Sabtu , 15 Desember 2018
Home / PERISTIWA / Genosida Rohingya, ASEAN Jangan Cuek!
Rohingya
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, dan para ketua parlemen ASEAN, bertemu Presiden Singapura, Halimah Jacob (Foto: Dok. IGS Berita).*

Genosida Rohingya, ASEAN Jangan Cuek!

SINGAPURA (IGS BERITA) — Krisis kemanusiaan di Rohingya, Myanmar, yang menurut hasil penyelidikan PBB sudah masuk kategori “genosida” (pembasmian etnis), harus menjadi persoalan bersama bagi negara-negara anggota ASEAN. Jangan cuek! Karena, cepat atau lambat, persoalan ini juga akan mengganggu stabilitas di kawasan ASEAN.

Demikian disampaikan Ketua DPR, Bambang Soesatyo, saat bertemu Presiden Singapura, Halimah Yacob, di Istana Kepresidenan Singapura, Rabu (5/9/2018).

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini datang bersama para ketua parlemen dari negara-negara yang tergabung dalam ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA).

“Saya mengajak negara-negara yang tergabung di ASEAN untuk mau membantu mencari jalan keluar terbaik bagi krisis kemanusiaan di Myanmar. Apabila permasalahan ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan mengganggu masa depan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang stabil, damai, dan terbuka,” ucap Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut, Halimah Yacob meminta anggota AIPA selalu kompak dan kritis terhadap beragam persoalan yang terjadi di kawasan ASEAN. Halimah juga berharap kerjasama di kawasan bisa ditingkatkan lagi.

“Negara-negara AIPA diharapkan bisa meningkatkan peran dan kerjasama di forum-forum global. Pertemuan antar-delegasi parlemen AIPA harus sering dilakukan untuk menciptakan kerjasama yang solid,” terang Bamsoet.

Terorisme Jadi Musuh Bersama

Permasalahan terorisme juga disinggung dalam pertemuan itu. Para anggota AIPA sepakat, permasalah terorisme menjadi musuh bersama. Serangan teroris bisa terjadi kapan saja dan di negara mana pun. Makanya, AIPA harus kompak juga untuk menanganinya.

“DPR RI berharap, kerjasama antara negara anggota AIPA dalam penanganan terorisme harus lebih ditingkatkan lagi. Terorisme saat ini menjadi ancaman yang nyata bagi semua negara di dunia tanpa terkecuali,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan, telah terjadi perubahan pola operasi terorisme. Para teroris sudah tak segan mengajak dan melibatkan keluarga sendiri dalam melakukan aksinya. Beberapa contohnya terjadi dalam serangan di Indonesia.

“Modus operandi teroris yang melibatkan wanita dan anak-anak sangat mengkhawatirkan dan membahayakan. Kerjasama dalam bidang pertukaran informasi terkait ancaman terorisme antarnegara ASEAN merupakan hal yang penting dalam rangka meminimalisir terorisme,” ujar Bamsoet.

Di akhir pertemuan, Presiden Halimah mengingatkan akan ancaman cyber crime. Terlebih, belum lama ini Singapura mendapat serangan cyber terbesar dalam sejarah negara mereka. Sekitar 1,5 juta informasi pribadi warga Singapura, termasuk informasi pribadi Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, berhasil dicuri.

“Presiden Singapura mengingatkan semua Ketua Parlemen yang hadir untuk serius mewaspadai serangan cyber crime di negara masing-masing. Singapura yang merupakan negara dengan keamanan cyber canggih pun bisa dibobol para peretas. Saya sepakat untuk menjadikan keamanan cyber sebagai salah satu prioritas utama bagi negara-negara ASEAN,” pungkas Bamsoet. (yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Video dan Foto Puting Beliung Bogor, Satu Warga Tewas

KOTA BOGOR | IGS BERITA | Kamis (6/12/2018) sore, sekitar pukul 15.00 WIB, angin puting …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: