Sabtu , 18 Agustus 2018
Home / DAERAH / Harga Cabai Meroket, Poktan Tunas Muda Berjoget
Harga Cabai
Poktan Tunas Muda memanen berkah di tengah lonjakan harga cabai. (Foto: Kamim Rohener - IGS Berita).*

Harga Cabai Meroket, Poktan Tunas Muda Berjoget

PANDEGLANG (IGS BERITA) – Meroketnya harga cabai di pasaran, yang membuat para ibu rumah tangga menjerit, justru berbanding terbalik dengan yang dirasakan oleh Kelompok Pemuda Tani (Poktan) Tunas Muda Kampung Geureuh Careuh, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang (Banten).  Mereka malah tersenyum, bahkan berjoget.

Poktan Tunas Muda, yang didirikan tahun 2008, merasa diuntungkan dengan melonjaknya harga cabai. Pasalnya, tanaman cabai di lahan seluas 4000 meter dari total 1 hektar yang dikontraknya selama setahun, masih bisa menghasilkan sekitar 1 ton lebih, padahal semula sempat dikhawatirkan bakal puso atau gagal panen akibat perubahan cuaca dan serbuan hama Patek (Antraknose).

“Alhamdulillah, berkat kerjasama kelompok dan penyuluh pertanian, tanaman cabai kami masih bisa menghasilkan,” kata Endi, Ketua Poktan Tunas Muda kepada IGS Berita, Kamis (2/2).

Endi lalu menceritakan, tanaman cabai kelompoknya berawal dari adanya bantuan sarana dari Dinas Pertanian Pandeglang. Berbekal dengan bantuan ini, mereka berembuk dan sepakat menyewa lahan seluas 1 hektar, dengan biaya yang diperoleh dari pinjaman uang kas kelompok.

Usaha tanaman cabai kelompoknya tidak berjalan mulus. Adanya perubahan iklim dan serangan hama patek, membuat buah cabai mengalami pembusukan pada bagian tengah atau ujungnya, tidak membuat semangatnya patah arang. Bersama anggota kelompok dan dibantu Petugas Penyuluh Pertanian, mereka tetap berusaha gigih menyelamatkan dan merawat tanaman cabainya.

“Awalnya banyak tanaman yang roboh kena angin dan terkena serangan Patek, Pak,” katanya.

 

11 Kali Panen

Harga CabaiMenurut Endi, kelompoknya sudah memanen sebanyak 11 kali, dan berhasil dijual dengan harga berkisar Rp 25–40 ribu per kilogram.

“Kalau saja tidak kena hama, dengan luas lahan segitu, bisa menghasilkan sekitar 5 ton, Pak,” imbuh Hamami, Petugas Penyuluh Pertanian Desa Pasir Eurih.

“Kebanyakan kami menjual langsung ke Pasar Pandeglang. Kalau ke tengkulak harga jualnya lebih murah pak,” sambung Dayat, anggota kelompok tani ini.

Dari hasil panen di tengah harga komoditas cabai yang melambung ini, tak ayal, Poktan Tunas Muda ini masih bisa meraup keuntungan lumayan menggiurkan. Jadi, di balik serangan Patek, terselamatkan karena harga yang meroket, Poktan Tunas Muda pun bisa  berjoget. (kar).*

About Yukie Rushdie

Check Also

BBPJN II Medan Digugat, Hasil Lelang Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa Terancam Batal

MEDAN (IGS BERITA) — PT Marudut Tua Jaya (MTJ), salah satu peserta tender Pembangunan Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *