Selasa , 18 September 2018
Home / IGS ANIMALS / Kang Yoes (Bogor): “The Master of Catfish!”

Kang Yoes (Bogor): “The Master of Catfish!”

PANTANG menyerah. Tidak kenal lelah. Dan, berani mencoba. Prinsip-prinsip dasar untuk menjadi pengusaha sukses itu semuanya melekat erat dalam pribadi seorang Yusuf Surahman Arga Wijaya, ST (37), pemilik Padjadjaran Catfish Farm di Kota Bogor, Jawa Barat, yang akrab dengan sapaan Kang Yoes.

Berbagai perjuangan Financial Freedom, upaya untuk membebaskan diri dari jeratan masalah keuangan, meski kerap harus dilalui dengan jatuh dan bangun, seolah menjadi obor yang terus menyulut semangat Yoes menggapai mimpi-mimpinya.

“Ilmu terpenting dalam hidup, senyatanya, bukanlah sekadar bagaimana belajar berjalan, tapi juga bagaimana belajar bangun dari jatuh,” kata Yoes kepada IGS Berita di Bogor, beberapa waktu lalu.

Berangkat dengan modal seadanya, Yoes membuka usaha Padjadjaran Catfish Farm ini, yang ternyata kemudian mengantarkannya menjadi seorang pengusaha ikan lele, sekaligus membuatnya layak menyandang gelar The Master of Catfish di Kota Bogor.

Ya, ia sudah sangat hafal seluk beluk dari budidaya hewan air berkumis ini, bahkan sering disebut sebagai “kamus berjalan” di kalangan pelaku usaha ikan lele —mulai dari merancang sebuah peternakan, hingga berbagai metoda agar bisa memanen hasil secara maksimal.

“Sudah 12 tahun saya berkecimpung di usaha budidaya ikan lele. Sebelumnya, saya adalah karyawan perusahaan gas domestik. Perkenalan dengan bisnis budidaya ikan lele ini pun berawal dari teman yang kena PHK di perusahaannya. Awalnya coba-coba. Ternyata hasilnya menguntungkan. Maka, saya memutuskan untuk keluar dari tempat kerja, dan fokus di bisnis lele,” kisah Yoes, yang juga menyandang gelar Sarjana Teknik Mesin dari Sekolah Tinggi Teknologi Bogor.

Bisnis budidaya ikan lele, lanjut Yoes, sangatlah menggiurkan. Di samping rasanya yang lezat, kandungan gizi di dalam ikan lele pun ternyata sangatlah tinggi. Rendah lemak, berprotein tinggi, dan —ini yang penting— permintaan pasarnya sangatlah besar.

“Hingga detik ini, para pengusaha lele masih kewalahan memenuhi permintaan pasar. Di daerah Jabodetabek saja, demand-nya mencapai sekitar 180 ton per hari. Sementara, yang bisa terpenuhi para pengusaha lele di Jabodetabek baru sekitar 90 ton per hari. Belum lagi permintaan dari wilayah-wilayah lain, seperti Indramayu, Cirebon, Pemalang, Pati, Yogyakarta, Boyolali, dan kota-kota di Jawa Tengah lainnya,” kata Yoes.

Menurutnya, dalam setahun, budidaya ikan lele bisa dipanen sekitar empat kali, atau setiap tiga bulan sekali. Dalam setiap kali panen, Yoes mengaku rata-rata bisa meraup untung sekitar 30 persenan.

“Permintaan lele untuk pasar ekspor pun cukup tinggi, seperti dari Arab Saudi, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lainnya. Namun, para pengusaha masih agak kesulitan untuk memenuhi standar QC (Quality Control) Singapura,” kata Kang Yoes lagi.

Ikan lele, atau Clarias sp dalam bahasa latinnya, merupakan salah satu jenis ikan konsumsi air tawar. Ia termasuk jenis catfish atau kata lain dari ikan berkumis.

Ciri-cirinya, bertubuh memanjang dan agak bulat. Pada sirip dada terdapat duri yang keras dan runcing sekaligus tajam (patil). Warna tubuh belang dengan kepala pipih, dan terdapat kumis serta licin karena tak bersisik.

Ikan ini pun memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya, yaitu arborescent.

Di beberapa daerah, ikan lele mempunyai banyak nama yang berbeda. Antara lain, ikan kalang (Padang), ikan maut (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Banjarmasin), ikan keling (Makassar), dan ikan lele atau lindi (Semarang).

Habitat ikan lele adalah air berarus tenang, seperti danau, rawa, telaga, dan waduk. Ia memiliki sifat nokturnal, yaitu aktif dan bergerak mencari makan pada malam hari, sementara di siang hari hanya berdiam diri dan berlindung di tempat gelap.

Begitulah. Bagi pembaca setia IGS Berita yang ingin berusaha di bidang budidaya ikan lele, bisang menghubungi Kang Yoes melalui nomor kontaknya, 0896-6890-0722.

Atau, satroni saja langsung Padjadjaran Catfish Farm di Jalan Raya Cilebut – Bojong Gede, Jembatan Dua, Kampung Poncol, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. (swd).*

About Yukie Rushdie

Check Also

AMGI: Solusi bagi Masa Depan Industri Garmen Indonesia

BANDUNG (IGS BERITA) — Asosiasi Mekanik Garmen Indonesia (AMGI), yang terbentuk dua tahun silam, diharapkan …

Tinggalkan Balasan