Jumat , 19 Oktober 2018
Home / DAERAH / Kisruh Pilkades Watukarung | Panitia Bersumpah dengan al-Quran
Watukarung
Sumarni, anggota Panitia Pilkades Watukarung yang dituding berlaku curang. "Itu fitnah," katanya. (Foto: Suluh Apriyanto - IGS Berita).*

Kisruh Pilkades Watukarung | Panitia Bersumpah dengan al-Quran

PACITAN (IGS BERITA) — Demi menyangkal tuduhan curang, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), mengucap sumpah dengan al-Quran, Rabu (10/10/2018).

BACA JUGA:

Pengucapan sumpah itu, yang dilaksanakan di Balai Desa Watukarung dalam forum pertemuan antara PPS dengan Calon Nomor Urut Dua, Wiwid Pheni Dwiantari, berlangsung cukup menegangkan.

Pihak-pihak yang bersumpah di bawah al-Quran itu masing-masing Joko Triono (Ketua PPS), Sumarni (anggota PPS), Yodi Arni Asmoro (saksi dari Wiwid), dan Suyitno (anggota Linmas).

Forum pertemuan berujung sumpah itu merupakan respon dari Calon Nomor Urut Dua, Wiwid, terhadap keputusan penundaan penetapan hasil Pilkades Watukarung.

Sebelumnya, Wiwid telah ditetapkan sebagai pemenang, unggul satu suara (553-552) dari Calon Nomor Urut Satu, Darmadi. Namun, Darmadi mengadukan adanya dugaan pelanggaran ke Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten. Akibatnya, penetapan hasil pemilihan pun ditunda.

Menolak Diulang

Dalam pertemuan dengan PPS di Balai Desa Watukarung itu, Wiwid menegaskan pihaknya menolak kalau pemilihan harus diulang.

“Bila sampai diulang, ini artinya tidak sesuai dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati. Maka, saya menolak kalau harus diulang,” kata Wiwid.

Sebelumnya, Wiwid meminta PPS menjelaskan kronologi terjadinya sengketa hasil Pilkades atas aduan Darmadi itu, lalu memohon salinan Berita Acara Pemilihan dan Hasil Penghitungan Suara yang dilaksanakan pada Minggu (7/10/2018).

“Semua permohonan itu merupakan bagian dari hak saya sebagai Calon Kepala Desa,” kata Wiwid.

Kemudian, ia pun meminta PPS melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan laporan hasil pemilihan kepada Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten agar segera diterbitkan Surat Penetapan Kepala Desa Terpilih.

“Kami berharap PPS Watukarung memberi laporan kepada Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Pacitan untuk segara menerbitkan Surat Penetapan Kepala Desa Terpilih,” ujar Wiwid.

Pada kesempatan itu, Wiwid juga menolak sekaligus mengembalikan Surat Keputusan Penundaan Penetapan Hasil Pilkades Watukarung.

“Saya mengembalikan Surat Keputusan Penundaan Penetapan ini, karena saya anggap tidak rasional. Penetapan Hasil Pilkades dibuat tanggal 8 Oktober 2018, tapi di tanggal yang sama saya juga menerima Surat Penundaan Penetapan,” katanya.

Menjejak Lantai

Tekanan berat dari kedua kubu memaksa pihak PPS memutuskan bersumpah di bawah naungan al-Quran. Mereka bersumpah sudah bersikap netral dan menolak tuduhan berlaku curang.

Bahkan, salah seorang anggota PPS yang ikut bersumpah, Sumarni, tampak tiga kali menjejakkan kaki kanannya dengan keras ke lantai.

Diketahui, Sumarni adalah yang dituduh pihak Darmadi telah berlaku curang dengan merusak surat suara berisi pilihan kepada Calon Nomor Urut Satu tersebut. Sumarni pun dituding berpihak kepada Wiwid karena masih memiliki hubungan keluarga.

“Saya sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku. Pastinya sesuai prosedur. Tugas saya memberikan stempel pada surat suara sebelum diberikan kepada pemilih. Saat penghitungan, saya bertugas membantu Ketua mengesahkan surat suara. Saya sama sekali tidak merusak surat suara,” kata Sumarni.

Ia menjelaskan, dirinya menjadi anggota berdasarkan rapat pemilihan Ketua Panitia Pilkades. Saat rapat, ia terpilih menjadi anggota.

“Saya mendapat undangan rapat. Dan, dalam rapat tersebut, saya terpilih menjadi anggota panitia,” katanya.

Pada saat penghitungan, Sumarni mengaku tidak pernah mendengar adanya teguran atau protes mengenai perusakan surat suara yang dilakukan oleh dirinya.

“Menurut pendengaran saya, tidak pernah ada teguran apapun dari saksi. Dalam hal ini, saya merasa difitnah,” tegas Sumarni.

Sebagaimana diberitakan, Aris Saroso, Ketua Tim Sukses Darmadi, mengatakan, saksi dari pihaknya melihat Sumarni merusak salah satu surat suara.

“Saksi dari kami melihat, bahkan telah menegur. Banyak yang mendengar hal itu, termasuk Pak Ketua Panitianya sendiri. Maka, kami meminta untuk dilakukan penghitungan ulang,” kata Aris.

Hal serupa disampaikan anggota Tim Sukses Darmadi lainnya, Joko. Menurutnya, minimal harus dilakukan penghitungan ulang karena ada indikasi kecurangan. (apr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Kondisi Gedung Olahraga di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur, 17/10/2018. (Foto: Suluh Apriyanto/IGSBERITA).*

Tidak Terawat, Begini Kondisi Fasilitas Olahraga Di Pacitan

PACITAN (IGSBERITA) – Dua fasilitas olahraga di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa timur kondisinya kian parah …

Tinggalkan Balasan