Jumat , 19 Oktober 2018
Home / NASIONAL / Kisruh Seleksi KPU | Timsel Keliru, Hasil 10 Besar Direvisi
10 Besar
Komisioner KPU RI, Ilham Saputra

Kisruh Seleksi KPU | Timsel Keliru, Hasil 10 Besar Direvisi

JAKARTA (IGS BERITA) — Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dinyatakan telah melakukan kekeliruan cukup fatal. Maka, KPU RI memerintahkan Timsel untuk melakukan pencermatan dan merevisi hasil 10 Besar yang sudah diumumkan sebelumnya.

Kepastian itu ditegaskan Komisioner KPU RI, Ilham Saputra, kepada IGS Berita, saat memantau dan meresmikan produksi perdana kotak dan bilik suara untuk Pemilu 2019 di PT Karya Indah Multiguna (KIM), Bantar Gebang, Kota Bekasi, Minggu (30/9/2018).

BACA JUGA:

Fakta itu muncul setelah KPU RI memanggil Timsel di Jabar tersebut pada Sabtu (29/9/2018), dan melakukan klarifikasi hingga lewat larut malam.

Klarifikasi itu dilakukan menyusul boom Nota Protes yang dilayangkan sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/Kota di Jabar kepada KPU RI.

“Kemarin, teman-teman dan beberapa anggota Timsel itu mengatakan bahwa ada nama-nama di 10 Besar yang sebetulnya tidak lolos psikotes tapi diloloskan, sehingga ini mengubah standar kita,” kata Ilham.

Maka, KPU RI meminta kepada Timsel untuk memperbaiki dan merevisi daftar nama peserta yang masuk dalam 10 Besar, disesuaikan dengan hasil tes dan standar kriteria yang sudah ditentukan.

“Ya, kita minta kepada Timsel untuk kemudian memperbaiki lagi hasil dari 10 Besar ini,” tegasnya.

Soal kekeliruan Timsel tersebut, Ilham menilainya sebagai akibat dari kekurangan mereka membaca ketentuan KPU RI.

“Timsel melakukan kekeliruan karena mungkin kurang membaca ketentuan KPU. Jadi, biar mereka yang perbaiki, kita yang akan fit and proper test,” pungkas Ilham.

Merusak Jadwal

Dihubungi terpisah, praktisi hukum Arnol Sinaga menyatakan, keteledoran Timsel yang berujung pada kekeliruan penetapan hasil itu telah secara langsung merusak jadwal yang ditetapkan KPU RI dalam tahapan pembentukan KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023.

Hingga detik ini, agenda Fit and Proper Test (Uji Kelayakan dan Kepatutan) bagi peserta 10 Besar Gelombang V Seleksi KPU Kabupaten/Kota di Jabar belum juga berjalan.

Padahal, masa tugas Komisioner KPU Kabupaten/Kota periode 2013-2018 di Jabar pada Gelombang V itu akan berakhir, Selasa (2/10/2018) besok.

Sementara, menurut Pasal 29 ayat (2) Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2018 tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, pelaksanaan Fit and Proper Test itu harus dilaksanakan selambat-lambatnya 14 hari sebelum masa jabatan KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota periode sebelumnya berakhir.

“Inilah, antara lain, yang menurut saya menjadi potensi cacat hukum bila tidak diambil langkah darurat oleh Ketua KPU RI,” kata Arnol kepada IGS Berita di Jakarta, Senin (01/10/2018).

Intelektual Kelabu

Sementara itu, pengamat politik dan kebijakan publik, Barry Pradana, lebih menyoroti kelalaian Timsel di Jabar tersebut sebagai bentuk produk kaum intelektual kelabu.

“Setahu saya, rata-rata anggota Timsel di Jabar itu memiliki latar belakang akademis tingkat Strata Dua (S-2) dan Tiga (S-3). Kalau kemudian mereka salah menafsirkan ketentuan pada PKPU, atau bahkan disebutkan kurang membaca aturan itu, ini jelas memprihatinkan,” kata Barry, yang juga dihubungi IGS Berita di Jakarta pada Senin (01/10/2018).

Kinerja Timsel itu, lanjut Barry, sama sekali tidak memenuhi standar dasar kerja seorang S-2 dan S-3. Kesalahannya sangat prinsipil, terlalu mendasar, dan tidak pantas dilakukan oleh kalangan dengan dasar pendidikan akademik setingkat mereka.

“Saya sih berharap ada alasan lain di balik kekeliruan itu. Karena, kalau memang itu satu-satunya alasan, ini jelas sudah mencederai standar sumberdaya manusia bergelar S-2 dan S-3 di Indonesia,” kata Barry, tanpa kuasa membendung kekesalannya.

Ia pun menyatakan, sungguh aneh juga kalau KPU RI sampai tidak menjatuhkan sanksi apapun terhadap para anggota Timsel di Jabar itu.

“Mereka sudah merusak aturan penjadwalan yang disusun PKPU. Mereka juga menodai aspek kapabilitas, akuntabilitas, dan integritasnya sebagai salah satu elemen dari KPU,” pungkas Barry.

Berikut adalah daftar anggota Timsel Gelombang V Calon KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat: 1. Anggoro Budi Nugroho, SE., MBA.; 2. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S. IP., M. Si.; 3. Fauz Noor, S. Pd., M. Ud.; 4. Maman Lukmanul Hakim, M. Ag.; 5. Dr. H. Ilman Nafi’a, M. Ag.; 6. Imam Budi Santoso, SH., MH.; 7. Nia Kania Wijayanti, SH., MH.; 8. Dr. H. Uu Nurul Huda, S. Ag., SH., MH.; 9. Yusfitriadi, M. Pd.; 10. Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M. Pd.; 11. Dr. Dra. Ike Rachmawati, M. Si.; 12. Lu Rusliana, M. Si.; 13. Dr. Drs. H. Rahmat Sudjana, M. Si.; 14. Dr. Saeful Millah, M. Sc. (mga/tom/yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Pakde Karwo

Pakde Karwo | Pers Jangan Terjebak Berita Hoaks

JAKARTA (IGS BERITA) — Penjabat Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo alias Pakde Karwo, berharap jajaran …

Tinggalkan Balasan