Foto: Mampe Sirait - IGS Berita).*

KPK Giring Ketua PN Medan Cs ke Jakarta

MEDAN (IGS BERITA) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggiring Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan, dan tiga orang lainnya yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (28/8/2018), ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, mereka akan menjalani proses lebih lanjut di Jakarta.

“Empat orang yang diamankan di Medan dalam perjalanan ke Jakarta. Kemungkinan akan mendarat malam ini,” kata Febri, melalui keterangan tertulis, Selasa (28/8/2018).

Febri menuturkan, yang dibawa ke Gedung Merah-Putih KPK di Jakarta itu adalah Ketua PN Medan, dua panitera, dan seorang pegawai terdakwa yang tengah berkasus di PN Medan.

KPK sebelumnya diberitakan melakukan OTT terhadap penyelenggara negara di Kota Medan, Sumut, Selasa (28/8/2018).

“Ya, benar. Ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan dalam beberapa hari ini. Tadi pagi, Selasa (28/8/2018), sampai siang ini, setidaknya delapan orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, melalui pesan singkat, Selasa (28/8/2018).

Basaria menuturkan, dari delapan orang yang diamankan, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera, dan pihak lain.

Menurut dia, diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi di Medan.

“Uang dalam bentuk dollar Singapura juga telah diamankan,” kata Basaria.

Namun, Basaria belum mengungkap secara detail mengenai pokok perkara kasus yang ditangani penyidik KPK.

“Sejauh ini, baru itu informasi yang dapat kami sampaikan. Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami terima,” kata Basaria.

Kronologi OTT

Diberitakan, KPK melakukan OTT di PN Medan, Sumut, pada Selasa (28/8/2018). Mereka mengamankan Marsudin Nainggolan (Ketua PN Medan), Wahyu Prasetyo Wibowo (Wakil Ketua PN Medan), Sontan Meraoke Sinaga (hakim), Merry Purba (hakim ad hoc Tipikor), Elpandi dan Oloan Sirait (panitera), serta dua orang lain dari pihak swasta.

Sebagai informasi, Wahyu Prasetyo Wibowo adalah Ketua Majelis Hakim perkara Meiliana, terdakwa kasus penistaan agama di Tanjungbalai, Sumut.

Humas PN Medan, Erintuah Damanik, membenarkan penangkapan ini. Namun, dia belum bisa memberikan keterangan terkait para terduga yang ditangkap.

“Saya no comment dulu. Infonya terkait korupsi. OTT-nya pagi tadi, mereka menyegel meja hakim Sontan dan Merry,” kata Erintuah, Selasa (28/8/2018).

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan penangkapan para hakim dan panitera tersebut.

“Ada delapan orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Basaria.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, juga mengatakan hal yang sama.

Febri, melalui pesan WhatsApp-nya, mengatakan, para terduga diamankan karena telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan. Pihaknya mengamankan barang bukti dalam bentuk dolar Singapura. Saat ini, tim KPK sedang melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat.

“Perkembangannya akan di-update kembali, termasuk berapa orang yang akan dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Kasus Tamin Sukardi

Informasi yang didapat IGS Berita, para terduga ditangkap terkait perkara korupsi penjualan tanah negara seluas 74 hektar yang merugikan negara hingga Rp 132 miliar dengan terdakwa Tamin Sukardi.

Tamin baru dijatuhi vonis enam tahun penjara pada Senin (27/8/2018). Majelis hakim persidangannya adalah Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Meraoke Sinaga, dan Merry Purba. Sedangkan Elpandi menjadi paniteranya.

Selain hukuman badan, pemilik Simalem Resort tersebut juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp 132 miliar lebih.

Tapi majelis hakim tidak memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menyita barang bukti lahan seluas 74 hektar kepada negara. Melainkan dikembalikan kepada Mujianto sebagai pembeli lahan, dengan catatan dia harus melunasi sisa pembayarannya kepada Tamin sekitar Rp 105 miliar lebih. Kemudian uang tersebut diserahkan kepada negara untuk disita.

Erintuah Damanik, yang ditanyai soal ini, hanya menjawab kalau dirinya masih berkonsentrasi dengan dugaan penanganan kasus korupsi saja.

Tim kuasa hukum Tamin Sukardi, Suhadi, yang dimintai keterangannya, mengaku belum mendapat informasi.

“Saya baru tahu dari wartawan. Saya pada sidang putusan Pak Tamin kemarin tidak datang, makanya saya terkejut. Saya cari informasi dulu, ya…” kata Suhadi.

Setelah diamankan dari PN Medan, para terduga dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumut. Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, membenarkan hal ini.

Dia bilang, KPK meminjam tempat di Kejati Sumut untuk melakukan pemeriksaan. Hasil koordinasi kedua belah pihak, penyampaian hasil pemeriksaan akan dilakukan oleh KPK.

“Kita hanya memfasilitasi tempat saja untuk pemeriksaan,” ucap Sumanggar.

Empat dari delapan orang yang terjaring OTT itu kini sudah berada di Gedung Merah-Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Nomor 4, Setiabudi, Jakarta Selatan. [mps].*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

5th Anniversary GGP Mall

5th Anniversary GGP Mall | Perjalanan Lintas Imajinasi

KOTA BEKASI (IGS BERITA) — Perhelatan 5th Anniversary GGP Mall, atau Grand Galaxy Park Mall, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: