Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / NASIONAL / Kalau Mangkir Lagi, Polda Jabar akan Jemput Rizieq Shihab

Kalau Mangkir Lagi, Polda Jabar akan Jemput Rizieq Shihab

BANDUNG (IGS BERITA) – Kamis, 12 Januari 2017, Kepolisian Daerah Jawa Barat akan memanggil Rizieq Shihab untuk kedua kalinya, setelah tokoh utama Front Pembela Islam (FPI) itu mangkir pada pemanggilan pertama, 5 Januari 2017. Bila kembali mangkir, pihak Polda Jabar terpaksa melakukan penjemputan terhadap Rizieq Shihab, yang akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana penodaan lambang dan dasar negara.

“Minggu ini, mungkin Kamis, tanggal 12 Januari 2017, kami akan panggil (Rizieq Shihab) sebagai saksi karena kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes (Pol) Yusri Yunus, Senin (9/1) sore.

Ini merupakan pemanggilan kedua untuk Rizieq Shihab. Sebelumnya, Polda Jabar sempat memanggilnya pada tanggal 5 Januari 2017.

“Panggilan pertama tidak hadir,” kata Yusri.

Ia berharap, Rizieq yang masih berstatus sebagai saksi bersikap kooperatif dan mau menghadiri panggilan pemeriksaan.

“Kalau tidak hadir lagi, terpaksa kita akan jemput,” kata Yusri lagi.

Perkara ini merupakan tindak lanjut atas laporan Sukmawati Soekarnoputri. Dalam laporan bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim itu, Sukmawati menuduh Rizieq melakukan tindak pidana penodaan terhadap lambang dan dasar negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 a KUHP dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 57 a jo Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Sukmawati mengaku tidak terima dengan pernyataan Rizieq yang ia anggap telah melecehkan Pancasila. Apalagi Soekarno, sang ayahanda, adalah salah seorang yang merumuskan Pancasila.

Menurut Sukmawati, pernyataan Rizieq tidak pantas dilontarkan oleh seorang pimpinan sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki basis massa relatif besar.

“Saya tidak terima dengan tindakan itu. Kata-katanya tidak santun, kasar, dan tidak hormat. Tidak pantas apabila seorang pimpinan organisasi masyarakat bisa bicara seperti itu. Itu akan menjadi preseden buruk ke depannya. Berdampak negatif bagi generasi muda,” ujar Sukmawati.

Laporan Sukmawati ke Bareskrim itu dilatarbelakangi pernyataan Rizieq yang menyebut, “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.”

Sukmawati mengaku tahu pernyataan tersebut dari video berisi ceramah Rizieq di wilayah Jawa Barat.

Video tersebut sudah beredar sekitar dua tahun. Sukmawati baru melaporkannya di bulan Oktober 2016, lantaran ia mengaku baru mengetahuinya pada Juni 2016 lalu, saat Indonesia merayakan hari kelahiran Pancasila. (yhr).*

About Yukie Rushdie

Check Also

Puji Suhartono, Terperiksa Kasus Suap RAPBN-P 2018

Kasus Suap RAPBN-P 2018 Seret Wabendum PPP

JAKARTA (IGS BERITA) — Penyidik KPK memeriksa Wakil Bendahara Umum PPP, Puji Suhartono, terkait kasus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *