Sabtu , 15 Desember 2018
Home / NASIONAL / Kisah Jimmi Aritonang Usai Lolos dari ‘Neraka’ Nduga
Jimmi Aritonang (kanan), mandor proyek jembatan di Nduga, Papua, yang selamat dari penyanderaan KKB | Foto DOK. IGS BERITA |

Kisah Jimmi Aritonang Usai Lolos dari ‘Neraka’ Nduga

WAMENA | IGS BERITA | Para pekerja dijemput paksa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di camp pekerja di Nduga.

Lalu, puluhan pekerja tersebut digiring menuju Puncak Kabo dengan kondisi tangan terikat. Di tengah perjalanan, para anggota KKB menari-nari dan sambil berteriak-teriak.

Tiba-tiba, suara letusan senjata api menggelegar bersahut-sahutan dari moncong senjata anggota KKB. Satu demi satu para pekerja bergelimpangan ke tanah.

Saat itu, Jimmi Aritonang memilih menjatuhkan tubuhnya dan berpura-pura mati. Cara tersebut ternyata berhasil menyelamatkan nyawanya.

Saat ini, Jimmi sedang dirawat dan mendapat pendampingan petugas medis di Wamena. Berikut ini fakta kesaksian Jimmi lolos dari aksi brutal KKB di Puncak Kabo.

Didatangi Saat Libur

Jimmi Aritonang adalah salah satu pekerja PT Istaka Karya yang berhasil selamat dari aksi pembantaian KKB di Nduga.

Dari keterangan Jimmi kepada aparat penegak hukum, pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk libur.

Alasannya, pada hari itu ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM).

Upacara tersebut dilaksanakan kelompok KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Saat para pekerja menikmati hari libur, camp para pekerja didatangi KKB dengan menyandang senjata lengkap.

“Sekira pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan berjumlah 25 orang keluar, selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Pura-pura Mati

Dengan rasa takut, Jimmi dan puluhan pekerja di camp hanya menuruti kemauan anggota KKB.

Pada tanggal 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo.

Di tengah jalan, mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. Tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, para anggota menembaki para pekerja tersebut.

“Tidak lama kemudian, para KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua. Mereka kemudian secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” ungkap Aidi.

Setelah itu, KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo.

Di tempat itu, ada 11 orang karyawan yang pura-pura mati dan kemudian berusaha bangkit kembali untuk melarikan diri.

Ketahuan, 5 Ditembak Mati

Setelah tak terdengar lagi suara desingan peluru dan teriakan para anggota KKB, Jimmi pun bangkit berdiri dengan rasa takut yang amat sangat.

Betapa hancur hati Jimmi ketika melihat belasan rekannya telah tewas. Namun, ada rasa lega saat dirinya melihat ada 11 rekan lainnya juga berhasil selamat setelah berpura-pura mati.

Mereka pun segera melarikan diri dari tempat tersebut dan menuju ke Mbua. Sayangnya, KKB mencium pergerakan 11 pekerja tersebut.

Sebagian KKB pun mengejar Jimmi dan rekan-rekannya. KKB menangkap 5 rekan Jimmi dan mengeksekusi mereka di tempat.

Empat pekerja lainnya, termasuk Jimmi, berhasil lolos setelah bisa mencapai Pos TNI Yonif 755/Yalet, Mbua.

Namun, dua pekerja lainnya belum diketahui nasibnya hingga sekarang.

Serang Pos TNI

Menyadari sejumlah pekerja berhasil lolos dan bersembunyi di Pos TNI di Mbua, KKB pun memburunya.

Pada 3 Desember, sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI 755/Yalet diserang oleh KKB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak.

“Rupanya mereka tetap melakukan pengejaran. Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka jendela, lalu ditembak dan meninggal dunia,” kata Aidi.

Saat itu, anggota di pos membalas tembakan, sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 hingga 21.00 WIT.

Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember 2018, sekitar pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan.

“Saat itulah salah seorang anggota, Pratu Sugeng, tertembak di lengan,” kata Aidi.

Jalani Perawatan di Wamena

Jimmi Aritonang telah berada di penampungan evakuasi korban selamat di Wamena Kabupaten Jayawijaya. Jimmi tengah menjalani masa pemulihan atas trauma yang dialaminya.

Kakak iparnya, Lefrend Siahaan, menyatakan, Jimmi dalam kondisi sehat dan tak ada bekas luka di tubuhnya usai disandera kelompok KKB.

“Luar saya (adik ipar) kondisinya baik. Kami tadi malam sempat melihatnya. Tapi sampai saat ini dia masih di tempat penampungan. Sampai saat ini kita belum bisa lama-lama bersamanya. Tapi yang penting dia selamat,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (4/12/2018).

Kini, lanjut Lefrend, keluarga besar mereka sudah lega begitu mengetahui Jimmi selamat.

“Terima kasih, Tuhan Yesus. Mukjizat selalu diberikan kepada kami. Terima kasih, Tuhan,” ucapnya. |MGA|

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Judas Priest Janji Panaskan Ancol Malam Ini

JAKARTA | IGS BERITA | Judas Priest Live in Concert merupakan tajuk bagi penampilan dari …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: