Sabtu , 15 Desember 2018
Home / MEGAPOLITAN / Ini Kronologi Peringkusan 23 Preman Penguasa Lahan Kosong
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes (Pol) Hengki Haryadi, memperlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari tangan para terduga pelaku penguasaan lahan kosong (Foto: Markus Marpaung - IGS Berita).*

Ini Kronologi Peringkusan 23 Preman Penguasa Lahan Kosong

JAKARTA (IGS BERITA) — Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes (Pol) Hengki Haryadi, SIK, MH., memaparkan kronologi peringkusan 23 preman yang melakukan penguasaan lahan secara paksa dengan merusak pagar arkon dan mengintimidasi para penjaga.

BACA JUGA:

“Para terduka pelaku melanggar Pasal 170, 335 ayat 1 KUHP, dan 167 KUHPidana,” ujar Kapolres, Senin (12/08/2018).

Menurut Hengki, pihaknya melakukan penangkapan terhadap 23 pelaku yang sebelumnya telah disomasi oleh korban (pemilik lahan).

“Namun tidak dihiraukan oleh para pelaku,” ujar Hengki.

Para pelaku, lanjut Hengki, telah menduduki sebidang tanah milik orang lain secara melawan hukum dengan merusak pagar dan membangun bedeng sebagai tempat tinggal.

“Kita tangkap (pelaku) di dua tempat berbeda. Pertama kami menangkap 13 orang di Jalan Bulak Sereh Kalideres, kemudian yang kedua kami menangkap 10 orang di Daan Mogot Kalideres,” ujarnya.

Hengki menyampaikan, ke-23 orang yang diamankan itu diduga preman bayaran yang kerap menduduki lahan kosong, sehingga mereka anggap lahan yang mereka duduki menjadi kuasanya.

Beberapa preman tersebut di antaranya mantan narapidana yang pernah terjerat kasus hukum, yakni kekerasan, kepemilikan senjata api ilegal, pemerasan, dan perampokan.

“Para preman ini jika sudah (sedang) menguasai sebuah lahan, maka lahan itu tak bisa sembarangan ditempati orang lain. Misalnya, ada pedagang yang ingin berjualan di lahan yang dikuasai, maka harus bayar sekitar Rp 500 ribu per bulan. Parahnya, pemilik sendiri tidak boleh menginjak lahan itu, dan bila memaksa maka nyawanya terancam,” papar Hengki.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Kapolres, para pelaku ini selalu mengaku-aku dari kelompok (preman ternama) Hercules, sehingga membuat rasa takut masyarakat atau pemilik lahan untuk melaporkan ke Polisi.

“Kami himbau ke masyarakat agar jangan takut kepada preman. Lapor, kami datang, dan ringkus,” tegasnya.

Hengki berjanji, dalam kasus ini pihaknya akan tegas memberantas premanisme di Kawasan Jakarta Barat. Bahkan, tak segan-segan akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Kami imbau masyarakat jangan takut dengan preman-preman seperti ini. Segera melapor ke kami, dan kami akan tindak tegas. Sebab, para preman ini sangat meresahkan masyarakat di lingkungan, khususnya wilayah Jakarta Barat,” jelasnya.

Selain mengamankan 23 pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti (BB), di antaranya plang warna putih yang bertuliskan kepemilikan, serpihan pagar yang dirusak, palu besar dan linggis yang digunakan merusak pagar, dua senjata tajam jenis pisau dan golok, serta satu unit mobil. (kus).*

Dog Hallow Fest

About Markus Marpaung

Check Also

Judas Priest Janji Panaskan Ancol Malam Ini

JAKARTA | IGS BERITA | Judas Priest Live in Concert merupakan tajuk bagi penampilan dari …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: