Kamis , 13 Desember 2018
Home / IGS GIRLS / [VIDEO]: “Sniper” Cantik Joanna Palani, Hantu Menakutkan bagi ISIS
Joanna Palani
Joanna Palani (Foto: Dok. Grafis - IGS Berita).*

[VIDEO]: “Sniper” Cantik Joanna Palani, Hantu Menakutkan bagi ISIS

LONDON (IGS BERITA) – Siapa nyana, salah satu figur yang dianggap sebagai “hantu (paling) menakutkan” oleh ISIS (Islamic State in Iraq and Syria) itu bukanlah seorang lelaki kekar berwajah dingin, melainkan wanita cantik berambut blonde bernama Joanna Palani. Situs Daily Mail di Inggris, Selasa (7/2) lalu, melansir kisah eksklusif Joanna ini, yang ternyata berprofesi sebagai “petembak runduk” atau sniper.

Wanita blasteran Kurdi-Denmark berusia 23 tahun ini nekat meninggalkan bangku kuliahnya di Kopenhagen demi memerangi ISIS di kancah pertempuran Irak dan Suriah. Hasilnya? Tidak main-main, dengan senapan SVD Dragunov dan Kalashnikov kesayangannya, Joanna dilaporkan telah menghabisi sekitar 100 nyawa laskar ISIS pada medan tempur di kedua negara itu.

Berkat prestasinya itu, Joanna Palani pun jadi (salah satu) sniper kebanggaan Batalion YPG, bagian dari Angkatan Bersenjata Pemerintah Regional Kurdistan di Irak. Di bawah balutan pakaian “kamuflase”-nya, ia biasa “berburu” pada malam hari, dari tempat-tempat sepi, dengan berbekal teropong termal, granat, dan makanan kecil.

Pengalaman buruk semasa kecil di pengungsian, juga kerasnya perjuangan keluarganya (orang-orang Kurdistan) dalam peperangan di Irak, telah membentuk Joanna menjadi berbeda dari perempuan pada umumnya.

 

Diungsikan ke Denmark

Di usia empat tahun, ia sempat diungsikan ke Denmark agar mendapatkan pendidikan yang baik. Namun, keinginannya untuk menguasai senapan tak kuasa ditepis, sehingga kakeknya pun mengajak Joanna berlatih menembak pada usia sembilan tahun.

Darahnya selalu mendidih setiap kali mendengar berita bagaimana para pejuang ISIS memperlakukan kaum perempuan dan anak-anak secara buruk. Maka, keluarganya di perkampungan Kurdistan pun akhirnya hanya bisa terpana ketika mendengar Joanna Palani meninggalkan bangku kuliah, dan pergi ke Irak pada tahun 2014.

“Memang, para pejuang ISIS itu adalah mesin pembunuh. Namun, sejujurnya, amat mudah untuk menjatuhkan mereka,” kata Joanna kepada Daily Mail.

Joanna Palani
Joanna Palani (Foto: Dok. Grafis – IGS Berita).*

Pimpinan ISIS sendiri bukannya tak menyadari bahwa Kurdi pun memiliki “mesin pembunuh” yang agak unik tersebut, yang pergerakannya mirip “hantu” – tak terlihat, tak terdengar, tapi mematikan.

Maka, mereka telah mengumumkan, tersedia hadiah sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar bagi siapa saja yang bisa membunuh atau menangkap Joanna Palani.

“ISIS memang sangat ingin menangkap saya, lalu menjadikan saya sebagai budak seks mereka,” kata Joanna lagi kepada Daily Mail.

 

Sengaja Diembuskan

Di satu sisi, informasi tentang keganasan sniper bernama Joanna Palani ini sepertinya memang sengaja diembuskan untuk menurunkan moral para pejuang garis keras ISIS. Di lain pihak, informasi ini pun memancing berbagai media di Eropa untuk menguak kisah perjuangannya yang unik.

Kesempatan itu muncul ketika Badan Intelijen Denmark (P.E.T) menangkap Joanna pada bulan Desember 2016. Nick Fagge dan Lara Whyte dari Daily Mail Online berhasil mewawancarai The Most Wanted Woman Sniper ini, tak lama setelah ia dibebaskan dari penjara, akhir Januari lalu.

Terkait penangkapan itu, senyatanya P.E.T hanya bermaksud “mengamankan” sang sniper. Tapi, tampaknya, pihak kejaksanaan tak mau mengambil risiko. (red/daily mail).*

Dog Hallow Fest

About igsberita.com

Check Also

Puting Beliung | Batutulis Bogor Porak Poranda

KOTA BOGOR | IGS BERITA | Angin puting beliung memporak-porandakan pemukiman warga di kawasan Batutulis, Kota …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: