Senin , 10 Desember 2018
Home / IGS ANIMALS / Frans Wibawa, ‘The One and Only’ Pemelihara Merpati Antwerp Smerle di Indonesia

Frans Wibawa, ‘The One and Only’ Pemelihara Merpati Antwerp Smerle di Indonesia

BOGOR (IGS ANIMALS) – Gelar The One and Only, satu-satunya, memang selalu melahirkan kebanggaan tersendiri. Begitu jualah bagi seorang Frans Wibawa. Pria kelahiran Bogor ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang memelihara burung merpati hias jenis Antwerp Smerle.

“Jenis merpati asal Belgia ini memiliki kelebihan pada bentuk tubuh dan keindahan warna bulunya. Merpati Antwerp Smerle ini sangat istimewa, wajarlah kalau harganya pun menjadi begitu tinggi. Apalagi, sampai sekarang, di Indonesia baru sayalah yang memelihara burung merpati hias jenis ini,” kata Frans kepada IGS Animals, Rabu (2/11).

Antwerp Smerle hanyalah satu dari 30 varian merpati hias impor yang menjadi koleksi Frans Wibawa. Menyambangi tempat kediamannya di daerah Sukadamai, Bogor (Jawa Barat), IGS Animals melihat puluhan kandang merpati hias di sana.

“Di seluruh dunia, ada sekitar 500 jenis burung merpati hias. Sampai sekarang, saya baru memiliki 30 jenis. Antwerp Smerle ini baru saya pelihara beberapa bulan,” kata Frans, saat mengajak IGS Animals meninjau kandang-kandang burung merpati hias koleksinya.

Beberapa koleksi Frans ini sempat meraih tropi saat mengikuti berbagai kontes. Antara lain, merpati hias jenis Jacobin, German Beauty Homer, dan Oriental.

Reputasi Frans Wibawa di kancah kontes burung merpati memang cukup membanggakan. Ia berpengalaman sebagai juri kontes merpati internasional, dan menjadi ketua untuk wilayah Indonesia Bagian Barat.

Menurutnya, event-event kontes dan pameran sangat bermanfaat untuk memperbanyak pecinta dan kolektor merpati hias di Indonesia.

Bicara soal harga merpati-merpati hias koleksinya, Frans menyebut angka Rp 9-12 juta untuk kategori dewasa, sementara yang “anakan” berkisar antara Rp 4-5 juta.

Senyatanya, kecintaan Frans dengan burung merpati hias ini baru berjalan sekitar 5 tahun. Sebelumnya, ia menjalankan kegiatan budidaya ikan hias. Wajarlah bila di rumahnya pun terdapat beberapa kolam untuk ikan hias.

“Pada dasarnya, saya memang pecinta satwa, terutama yang memiliki unsur keindahan. Saya menemukan kepuasan tersendiri manakala bisa berinteraksi secara penuh kasih sayang dengan satwa-satwa indah ciptaan Tuhan tersebut,” kata Frans. (ryo).*

Dog Hallow Fest

About Yukie Rushdie

Check Also

Defal ‘Flowerhorn’ Wiryadikrama: Yang Muda Yang Berkarya

YANG muda, yang berkarya. Sepertinya, hal tersebut memang harus terus digaungkan. Pasalnya, setiap usaha, bisnis, …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: