Senin , 19 November 2018
Home / INVESTIGASI / Gara-gara Bocor, “JakGrosir” Kramat Jati 3 Kali Diterjang Banjir

Gara-gara Bocor, “JakGrosir” Kramat Jati 3 Kali Diterjang Banjir

JAKARTA (IGS BERITA) — Diduga akibat pembangunan yang tidak sempurna sehingga mengalami kebocoran parah, “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sudah tiga kali diterjang banjir dan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Peristiwa terakhir terjadi Minggu (1/10) siang, manakala Jakarta diguyur hujan lebat. Padahal, pusat perkulakan milik PD Pasar Jaya itu, yang dibangun dengan menelan biaya sekitar Rp 20 miliar, baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, 8 September 2017.

Peristiwa sebelumnya, yang terjadi sekitar dua pekan lalu, menimbulkan kerusakan pada barang-barang dagangan di sana, dan ditaksir melahirkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Bahkan, sebetulnya, sehari menjelang acara peresmiannya, bangunan “JakGrosir” itu pun sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakberesan dengan munculnya kebocoran parah yang mengakibatkan banjir, sebagaimana tampak pada tayangan video berikut ini:

BACA JUGA:

Rentetan peristiwa memalukan itu melahirkan spekulasi adanya “permainan” dalam proyek pembangunan aset milik PD Pasar Jaya tersebut, yang pelaksanaannya dikerjakan PT Praja Vita Mulia dengan nilai kontrak sekitar Rp 20 miliar.

Perkara kebocoran itu diakui Manajer Bidang Pembangunan PD Pasar Jaya, Adi Sulaiman. Menurutnya, pihak kontraktor pelaksana sudah dimintai pertanggungjawabannya.

“Soal kebocoran di JakGrosir (Kramat Jati) itu sedang dalam penanganan. Kontraktornya sudah dikenakan denda untuk penggantian barang-barang yang rusak. (Masalah) bangunan (sendiri) masih dalam tanggung jawab kontraktor untuk pemeliharaannya,” kata Adi Sulaiman kepada IGS Berita, Senin (2/10), melalui pesan WhatsApp-nya.

Pengakuan serupa disampaikan Direktur Teknik PD Pasar Jaya, Adi Wijaya. Ia membenarkan adanya kasus kebocoran parah di “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati tersebut.

Kesibukan karyawan “JakGrosir” mengevakuasi barang-barang jualan saat banjir yang terjadi hari Minggu, 1 Oktober 2017 (Foto: Dok. IGS Berita).*

“Benar, memang ada kebocoran di sana. Peristiwanya sudah tiga kali. Saat ini sedang diadakan rapat untuk memperbaiki sumber kebocoran itu,” kata Adi Wijaya kepada IGS Berita, Senin (2/10).

Sementara itu, terkait rusaknya barang-barang dagangan di “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menyatakan tidak terlalu bermasalah karena masih bisa ditukar ke para penyedianya.

“Kalau soal barang-barang (dagangan) yang rusak, itu (masih) bisa di-return ke supplier. Soal kebocorannya sendiri, sedang dilakukan perbaikan, dan kajian (tentang) penyebabnya sedang di-meeting-kan,” kata Arief Nasrudin kepada IGS Berita, Senin (2/10).

Menurut keterangan sumber IGS Berita di lingkungan PD Pasar Jaya, berbagai masalah yang membelit di sekitar “JakGrosir” itu memang sudah membuat Arief Nasrudin hampir menyerah.

“Saya dengar sih Pak Dirut (Arief Nasrudin) sendiri sudah merasa hampir give up (menyerah) menghadapi masalah JakGrosir ini,” kata sumber IGS Berita tersebut.

 

Bisa Juga Kesalahan Pengawas

Ditemui secara terpisah, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad Nawawi, menyatakan, ketidaksempurnaan pada proyek pembangunan itu bisa juga akibat faktor kesalahan para pengawasnya dalam mengawasi kegiatan tersebut.

“Kalau DPRD bisa turun ke lokasi, nanti kami bisa panggil Manajer PD Pasar Jaya, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktornya. Siapa yang salah? Kontraktornyakah? Jangan-jangan, pengawasnya nggak pernah datang,” kata Achmad Nawawi kepada IGS Berita di Ruang Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Senin (2/10).

Maka, lanjut Nawawi, supaya agenda aksinya lebih konkret, yang lebih bagus memberikan tanggapan terhadap masalah ini sebenarnya adalah Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta.

“Kemungkinan bisa banyak. Kalau versinya adalah bocor pada saat bangunan belum selesai atau belum diserahterimakan, maka segala kerugian yang timbul pun tentunya menjadi tanggung jawab kontraktor. Mereka harus memperbaiki ulang, sampai betul-betul sempurna,” kata Nawawi.

Soal kemungkinan adanya penyimpangan dalam teknis pelaksanaan, politisi Partai Demokrat itu menyatakan, harus dilakukan check and recheck dulu.

“Harus di-crosscheck dulu, apakah kesalahannya ada pada teknis pelaksanaan, atau memang sudah salah sejak perencanaan teknisnya,” kata Nawawi.

BACA JUGA:

Sementara itu, Ketua Umum LSM PAN, Thomson Sirait, menyatakan keheranannya kalau disebutkan pembangunan “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati tersebut belum selesai atau belum sempurna.

“Kalau belum selesai atau belum sempurna, bagaimana mungkin bisa diresmikan dan dioperasikan? Bukankah hal itu sudah pasti didahului dengan acara serah-terima barang yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima (BAST)? Dan, untuk bisa diterima, pasti dilakukan pengecekan dulu terhadap kelayakan bangunan. Perlu dipertanyakan di sini kinerja para Pejabat Penerima Barang di PD Pasar Jaya,” kata Thomson Sirait kepada IGS Berita, Selasa (3/10).

Jadi, lanjut Thomson, yang lebih tepat untuk menyimpulkan bangunan “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati itu bukanlah belum selesai atau belum sempurna, melainkan tidak selesai atau tidak sempurna.

“Langkah lanjutannya, tentu harus dilakukan investigasi secara mendalam terhadap proyek tersebut. Jangan-jangan masih banyak kekurangan lain dari bangunan tersebut di luar kebocoran. Saya khawatir, kalau tidak segera dilakukan investigasi, bagaimana jika kemudian bangunan itu rubuh, karena ada kesalahan dalam konstruksinya? LSM PAN, dalam konteks peran serta masyarakatnya, akan segera melaporkan temuan ini, demi menyelamatkan aset dari kemungkinan terburuk akibat indikasi permainan kotor di belakangnya,” kata Thomson Sirait.

 

Aksi Tutup Mulut

Di lokasi “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati sendiri seolah ada kesepakatan untuk melakukan aksi tutup mulut.

Saat IGS Berita melakukan penelusuran, tidak ada seorang pun karyawan “JakGrosir” yang bisa memberikan keterangan, karena mengaku ada larangan dari jajaran manajer.

Saeful, yang mengaku menjabat Kepala Sub-Seksi Non-Food, menjelaskan, mereka tidak dapat memberikan keterangan kepada wartawan.

“Kita tidak bisa memberikan keterangan atau pernyataan kepada pers. Semua gerbangnya harus melalui Humas PD Pasar Jaya. Kita hanya diperbolehkan memberikan keterangan kepada pengunjung, tapi tidak boleh ke wartawan, dari media apapun. Itu instruksi dari atasan kita, Mas. Humas mengatakan, kalau ada yang nanya-nanya, suruh langsung ke saya saja. Begitulah tupoksinya,” kata Saeful.

Aksi tutup mulut pun dilakukan Manajer Unit Pelaksana Lain (UPL) Perkulakan PD Pasar Jaya, Hardjanto, yang sebetulnya merupakan penanggung jawab JakGrosir.

“Mohon maaf, saya tidak berwenang untuk memberikan informasi. Mohon bisa berhubungan dengan Humas atau BOD (Board of Director),” kata Hardjanto kepada IGS Berita.

Saat IGS Berita mencoba memintai keterangannya, Senin (2/10), Manajer Umum yang membawahi Humas PD Pasar Jaya, M. Fahri, mengaku sedang berada di Kantor DPRD DKI Jakarta.

“Maaf, Bang, saya ke DPRD. Ada paripurna. Dengan Pak Adi Sulaiman (Manajer Bidang Pembangunan) saja, bang,” kata Fahri.

Rak-rak “JakGrosir” yang berada di bawah titik-titik kebocoran sudah dikosongkan, hanya disisakan barang-barang yang memang telanjur basah kuyup (Foto: Jefri Marpaung – IGS Berita).*

Berdasarkan pemantauan IGS Berita di “JakGrosir” Pasar Induk Kramat Jati, rak-rak yang berada di bawah titik-titik kebocoran terlihat sudah dikosongkan. Tidak ada lagi barang-barang dagangan yang dipajang di sana.

Memang, masih tampak beberapa dus barang yang terpajang. Namun dus-dus itu yang sudah dalam kondisi basah kuyup.

Secara keseluruhan, terlihat tanda-tanda bangunan “JakGrosir” itu sepertinya belum rampung seratus persen. Masih ada proses pelaksanaan pembangunan yang berjalan.

“Belum rampung kok sudah dioperasikan. Apa gak bahaya, tuh? Gimana kalo ternyata rubuh sewaktu banyak orang berbelanja? Kayak lagi ngejar setoran saja nih PD Pasar Jaya,” kata salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.

Ia juga sempat mengeluhkan adanya kesalahterapan pada pelaksanaan konsep “JakGrosir” itu, yang menurutnya sudah menyimpang dari rencana awal yang dulu disuarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Saya khawatir, kalau mereka juga (diam-diam) melayani pembelian eceran (retail), atau memberi kartu hak belanja kepada pihak yang tidak tepat, lama-lama JakGrosir itu bisa membunuh para pedagang kecil. Ini jelas tidak sesuai dengan semangatnya Pak Ahok waktu bicara soal rencana pendirian JakGrosir,” katanya.

Pusat Perkulakan “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati itu dibangun di atas lahan seluas 3.800 meter persegi, dan merupakan yang pertama berdiri di DKI Jakarta. Sejak diresmikan Gubernur Djarot Saiful Hidayat, 8 September 2017, “JakGrosir” ini beroperasi melayani pembeli mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Bangunannya sendiri disebutkan menelan biaya pelaksanaan sebesar Rp 19,85 miliar, dikerjakan PT Praja Vita Mulia. Perencanaannya dilakukan oleh PT Metaphora sebagai konsultan, sementara Konsultan Manajemen Kontruksi (MK) dipegang PT Bumi Madani.

Secara total, proyek “JakGrosir” di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, itu menghabiskan biasa sekitar Rp 25 miliar, yang —menurut informasi— didanai dari pinjaman PD Pasar Jaya ke Bank DKI.

Namun, sejumlah pihak menduga proyek tersebut tidak dilelangkan secara terbuka untuk umum. Karena, saat ini, tidak ditemukan data pelelangan pada sistem LPSE (Lelang Pengadaan Secara Elektronik) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) PD Pasar Jaya. (jfm/yhr).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

5th Anniversary GGP Mall

5th Anniversary GGP Mall | Perjalanan Lintas Imajinasi

KOTA BEKASI (IGS BERITA) — Perhelatan 5th Anniversary GGP Mall, atau Grand Galaxy Park Mall, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: